Surat Cinta Buat PHP

Php, my dear…

Mari berkelana php sayangku, kita manipulasi para string dan integer,
assign mereka ke dalam variabel dan objek-objek. Walau kau tak begitu
mempedulikan ‘status’ mereka, dan menganggap semuanya adalah string,
kau tetap hebat sayangku. Kita include() library-library, kita buka
socket-socket, jelajahi tambun-nya database, mencari jarum haystack
dalam timbunan data, mari berkelana.

Masih kuingat, santunnya bahasamu kala perkenalan pertama kita; hanya
sebuah echo “Hello world!”, dan aku jatuh cinta seketika. Takjubku
bertambah ketika mysql_connect() bekerja dengan mulus menjembataniku
dengan dimensi data mysql. Fopen() juga menarik perhatianku, dia
bergaya didepanku dengan membaca file lokal dan remote, sambil mengatur
‘hanya membaca’, ‘baca-tulis’, ‘hanya-tulis’ dan sejumput kuasanya yang
lain atas file. Kau membantuku memasukkan file dari client ke server
dengan copy(), juga -tentu saja- move_uploaded_file().

Cinta kepadamu terasa menyiksa, seperti menjalani cinta terlarang.
Karena begitu jemariku menyentuhmu, akan sangat sulit melepaskannya
dari keyboard dan meninggalkan kode-kode yang indah, sementara
kewajiban lain menanti, ‘kewajiban utama’ yang ‘seharusnya’ aku jalani.
Oh tidak, menahan diri darimu sama saja menahan tangan menggaruk kulit
yang gatal, menggelisahkan. Walau aku berada dipasar, walau mataku
menatap wanita-wanita cantik, yang ada dikepala hanyalah
algoritma-algoritma untuk membuatmu ‘terbang’ lebih tinggi lagi dalam
aplikasi-aplikasi. Bahkan domba-domba yang biasa dihitung untuk membuat
lelah dan mata lelap, telah tergantikan oleh hitungan
perulangan-perulangan, iterasi-iterasimu, for, while, do-while,
foreach, merekalah yang setia mengantarkanku ke dunia mimpi.

Php, walau saat ini aku belum mengenalmu lebih jauh lagi, walau
kecantikanmu belum sepenuhnya kubelai, aku akan berusaha, aku akan
berenang ke dalam manual-manual, tutorial-tutorial, membongkar
aplikasi, demi meraihmu ke sisiku sepenuhnya. Biarkan orang lain
mengklaim mereka yang terbaik, tetapi mataku hanya memandangmu. Aku
hanya pemuda biasa, dengan kemampuan analitis terbatas, tapi salahkah
bila aku mencintaimu?

Kita harus memperjuangkan cinta ini.