Sebuah awal surat kubisikkan dengan lirih
bagi seseorang yang menjaga aliran sungai kealpaan
Lete… berikan airmu…
Hapuslah ingatanku yang mengukung
yang membuat jalanku tak terang dan selalu putus
Lete… lihatlah aku yang tersudut
hanya berharap kosong pada sosok kelam yang menyiksa
yang menyingkirkan senyumku pada jagat
Lete… ubahlah tangisku
walaupun terdengar menyedihkan
kumohon…
biarkan aku melupakannya
Haruskah kutinggikan suaraku
menjadi jerit putus asa…
Lete… mengapa kau hanya tersenyum dalam hening
mengapa kau menutup mata dan pergi
Kumohon Lete…
jangan usir aku dari hulu sungaimu
aku hanya ingin bertahan hidup