Kalian semua gila, menginginkan cinta begitu rupa, hingga mengemis-ngemis dibawah kaki luka yang besar. Ya aku tak suka pada luka – seusungguhnya- aku benci segbenci-bencinya. Pengkhuianatan-demi pengkhianatan datang menusukku tanpa ampun, dan mereka semua menyebutku sebagai pengkhiatnat besar! Dari mana mereka mendapatkan kata-kata itu?! Sedangkan mereka sendiri tak pernah mengurus hidup mereka semua! Mereka hanya sibuk merangkai kata-kata yang ditujukan bagi orang lain. Aku benci, kesal, marah! Tapi tak pernah ada yang mendengarkan, terpakasa aku menelan semua itu mentah-mentah! karena memang tak ada yang mau tahu alasanku, karena memang telinga mereka tak pernah terpasang untuk mendengarkan kata-kataku, aku hanyalah objek yang menjadi pemuasan ego mereka.. mereka tak pernah tahu dan tak akan pernah mau tahu, aku disini kesakitan!!! Melarat! Mereka hanya melihat kulitku yang putih karena tak pernayh terkena matahari! Aku tak poernah ingin menghujat, dan aku jadi pusat hujatan! Geblek semuanya!!!
Hey kamu yanng disana, langit yang kuridukan ini telah datang tiba-tiba disuatu sore, ia jadi tak lengkap, karena kau tak disini bersamaku untuk memnandangnya. hai kau yang kurindu, aku telan semua ini ku cerna, dan kuliahirkan kembali dalam senyum, semua ini akan lebih baik, bila kau disini. aku lagi tak percaya cinta, tapi hatiku sadar, aku membutuhkanmu.
salamku.
Written under special condition