01 Oktober 2004

Jiwaku tersangkut pada rentetan pohon yang santun, memangku tangannya pada bumi, meruntuhkan putih rambutnya menuruti angin. Hati ini meradang, mencari jajaran perasaan yang muncul begitu saja dari celah tanah. Aku masih gagap mengartikannya, bertanya dalam bisik kepada kabut yang dilahirkan hutan kecil itu, dia hanya menjawab dengan geleng kecil dan senyum malu-malu.

Sisi yang sunyi muncul juga, kerinduan pelukan. Bingungnya romantisme anak kecil menagih untuk dijelaskan, ditantang kenyataan dan kesadaran yang lebih matang.

Gadis yang kulihat dari jauh, aku tak tahu, tak dapat kujelaskan, aku akan terus membuntutimu.

2 thoughts on “01 Oktober 2004”

  1. aves

    wah… ternyata benar Toba sedang jatuh Cinta…. selamat ya… akhirnya, Gua udah ngira lo bahkalan jadi Homo, kan gua ngeri… hehehehehe

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 28 = 30