Back To Programming?

Seorang teman belum lama ini bertanya: “Jadi kapan coding lagi Ba?” Dan saya cuma tercenung sambil nyengir mendapat todongan itu. Ada rasa tersanjung dan kaget ditanya seperti itu oleh master -king of freaks- programming yang saya kenal. Tersanjung jelas karena ditanya oleh orang yang ahli (walau agak curiga juga, soalnya dia punya kecenderungan memuji lantas menjatuhkan keras-keras :p).

Disitu tegas-tegas saya menolak untuk menyanggupinya. Saya anggap itu ajakan yang didorong keadaan kantor Xinix yang sedang membutuhkan programmer tambahan (kebetulan doi CTO (chief freaks officer) nya).

Walau saya menolak, beberapa hari kemudian saya mencoba untuk dive lagi ke dalam kode-kode php —my old love. Subjek saya saat itu adalah membongkar-bongkar dalemannya WordPress. Dan setelah beberapa jam hilir-mudik diantara file-file php wordpress, saya tertegun di antara kode yang berbunyi: “function blabla extend blublu( ){ …. } ” Sebaris kode tersebut seperti meledakkan pintu belakang gudang memori saya mengenai pemrograman php. Mulut saya yang terbuka menggumam sendiri; “WTF, I used to know these shit…” Dan langsung saya merasa senang karena tidak menyanggupi ajakan sang master. Betapa akan menjadi beban mereka kalau saya menyanggupi, saya mesti belajar lagi dari mula.

Tapi meski demikian tetep saya juga gak goblok-goblok amat, masih inget lah sedikitnya soal php-apache-mysql :P, masih bisa bikin-bikin program buat kebutuhan sendiri (nepuk-nepuk dada, plok-plok-plok, kukuruyuuuk :)) ).

But still, even though I’m not a real programmer, programming world is an interesting world to me. Banyak pelajaran penting yang saya ambil dari dunia itu. Dan di dunia itu saya pun bertemu orang-orang yang menarik.

Back to programming? Not now, I prefer to go to the next step of programming, to code our life to a better if-and-elseif conditions. Like Dwan said: “We’re marching on…”

++Mobile

4 thoughts on “Back To Programming?”

  1. Aves

    Kalo gua ngajak, bukan karena terdesak butuh programmer atau apapun namanya(rugi bener ngajak lo buat develop :P), cuma ngajak untuk sekedar nostalgila bahwa kita pernah punya dunia itu… yang membawa XINIX menjadi seperti sekarang ini 🙂
    Selebihnya… biar canda kita aja yang membawa bentuk code menjadi apa 😉

    Reply ↓
  2. nyenius Post author

    “Selebihnya… biar canda kita aja yang membawa bentuk code menjadi apa” wakakakakakakaka jadi inget waktu kita ‘ngerampok’ content 17tahun.com pake php =)) =)) =))

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

97 − 87 =