27 Februari 2005

Mengapa harus kubagi hari-hari kedalam kotak-kotak warna? Bagaimana kalau dipukul rata saja: besok hari yang menyebalkan, maka tertawalah, sambut sepenuh hati, seakan itu hari bertamasya. Kotak transparan itu buang saja, karena ia bisa menyekat kebahagiaanmu persis ransum perang yang terbatas.

2 thoughts on “27 Februari 2005”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

22 + = 29