Lelaki yang Kasmaran

Untuk Ganesha

Lelaki yang kasmaran
hatinya tak tergenggam lagi
berenang ke dalam telaga keindahan

Telinganya tertutup
dan bibirnya tersenyum

“Aku ingin memelukmu,
menyayangimu setiap waktu”

Kata-kata telanjang dalam kepalanya
pikiran yang rumit sirna
menjadi dunia tanpa rupa

hari-hari menjadi jalan yang menggelisahkan
ketidakpastian menjadi tema pikiran

Lelaki yang kasmaran
janganlah ia dibantah sayang
sebab, dewa sekalipun pasti dilawanya

Pertemuan dengan yang terkasih
adalah doa yang dilafazkan
dalam diam, dalam nafas, dalam gerak

“Aku akan membuatmu bahagia, duhai kecintaanku.”

Lelaki yang kasamaran
memasrahkan dirinya pada getaran
yang terasa sesak sekaligus menyenangkan
pada kekhawatiran yang mengganggu
tapi menggelorakan

Biarkanlah,
jangan usik kebahagiaannya
jangan tenangkan gelisahnya
dia sedang terbakar api
yang dulu membakar Ibrahim

——————
1:17 AM 11/21/2005

One thought on “Lelaki yang Kasmaran”

  1. reeko

    Ganesha menjawab: Biar apa yang terucap dalam napas yang satu-satu ini. Mungkin aku berlari terlalu cepat, tapi tak pernah aku sesali keberadaannya dalam hati. Terimakasih Tuhan. Terimakasih sayang. Terimakasih teman. Dirinya dalam pelukan… ๐Ÿ˜‰

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 4 =