Tagged: web programming Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 2:19 pm on February 26, 2008 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Subdomain konflik dengan mod_rewrite 

    Apakah Anda menggunakan fasilitas mod_rewrite dari apache untuk menghasilkan ‘nice url’. Alias url yang katanya lebih ‘search engine friendly’. Dan disaat yang sama Anda punya satu atau lebih subdomain di server anda? Daaan mod_rewrite itu mengganggu atau lebih tepatnya lagi bikin subdomain anda error dan tidak bisa diakses.

    Baru-baru ini, gue ngalamin hal itu. Di domain root nya http://www.indexdisk.com gue pake script yang menggunakan mod_rewrite, dan gue juga bikin subdomain. Gue heran kenapa subdomain gue gak bisa diakses, alih2 nampilin root folder subdomain tersebut, dia malah mengarah ke direktori yang nggak ada. Tepatnya begini gambar errornya :

    Konsultasi kesana kesini, akhirnya ada orang di sebuah forum yang ngasih tau bahwa itu error akibat kesalahan di dalam rewrite_rule nya, katanya penyelesaiannya adalah dengan meng-exclude direktori subdomain tersebut. Saya pun searching ke internet, dan menemukan setumpuk posting yang tidak begitu membantu, sampai akhirnya ketemu. Caranya adalah dengan menambahkan kondisi dan rewrite_rule yang menghentikan proses rewrite apabila yang dipanggil adalah sebuah subdomain. Begini kode nya:

    # Stop mod_rewrite processing if subdomain requested
    RewriteCond %{HTTP_HOST} ^(.*).indexdisk.com
    RewriteRule .* – [L]

    Rewrite_rule diatas harus diletakkan tepat setelah kode RewriteEngine on yang berada di file .htaccess didalam root direktori server anda.

    Semoga bisa membantu kawan yang lain yang menghadapi masalah serupa.

     
  • Nyenius 10:49 pm on August 14, 2007 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Step-by-step instalasi Php-Apache 

      Baru terhadap Php-Apache? Ok sekarang sama-sama kita urai cara installasinya. Demi pemahaman yang lebih agak sedikit mendalam (hehehehe), kita gak akan pake paket Apache yang menggunakan instalasi otomatis (yang exe ato msi), tapi kita pake yang binary aja, jadi tinggal ekstrak dan setup manual, begitu juga dengan php-nya.

      Apa yang lo tawarkan di artikel ini?

      Hmmm, gue menawarkan sebuah tutorial praktis tentang gimana install php-apache di sistem windows. Gue nggak ngasih penjelasan detail tentang kenapa begini-kenapa begitu nya, itu bukan sasaran artikel ini. Sasaran artikel ini adalah bagaimana lo menginstall Php-Apache secara manual dari awal hingga bisa berfungsi. Gue gak menjamin keamanan atopun ke stabilan hasil instalasinya, sasaran gue adalah setup untuk server lokal, buat development lokal atopun buat belajar, jadi lagi-lagi sasarannya adalah ‘POKOKNYA SERVERNYA JALAN, DAN BISA PARSING PHP SECARA STANDAR". Gue pun gak akan ngebahas setingan yang advanced disini.

    Anggapan lo tentang gue?

    Gue asumsikan bahwa lo adalah pengguna php yang belum pernah nginstal Php-Apache secara manual, atau pernah nginstall secara manual tapi kapok untuk melakukannya lagi, misalkan karena petunjuk instalasi yang ‘berserakan’, terpisah antara php dan apache, ato karena pikiran; "Waktu itu bisa nginstall, tapi gimana ya?? @#&%!^@!(." Dan ogah ribet untuk nginget-nginget lagi.

      Dimana ngedownload Php dan Apache nya?

      Buat Apache silahken masuk ke http://www.apache.org

      Buat Php silahken masuk ke http://www.php.net ato yang indonesianya http://www.id.php.net

      Yang mana yang harus di download?

      Untuk tutorial ini, download lah yang binary package, bukan yang pake installer (.msi ato .exe). Biasanya paket binary ini berbentuk file kompresan (yang di zip).

