Akar

Mengetahui akar, rasanya seperti dihajar balok besar tepat di jidat! Kesegaran, pemahaman baru, pengungkapan akan tabir hakikat dari sapaan dan salam sehari-hari. Mengetahui akar, mendalami senyum dan sorot mata untuk melihat sesuatu dibalik sesuatu dan seseorang. Cabang-cabang yang membelok, warna dan lekuk yang dihasilkan, meyakinkan kita, bahwa kita benar-benar kita, mereka bagian dari kita, dan kita bagian mereka.

Ratusan doa-doa rahasia berhamburan kepada mereka yang tak terpandang mata. Kesenangan, bahagia, mengetahui bahwa kita adalah bagian dari sesuatu, bahwa kita adalah bagian dari akar tersebut, seperti orang stroke yang sembuh tiba-tiba dan pembuluh darahnya kembali lancar.

Semangat juga akhirnya terpompa. Kepasrahan dan penerimaan akan keadaan ikut menyusul, bersukarela menjalari hati.

Satu tabir tersingkap. Melangkah ke tabir selanjutnya. Hakikat percabangan, penjadian cabang, dan unsur-unsur cabang yang bersatu pada diri. Kita memang harus mengenali diri kita sebaik mungkin, karenanya kita harus tahu sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 37 = 42