Tentang sejarah dosa kita
Tak ada yang bisa menghapusnya
Tercecer di belakang dalam titik-titik hitam
Tentang kesunyian
Keberengsekan yang aku tabuh
Pada bibirmu
Aku tak bisa menjelaskannya
“sudahlah, ini hampir tengah malam”
Nikmati saja cahaya kota
Dari jendela ini
Manjakan wajah dalam tamparan angin malam
Dosa masih tergeletak di situ
“tapi, sudahlah, ini hampir tengah malam”
Semuanya mendadak hening
Ada kerinduan aneh menyeruak
Memanggil sesuatu yang indah
Entah itu apa
Aku merasa sejuk dan nyaman
Angin malam, lampu kota
Pada jendela ini aku berpegangan
Menceritakan kegelisahan atas dosa
Yang terus melirik tajam
Aku ingin pergi
Tapi apa bedanya
Sejarah sudah tercatat
Kebenaran jadi tak pasti
Aku hanya terus
Menggenggam erat jendela ini
Berharap ia mengerti
Dan memberi sedikit kedamaian
Aku melihat ke bawah
Penjual makanan berderai tawa dengan tukang becak
Rasanya ingin meloncat
Dan selesai
—————-
Wednesday, July 04, 2007