      1. Php v5.x
      2. Apache v2.x

      OS-nya apa?

      Tutorial ini hanya menerangkan instalasi Php-Apache buat OS WinXP dan Vista.

      Spesifikasi komputernya yang gimana?

      Kasarnya, komputer abal-abal juga bisa 🙂

      Banyak omong nih kapan mulainya???

      Iye, iye, kita mulai sekarang.

      Untuk pertama kali, harap ikuti instruksi dibawah dengan runut dan sesuai dengan yang dituliskan, nanti kalo dah lancar terserah deh mo gimana juga ^_^

      Ok, so lo dah download dua program itu kan?? Belom?? Download dulu lah….

      ……..

      Nah udah downloadnya? Baru kita bisa mulai sekarang :).

      Install Apache nyok!!

    1. Ekstrak file kompresan Apache ke drive C. struktur direktorinya jadi begini: C:\Apache
    2. Sekarang buka file konfigurasi Apache, letaknya di C:\Apache\conf\httpd.conf, buka dengan teks editor favorit lo.
    3. File konfigurasi ini terbagi ke dalam 3 bagian secara garis besarnya, untuk instalasi dasar, kita hanya akan menyentuh 2 bagian saja, yaitu yang pertama dan kedua. Tapi bolehlah kita jabarin sedikit mengenai 3 bagian tersebut.

      1. Global Environment. Bagian yang berisi instruksi-instruksi yang mengatur proses server Apache secara keseluruhan.
      2. Parameter server utama. Mendefinisikan instruksi-instruksi yang menangani permintaan yang tidak ditangani oleh virtual host. Dan juga mendefinisikan sebagian default value untuk konfigurasi virtual host.
      3. Virtual Host. Setting untuk virtual host, yang memungkinkan untuk membuat banyak hostname/domain yang berbagi proses server Apache yang sama.

      Pusing ngedenger penjelasan di atas? Ya udah cuekin aja, wong gue juga baru ngeh pas lagi nulis artikel ini kok, hehehehe. Yang penting saat ini adalah apa yang akan kita lakukan dibawah ini, itu aja. Kita akan mengedit file konfigurasi ini berurutan dari awal file hingga akhir file, jadi lo Cuma perlu scroll aja terus ke bawah dan ganti value-value konfigurasi awal dengan yang disebutkan dibawah ini.

    4. Kita mulai dengan seksi kesatu (Section 1). Kalau udah selesai dengan satu setingan, terus scroll ke bawah untuk setingan selanjutnya.

      1. Cari setingan bernama ‘ServerRoot‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
    ServerRoot "C:\Apache"

      1. Hapus tanda komentar (#) pada bagian:
    #LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so

      Menjadi:

    LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so

      1. Hapus tanda komentar (#) pada bagian:
    #AddModule mod_rewrite.c

      Menjadi :

    AddModule mod_rewrite.c

      1. SEKIAN yang perlu kita lakukan pada Section 1.

    1. Lanjut ke seksi kedua (2):

      1. Cari setingan bernama ‘ServerAdmin‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
    ServerAdmin [email protected]

      1. Cari setingan bernama ‘ServerName‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
    ServerName localhost

      1. Cari setingan bernama ‘DocumentRoot‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
    DocumentRoot "C:\Apache\htdocs"

      1. Cari setingan bernama ‘<Directory "@@[email protected]@/htdocs">‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
    <Directory "C:\Apache\htdocs">

      1. Scroll ke bawah, cari setingan bernama ‘AllowOverride None‘, kemudian ganti value-nya menjadi:
    AllowOverride All

      1. Didalam tag <IfModule mod_dir.c>, tambahkan:

    DirectoryIndex index.php

    DirectoryIndex default.php

    DirectoryIndex default.html

      1. SEKIAN yang perlu kita lakukan pada Section 2.

    1. Pencet "Windows+R" (menu ‘Run’), ketik cmd untuk buka command-line Windows. Pada tahap ini kita akan menginstall Apache sebagai servis nya Windows.
    2. Setelah command-prompt nya kebuka masuklah ke direktori Apache melalui command-prompt. Buat yang belum familiar dengan command-prompt, caranya begini:

