20 Maret 2004

Aku senyum. Ingat hatimu yang selalu mengawaniku dalam hujan mendung begini. Damai rasanya, seperti air es menelusup ke hatiku dalam diam dan senyum. Rasa sayang dan haru menggeluyur tanpa kupinta. Hatimu yang adem menjejak bekas lebih dalam daripada gambarmu. Ah, mengingatmu begitu menenangkan.

Aku jadi tahu rasanya didampingi sebuah hati yang tulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 4 = 1