14 Oktober 2004

Aku tertawa, waktu angin mendahului doa kami di surau kecil ini. Angin menyusupi pohonan membentur tebing, gemersik mereka mengabarkan kedatangan hujan segera. Sebagian terpana: “Hujan ya?”.

Imam yang tak terdengar, ceramah yang terbuang kata-katanya, karena hujan dan angin bertarawih lebih gila. Sepertinya mereka ingin menertawakan kita, yang tak paham betul kedahsyatan bulan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 7