      1. Ketik ‘cd\‘ kemudian enter. Prompt akan berubah menjadi "C:\>_" 
      2. Ketik ‘cd Apache‘ kemudian enter. Maka prompt akan berubah menjadi "C:\Apache\>_", itu berarti kita sudah berada di dalam direktori Apache.
      3. Ketik ‘apache -k install -n apache‘ kemudian enter. Jika berhasil, maka akan muncul tulisan:

      "Installing the apache service

      The apache service has been installed successfully."

      kalo gagal, ya tulisan yang muncul bukan begitu.

      1. Tes instalasi servis Apache dengan menyalakannya, dengan perintah: "NET START APACHE". Jika berhasil akan muncul pesan yang mengatakan bahwa servis Apache berhasil dijalankan.
      2. Kemudian matikan servis Apache dengan perintah: "NET STOP APACHE" 

    3. Sudah sampai disitu kita selesai dengan Apache

    4. Note: Untuk uninstall servis apache, kita lakukan hal yang sama dengan ketika ingin menginstallnya hanya saja perintahnya berbeda, yaitu : "C:\Apache\>apache -k uninstall -n apache" nanti akan muncul pesan :

      "Removing the apache service

      The apache service has been removed successfully."

      Bila deinstalasi berhasil.

       

      Install PHP nyok!!!

    5. Sekarang ekstrak file zip php ke dalam direktori Apache. Struktur direktorinya jadi begini: C:\Apache\php
    6. Melalui windows Explorer, masuklah ke direktori php dan temukan file bernama php.ini-recommended, setelah itu rename file tersebut menjadi php.ini. php.ini merupakan jantung konfigurasi php. Saat ini tidak perlu banyak perubahan yang kita lakukan padanya, cukup rename saja.
    7. Kita akan ‘menginstall’ php ke dalam Apache sebagai modul*. Caranya buka file konfigurasi Apache yang terletak di: c:\Apache\conf\httpd.conf. Buka file httpd.conf itu dengan teks editor favorit lo. Sebelumnya juga udah ‘nyicipin’ httpd.conf kan, gampang kan? Nah sekarang buka dan tambahkan baris-baris berikut ini:
      1. Di bagian paling bawah LoadModule, tambahkan:

    LoadModule php5_module "c:/Apache/php/php5apache.dll"

      1. Di bagian paling bawah AddModule, tambahkan:

    AddModule mod_php5.c

      1. Di bagian <IfModule mod_mime.c>, tambahkan:

    AddType application/x-httpd-php .php

    AddType application/x-httpd-php-source .phps

        Note: bagian ini adalah instruksi agar Apache mengenali file berekstensi .php dan meminta php untuk memproses kode-kode php didalamnya, so kalo lo pengen ada file berekstensi nama lo misalkan abdul sebagai skrip php, tinggal tambahin aja "AddType applicaton/x-httpd-php .abdul", hehehehe.

    1. Untuk kepentingan pengetesan nanti, mari kita buat sebuah file php. Buka teks editor kesayangan lo, kemudian tuliskan kode berikut ini didalamnya, kemudian save sebagai phpinfo.php :

                             <?  echo phpinfo(); ?>                        

    1. SEKIAN setup phpnya.
    2. Nah tuh dua sejoli kan udah ke-install nih, tinggal tes dah udah berhasil belum semuanya.

      1. Nyalakan servis Apache. Masuk ke menu ‘Run’ dari start menu, dan ketik: "net start apache"
      2. Buka browser dan arahkan ke alamat: "http://localhost"
      3. Bila yang kebuka adalah halaman ‘Welcome dari Apache’ maka proses instalasi Apache berhasil.
      4. Sekarang memastikan instalasi php. Buka browser, arahkan ke alamat: "http://localhost/phpinfo.php"
      5. Bila yang keluar adalah halaman informasi tentang php (mulai dari versi dan lain sebagainya), maka instalasi php selesai, dan itu berarti kerjaan instalasi Php-Apache kita pun selesaiiiii!!! Howeeeeeee!!!!

