10 Februari 2005

Untuk sastrawati manis

Aku tak akan bertemu denganmu dan membicarakan hal itu, jika itu menimbulkan keangkuhan pada jiwa. Kekerdilan mungkin menjebak lidahku tempo hari, sehingga ada yang terjatuh tanpa kutahu -entah, terdengar seperti vas bunga kesayanganmu-. Tidak sayang, manisku, seseorang yang kucintai potensinya, aku tak ingin bertemu denganmu dalam keadaan bodoh itu, -kasarnya dalam kebodohan totalku akan kata-kata, dalam istilah-istilah omong-kosong yang kulontarkan-.

Aku tak ingin bertemu, membicarakan itu, dan menjadi konyol -entah kau atau aku-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

48 − = 43