Dalam gelap pandang
Aku tulis sajak ini
di kegelapan aku mencari kata
Aku meraba arti
Aku menyentuh makna
Dalam gelap pandang
Aku tulis sajak ini
Di kegelapan aku mencari jiwamu
Kamu memang tidak ada
Nampak bayangmu membuat aku
merasa
Kau ada
Aku meraba hatimu
Kutemukan arti kisah kecil kita
Jiwamu nampak luas
Bagai lautan tak bertepi pantai
Tak berujung
hatimu tak sulit
Sesulit matematika
Namun logika
Hatimu mudah bagaikan bahasa
Dalam gelap
Kutelusuri arti jasadmu
Wajahmu
Seperti gunung di kejauhan pagi
yang dibayangi embun dan sinar
matahari
Nafasmu seperti angin
jam setengah enam pagi
Berhembus
Kecil
Sejuk
Keheninganmu
Keheningan kita
Keheningan jam dua dini hari
Sepi
Tenang
Langkahmu pula seperti mobil
Jeep melintas diatas gunung
Berliku dan yakin
Sementara pelukmu setentram
aku berada didalamnya
Seperti bertelanjang dan
berendam di air hangat
Dalam gelap aku merasukmu
menyelinap lewat pori-pori
jasadmu, kutemukan jantungmu
Perutmu, telingamu
Kutemukan pula bibir yang
membuat lidahku bergetar dan
nafasku berdesah kagum
Jariku mencengkram rambutmu
Aku melihat kau diam tanpa apa
Aku melihat sebuah keheningan
Aku melihat emosi
Kemudian emosiku beranjak
Beranjak bangkit
Bangkit!
Bangkit!
Bangkit seketika menjadi nafas
ketegangan
Gila!
Aku ingin kamu
Mencium tubuhmu saja
aku memejamkan mata
Desahmu menjawab desahku
Kita berada dalam sebuah arti
Aku meraba arti
Aku menemukan makna
Kamu
dan kisah kecil kita
Kita menjadi tahu
Menjadi arti
Menjadi makna pula
Kita menjadi sesuatu
===================
Rina.
05 April 2002, 02:03 AM
terus terang capek membacanya, panjang euy.