      Epilogue

      Sebetulnya saat ini udah banyak ‘paket server’ yang menawarkan php-apacahe-mysql yang sudah terinstall dan terkonfigur dalam satu paket saja. Tapi untuk memulai, rasanya itu kurang ‘mendidik’, karena paket-paket tersebut pun memiliki kemungkinan error, yang kalo kita nggak tahu gimana sistem aslinya itu berjalan bisa bikin keder plus jengkel juga. Jadi dengan melakukan instalasi manual ini, diharapkan kita dapat lebih memahami tentang seluk-beluk aplikasi web server yang akan kita gunakan, minimal gak buta-buta banget lah. Selebihnya terserah mau pake ‘paket-paket’ tersebut atopun install sendiri ^_^

     
    • ariadi 10:49 pm on August 14, 2007 Permalink | Reply

      tolong donk kasi contoh aplikasi PHP, jadi khan kita bisa lebih jelas..

  • Nyenius 12:00 am on August 14, 2007 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Bagaimana Membuat Virtual Host di Apache 2.x 

      Pertama, install atau setup Apachenya dengan benar 😀 setelah itu baru kita mencoba membuat virtual host nya. Kalo lo belum setup Apache-Php nya dan kurang paham akan hal itu, coba liat artikel ini (step by step setup Apache-Php).

      Hal yang akan kita lakukan ini sudah dicobakan pada Apache 2.x (versi 2 ke atas). Gue gak tau dan gak jamin bisa jalan di Apache 1.x (kalo gak salah sih gak bisa). Dan gue baru nyoba hal ini di OS WinXP dan Vista. Perbedaan cara di XP dan Vista gue jabarin dibagian paling bawah artikel ini.

      Sekarang mari kita mulai ^_^

    1. Apa itu Virtual Host?
    2. Ngggg, saat ini gue lagi males ngejelasinnya, jadi kita lewat dulu. 😀

    3. Kenapa Virtual Host?
    4. Jawaban ‘resmi’nya gue gak tau, tapi yang jelas ini diperluin untuk menghemat effort dalam pengembangan aplikasi di server lokal. Misalkan lo punya 4 project berbeda, daripada tiap kali harus ngetik ‘http://localhost/upil_project‘, kemudian ‘http://localhost/ingus_project‘ dan seterusnya, kan mending langsung ‘http://upil_project‘ ato ‘http://upil_project.com‘ dan ‘http://ingus_project‘ dan seterusnya juga. Lagi pula dengan begitu setiap project jadi berada pada posisi root directory. Yang paling menariknya lagi tiap folder project itu bisa tersimpan dimana aja di hardisk kita, gak mesti semuanya ngumpul di satu folder ‘htdocs’ misalnya 🙂

    5. Gimana caranya?
    6. Ok, sekarang anggap Apache kita udah tersetup dengan benar, dan kita pengen bikin virtual host buat project kita yang bernama ‘odong-odong’. Begini skenarionya:

      1. Nama project : Odong-odong
      2. Domain yang mau kita buat : bisnis_odong
      3. Lokasi folder: C:My WebsOdong (buat lah / tempatkan satu file teks ke dalamnya)
      4. Lokasi Apache : C:ApacheApache
      5. Sistem operasi : WinXp

      Begini caranya:

    7. Buka file konfigurasi apache menggunakan teks editor favorit lo. Di c:ApacheApacheconfhttpd.conf
    8. Scroll ke bagian paling bawah dokumen konfig itu, atau pencet “ctrl+f” dan cari kata-kata ‘Virtual Host’. Beginilah kira-kira kondisi awal konfigurasi virtual host di httpd.conf (kata-kata yang tercetak tebal adalah yang akan lo rubah):

      #

      # Use name-based virtual hosting.

      #

      #NameVirtualHost *:80

      #

      # VirtualHost example:

      # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.

