Ibu, kenalkan ini calon suamiku.
Usianya dua puluh satu kurang
Empat bulan sepuluh hari
Ibu, ini calon suamiku.
Masih kuliah, tingkat tiga,
Entah kapan dia pakai toga
Ibu, dia belum punya pekerjaan
Tapi dia keras kepala,
Menggodaku dengan ungkapan-ungkapan
Cinta
Ibu, mungkin ia belum punya uang
Bahkan untuk sedikit mahar
Tapi dia keras kepala,
terus saja berkata
“Aku cinta”
Ibu, mengingatnya aku sakit kepala.
Kubatalkan saja perkenalannya ya??
Ya Ibu, saat ini ia bukan siapa-siapa.
====================
Layla.
(30 Juli 2004)
puisinya keren bngt
kayaknya gue tau siapa dia
makasih ya, 34452 🙂
Gue sepakat sama FHD, kayaknya gue juga tau orangnya…. gila, 34452, elo cyborg ya??? buset, Unit Tempur, ato Unit Dapur?? Hahahaha,,, bcanda ok 🙂
Seorang sahabat pernah ingin nikah, tapi miskin. Nabi kemudian menyuruhnya melamar si gadis, tapi pemuda itu tak punya mahar katanya, nabi bilang gunakan yang kau punya, akhirnya lelaki itu melamarnya dengan mahar cincin besi…. Memang orang sekarang itu lebih percaya pada hitungan diatas kertas…
cinta gak bisa dipake buat makan, GET REAL
Get Fungky!
kapan ya…..perkenalan itu bisa diteruskan?? ^_^
tenang..masih bis nanem singkong hehe