SUKHERLI

Ramadhan tahun lalu kita bertemu.
Aku bersama lelaki itu berjalan di trotoar pusat perbelanjaan,
kamu cengar-cengir dan kita pun berkenalan.
Tanpa kamu tahu, anak muda itu baru saja menghiburku dari patah hati yang menyakitkan.

Ramadhan tahun ini, kita bertemu lagi.
Mengejutkan!
Aku berdiri di depan sebuah toko
dengan lelaki yang sama,
yang kamu lihat tahun lalu.
Kamu cengar-cengir, kali ini kita tak lagi bertukar nama
tapi tanpa kamu tahu, lelaki itu baru saja merayuku dengan ungkapan cintanya

I wonder, Li.
Mungkinkah Ramadhan tahun depan aku-dan lelaki itu- bertemu lagi denganmu?
Tanpa patah hati, tanpa rayuan gombal, mungkin dengan sebuah kepastian?

Wallohu a’lam.


==============
(21 Oktober 2004)