Jumlah Anak dan Konflik

Saya pikir, angka 10 sampai 11 anak yang dipengenin kalo nikah nanti adalah angka yang tidak efisien untuk masa-masa sekarang ini. Mungkin lebih tepat atau proporsional kalau target itu diturunkan menjadi 5-6 anak saja. Sukur-sukur bisa selang-seling laki-perempuan-laki-perempuan dst…. Sebab, 10 itu terlalu besar resiko konflik yang timbul, baik ketika mereka masih dalam penanggungan orang tua, maupun setelah mereka hidup berkeluarga masing-masing. Ya memang sih, seberapa pun jumlahnya, resiko konflik tetap ada, karena konflik adalah faktor alamiah yang tak mungkin dihilangkan, dia hanya mungkin untuk diminimalisir, atau dimanipulasi menjadi sebuah sinergi. Dan seperti mungkin sering kita lihat, di setiap keluarga, biasanya selalu ada ‘biang-kerok’nya, yang tindak-tanduknya sering mengundang masalah, dari asumsi di atas, saya seolah-olah mengatakan konflik atau biang-kerok itu timbul karena banyaknya jumlah anak dalam suatu keluarga (sehingga mungkin ada yang tersisih dan perilakunya menjadi ‘menyimpang’ dari saudaranya yang lain, atau juga ada anak yang merasa dia lebih istimewa dari yang lain), tapi sialnya, asumsi di atas adalah asumsi yang tidak sepenuhnya benar, saya juga menemukan kasus biang-kerok yang timbul pada keluarga yang anaknya berjumlah sekitar lima-enam.

Walau sekarang ini belum begitu perlu bagi saya untuk memikirkan hal-hal di atas, tapi melihat fenomena ‘biang-kerok keluarga’ terjadi di depan mata, mau gak mau jadi kepikiran juga. Ya jauhnya soal calon anak-anak saya nanti (insaalah, kalo dikasih, amiin :P), deketnya adalah saya dan adik-kakak saya. Saya jadi tegang sendiri, akankah hal itu terjadi di antara kami, atau malah justru saya jadi biang-kerok yang ngebebanin keluarga???? ammpuuunn jangan sampe dah… Yah sekedar ketakutan aja, dan saya bersukur atas ketakutan ini, semoga jadi semakin awas (waspada).

Umur makin nambah, dosa makin kerasa, tanggung jawab makin jelas, harapan orang tua makin bertambah juga, keinginan mandiri makin besar… hmmmm gelisah juga nyadarin kondisi ini. Tapi itulah hidup, lepas dari satu masalah ke masalah lainnya, jadi lari dari salah satu masalah-masalah yang ada sama saja bunuh diri.

Ok ok balik ke poin pertama, 5 anak…. hmmmm.. ya 5-6 anak…. dan saya akan lihat bagaimana DNA saya akan dipecah menjadi 5-6 karakter baru ๐Ÿ˜€

7 thoughts on “Jumlah Anak dan Konflik”

  1. lo tau lah

    Aves: makan yang banyak lo
    Aves: gimana bisa punya anak 10
    Shulhu: hahahaha.. dasar..
    Shulhu: dah baca komenku blum km ves..??
    Aves: blom
    Aves: ya udah gua baca dulu
    Shulhu: hehehe.. iya deh..
    Aves: sul apanya yang gawat
    Aves: :))
    Shulhu: hahahaha.. dah baca to..
    Shulhu: gawat kan tuh ves.. boro2 10.. 5 aja keder.. ๐Ÿ˜€
    Aves: :))
    Aves: iya ya, dia nya sih enak, ngebuatnya
    Aves: :))
    Shulhu: malah seharusnya aku bilang juga.. boro2 5.. 2 aja masih keder kayake..
    Aves: Nanti juga biasa ๐Ÿ˜€
    Aves: pertamanya aja keder ๐Ÿ˜€
    Shulhu: hahahaha..
    Shulhu: dasar ya..
    Shulhu: yah.. asal bisa dibagi aja susah senengnya.. ๐Ÿ˜€
    Shulhu: tp tetep aja cewek yg kedapetan susahnya.. :))
    Aves: iye deh ๐Ÿ˜€

    Reply ↓
  2. patkay

    bah!! 5-6 anak?!! mau bikin panti asuhan loe!! tapi berapapun anak yang bisa loe produksi dari a** loe ynag mini itu…hehehe gw tetap berharap tidak ada dari mereka yang bertanduk..hahahaha

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

53 + = 61