Bolos dan Prinsip

Siang ini ada yang telpon, teman sekelas.

“Hallo ini Toba ya??? Eh Ba, entar lo masuk gak?”
“Insyaallah, emang kenapa”
“Enggak, kayaknya di rumah gue mendung… Eh, bener loe masuk?”
“Iye, emang loe mao bolos?”
“Tau nih, mendung…”

Kalo mao mbolos itu mbok ya berprinsip tho’! Sehingga bolosnya tidak hampa, resah dan gelisah. Sehingga jadilah bolos itu sesuatu yang berbobot. Bolos yang penuh karya dan kriya. Kenapa kita membolos karena ikutan orang lain?! Ikut bunuh diri namanya, tapi kalo bunuh diri secara rela, itu lain, seperti samurai jepang dalam upacara Harakiri-nya, lebih ber-‘isi’ bunuh dirinya.

Disadari atau tidak, diinginkan atau tidak, prinsip telah meresap dan masuk ke dalam seluruh sendi-sendi kehidupan kita.

Bahkan berak pun butuh prinsip.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 38 = 39