Kecepatan angin adalah bencana
selalu siap memukul telak lamunan kita
yang menempel pada tiap kaca jendela, dimana kita selalu melihat jalanan.
Kita selalu tahu belakangan,
bahwa jalan makin kering,
kian panas dan hambar.
Pesan hanya sekadar rambu.
Ups…
ada tabrakan!
jendela adalah televisi.
yang banyak program tontonan tentang mahluk.
dijalan,
selalu punya resiko tabrakan.
Resiko menabrak; dicaci, dimaki, membuat kita seperti orang tolol, lalu berkelahi, membuat kita semakin tolol.
kita selalu tahu belakangan,
bahwa jalan makin kering,
banyak lubangnya,
menyalahkan hujan yang berlalu kemarin.
Pesan hanya sekadar rambu.
Ya, terus!
terus jalan!
jalan terus!
lupakan simpangan,
kita hanya akan lurus
dan tidak akan ngerem
sampai jalan ini habis.
lagi-lagi kita tahu belakangan,
jalan makin lurus, kelokan miring, kering, merindukan tergelincir, lalu jatuh, mencium tanah, dan …
Pesan hanya sekadar rambu.
===================
Akbar.
loe abis nabrak siapa lagi?