19 Sept 2004

Ada yang hendak melangkah jauh. Wajahnya terang dan matanya penuh sinar kemudaan. Penderitaannya hampir berakhir, segala sumbatan ditanggalkan, tanpa daya, terbaring penuh senyum. Sudahilah keluhan-keluhan itu, semua pengapuran dan sesak di dada, malaikat menunggu di gerbang sana. Aku tak bisa apa-apa, dada penuh buncahan lambai, sedih tak terperi, mengingat kesepianmu dalam sangkar besar pada hari-hari terakhir.

Aku cium tangan, dan dua kecup untuknya.
“Nek, kau terlihat manis hari ini”

2 thoughts on “19 Sept 2004”

  1. Luigi

    Nek, senantiasalah memanjatkan doa & pengampunan kepadaNya, agar mudah perjemputan dan perjalananmu kemudian..doaku buatmu selalu kupanjatkan padanya.., Salam kenal & Salam hangat dari Tanah Monrovia ๐Ÿ™‚

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 2 = 7