KEMATIAN PERTAMA
Bukan bayang biasa ternalar
Tapi awan-awan damai seorang perawan
Yang dibisik anak kecil
Dari mantra-mantra surga yang masih tersisa
Hendak ku meraja-raja di lubuknya
Tak jua berlafal ini teriak cinta
Menampar-namparlah diri pada altar biara
Tak jua bersaksi ini pinta
Oh..pada doa-doa leluhurku
Aku suluhkan munajat tanah
campakkan nasib pada riwayat lilin
seraya melangkahi maut pada alinea terkahir
biar tak berkafan ini tubuh
tak pun kubur digali
ini mayat cinta tak jasad dipunya
hanya bayang hidup di batas kematian pertama
tuturkan ayat-ayat suci