sebuah gitar bergelung di dada
di tengah tumpukan kawan
dia bernyanyi
sendiri
meraung kepada ruang
yang gatal dihatinya
“Rasa iri telah menyakitiku”
katanya suatu ketika
Dan dia lari,
ke dalam kesendirian
ke tengah tembok-tembok
Orang-orang memperhatikannya
bersedekap, tolak pinggang, sambil-lalu
tak ada yang tahu pasti
bagaimana menghadapinya
tak ada yang mengerti
apakah dia butuh pertolongan,
dampingan.
Semuanya diam
melewatinya begitu saja.
pada keramaian pasar pun
ia selalu bernyanyi sendiri,
berteriak.
Seolah ada haknya
yang tercabut oleh keramaian
seperti kepuasannya direnggut
oleh mereka yang mengelilinginya
tak ada yang mengerti
pun yang tahu pasti
kepada siapa dia berteriak
================
2:30 PM 9/25/2005