01 Januari 2005

Terlalu menakutkan, mengharap pada esok. Menggayut pada bayang kelabu yang tak tentu bundanya. Makin terasa waktu lihat jam yang kedodoran menuturkan waktu. Tak bisa tidak, diri ini yang harus siap utamanya, dan doa hanya pilihan kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 1 =