Ya, kita memang tak boleh sembarang bicara. Menyebut hal-hal ‘prinsipil’ dalam nada mengejek atau gurau. Karena mungkin saja Tuhan menganggapnya sebagai doa atau sebuah ‘tantangan’.
Mulut ibarat tentara baru pegang senjata, gak dijaga, bisa nembak semaunya.
dududuh…. PR besar hidupku: menjaga lisan!!! hiks….