Hati yang berdebar ragu harus dibenturkan dengan kepala yang berpikir keras, hingga pening, hingga lewat diatas batas pening. Kita tak bisa pergi dari tempat menyebalkan ini, dan memang kita TAK BOLEH pergi, sampai benang kusut ini terurai, atau setidaknya kita temukan salah satu ujungnya. Tak ada yang selesai saat ini juga, karena itulah kita membutuhkan gunung, daun hijau, dan tanah yang senantiasa dapat kita cium kedamaiannya.
Kita adalah taoge yang terus berkembang, hingga dadanya jadi perkasa, dan duri yang menempel dicabut dengan senyum saja.