Kata-kata hilang dalam garis-garis detail dan keringat-keringat yang seharusnya dari dulu kulahirkan. Segarnya semangat melipat kebodohan baru benar-benar terasa saat ini.
Menata pikiran tidak semudah menata bunga. Menata pikiran yang sudah terserak kemana-mana, dengan struktur tak menentu (atas-jadi-bawah, bawah jadi samping), tidak semudah menata kamar yang berantakan. Dalam garis-garis, dalam hitungan matematika sederhana, dalam coding amatiran, aku coba luruskan semuanya, merestrukturisasi lagi apa yang selalu meloncat-loncat (ya isi kepala ini).
Seperti kopi yang tak selamanya nikmat bila tanpa gula, seperti malam yang (bakal) kehilangan identitasnya bila tak ada siang. Seni yang bebas lepas pun harus bertemu logisnya matematik.
Garis-garis harus kawin dengan angka-angka, agar bentuk-bentuk dalam dunia ini dapat hadir dengan benar.
cool… inspirasi datang tak terduga bahkan tanpa kehadirannya itu adalah inspirasi yang baru…