Untuk sastrawati manis
Aku tak akan bertemu denganmu dan membicarakan hal itu, jika itu menimbulkan keangkuhan pada jiwa. Kekerdilan mungkin menjebak lidahku tempo hari, sehingga ada yang terjatuh tanpa kutahu -entah, terdengar seperti vas bunga kesayanganmu-. Tidak sayang, manisku, seseorang yang kucintai potensinya, aku tak ingin bertemu denganmu dalam keadaan bodoh itu, -kasarnya dalam kebodohan totalku akan kata-kata, dalam istilah-istilah omong-kosong yang kulontarkan-.
Aku tak ingin bertemu, membicarakan itu, dan menjadi konyol -entah kau atau aku-.