Eli, Eli!
Pada sedikit lempeng bumi yang Kau geser, merampungkan tugas malaikatmu.
Eli, Eli!
Begitu juga pada lintasan kereta tak berpalang, ketika satu keluarga melewatinya, pada bus antarkota yang mengejar waktu, pada anak kecil yang menyeberang jalan, merampungkan tugas malaikatmu.
Eli, Eli!
Maafkan aku yang takut melihat kehancuran itu. Tapi mayat yang berserakan itu Eli, sudah terlalu buat mataku.
ELi!
Pondasi darat yang bertumbuk pada kedalaman 10 KM, gelombang tinggi yang menggulung-gulung, ELi, terngiang jeritan mereka, terkapar terhantam balok, digulung air, terbentur-bentur segala.
Berkahilah mereka yang terbujur mati dalam puing dan tak ditemukan, mereka yang masih hidup dan belum ditemukan, mereka yang hidup dan kehilangan habis-habisan.
Mayat yang tergeletak, begitu sepi, sejarahnya habis dalam kota yang runtuh.
Eli…
Tak peduli apa agamanya, tak peduli pada Tuhan mana dia berpaling, selamatkan dia Tuhanku, selamatkan dia!
** Eli = Tuhanku