JARAK DUA KATA
Tentang kemarin
Tentang mimpi semalam dan selembar daun
Dosaku bercerita
Kata-katanya membakar matahari
Higga telanjanglah aku dikeramaian
Bayang!
Pernah kutanya pada pengemis tua
Tentang jarak dua kata
Antara benci dan cinta
Antara pupus dan harap
Antara mati dan hidup
Hanya sekujur mayat ditunjukkan
Dan seruling patah
Oh… makin menangis ku pada bisu isyarat
Luput kian ini makna
Entah di mana hening kan dirasa
Berlariku pada sekumpul orang-orang gila
Bernyanyi mereka tiada suara
Seraya menarikan diri tanpa gerak
Mengucap nama tanpa kata
Menulis asma tanpa aksara
Oh…bukan jawab ditemuku
Tapi selaksa rahsia kian direntangkan
Pada petapa mana ku kan bertanya
Pada nabi mana ku kan haturkan
Mungkin cinta adalah benci kemarin
Mungkin harap adalah pupus semalam
Mungkin hidup adalah mati lusa lalu
Andai zaman tak lagi mengikat jiwa
Jarak antara dua kata
Takkan lagi dirasa
Hingga abadilah segalanya