Tenaga, pikiran, terkumpul pada satu titik. Menggilakan sekali, dan kesadaran selalu datang dengan usil, “Apa yang sedang kau lakukan?” Aku berhenti, tentu, kuhentikan semuanya. Tiba-tiba tikungan yang terlewati menjadi jelas. Tersasarkah aku?
Pendakian ini memang belum jelas, orang hanya menertawakan, tapi aku tahu, semakin hari semakin banyak ranting yang kukumpulkan (kelak menghangatkan dengan api, waktu dingin menerpa).
Matahari semakin terik, sedang pagi pergi entah kemana. Migrain-ku kambuh, terlalu panas, jalan tak terlihat. Biar kucari beberapa wanita nakal, agar redam pusing ini.
Aku terus berjalan, siang ini, aku terus berjalan. Mendaki, terperosok, berteduh, ketakutan, kedinginan, kehilangan pegangan, tapi aku tetap berjalan.
– ” wanita? lupakan saja! cukup harapkan mereka dalam mimpi dan film-film lelaki ” –