14 Juni 2004

Ada angin liar yang mengembara ke barat, mencari kebenaran katanya. Dia menjadi bahasa Tuhan yang mencoba membaca BahasaNya yang lain. Dia tak tahu kapan dia lahir, kenapa dia lahir, dan untuk apa hadir. Dalam kesadaran yang menyesakkan, dia menemukan dirinya telah mengembara dalam jutaan perjalanan, dalam luka dan kebahagiaan angkasa, tanpa mengetahui hakekat dari yang terlihat.

Ada berita, angin mencari Tuhan, sebelumnya semua dianggap gurauan, hingga ia bertemu debu yang berzikir dan gurun yang sujud sepanjang waktu. Terperangah melihat air yang teratur bergerak menuju laut dan ketepatan datangnya siang dan malam, begitu pun dirinya yang selalu berhembus.

Ada kabar, angin diketuk kepalanya dan dia tahu Tuhan itu ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 54 = 62