      # The first VirtualHost section is used for requests without a known

      # server name.

      #

      #

      # ServerAdmin [email protected]

      # DocumentRoot /www/docs/dummy-host.example.com

      # ServerName dummy-host.example.com

      # ErrorLog logs/dummy-host.example.com-error_log

      # CustomLog logs/dummy-host.example.com-access_log common

      #

      Rubah jadi begini:

      #

      # Use name-based virtual hosting.

      #

      NameVirtualHost *

      # Liat sebelumnya ada *.80 kan? Karena kita gak mau pusing set port number

      # ya bikin ‘umum’ sajalah :D. –jujur, gue gak begitu ngerti hahahahaha–

      #

      # VirtualHost example:

      # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.

      # The first VirtualHost section is used for requests without a known

      # server name.

      #

      # di tag pembuka ini () tadinya ada *.80 nya kan? Sekarang ilangin ajah

      ServerAdmin [email protected]_odong.com

      # ini alamat email admin webnya. karena ini Cuma di lokal, gak penting lah

      DocumentRoot “C:My WebsOdong”

      # Document root nya project lo, tempat lo naro file2 project lo.

      # Liat tanda kutipnya kan? Itu karena ada direktori yang mengandung spasi (My Webs)

      # Kalo gak ada yang make spasi sih, gak pake kutip juga gak papa.

      ServerName bisnis_odong

      # ini nama domain nya

      Ok kita selesai dengan file konfigurasi Apache, NEXT.

    9. Sekarang kita bermain-main dengan file system nya ‘Kusen’ alias ‘Jendela’ alias ‘WindowsXp’ OS andalan kita yang penuh kompromi itu 😀
    10. Buka file C:Windowssystem32driversetchosts . Biar gampangnya, pencet “Windows+R” (kotak dialog ‘Run’) kemudian ketik alamat file tadi, dan klik enter. Setelah itu akan muncul kotak dialog ‘Open With’, bukalah dia dengan teks editor favorit lo.

      Isi file tersebut yang masih perawan akan seperti ini:

      # Copyright (c) 1993-1999 Microsoft Corp.

      #

      # This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.

      #

      # This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each

      # entry should be kept on an individual line. The IP address should

      # be placed in the first column followed by the corresponding host name.

      # The IP address and the host name should be separated by at least one

      # space.

      #

      # Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual

      # lines or following the machine name denoted by a ‘#’ symbol.

      #

      # For example:

      #

      # 102.54.94.97 rhino.acme.com # source server

      # 38.25.63.10 x.acme.com # x client host

      127.0.0.1 localhost

      Nah tambahkan baris ini di bagian paling bawah (jangan lupa klik enter dulu) : 127.0.0.1 bisnis_odong

      Jadi begini:

      # Copyright (c) 1993-1999 Microsoft Corp.

      #

      # This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.

      #

      # This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each

      # entry should be kept on an individual line. The IP address should

      # be placed in the first column followed by the corresponding host name.

      # The IP address and the host name should be separated by at least one

      # space.

      #

      # Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual

      # lines or following the machine name denoted by a ‘#’ symbol.

      #

      # For example:

      #

      # 102.54.94.97 rhino.acme.com # source server

      # 38.25.63.10 x.acme.com # x client host

      127.0.0.1 localhost

      127.0.0.1 bisnis_odong

      Save dokumennya, kemudian tutup.

    11. Sekarang jalankan Apache nya, buka browser favorit lo, dan ketik alamat ‘http://bisnis_odong‘ kemudian enter. Nah seharusnya lo sekarang udah bisa ngeliat file yang lo taro di webroot lo tadi di layar browser 🙂
    12. Vista

      Cara setup virtual host Apache di XP dan Vista gak beda jauh, Cuma bedanya kalo di Vista kita perlu privilege Admin supaya bisa ngedit file ‘hosts’ nya Windows. Lokasinya juga sama kok di ‘%SystemRoot%System32Driversetchosts‘. That’s it.

      Ok begitulah, silahkan mencoba. Kalo ada yang salah ato kurang dari penjelasan gue feel free to write me a comment 🙂

     
    • Roman 12:00 am on August 14, 2007 Permalink | Reply

      Let justice be done tough heven falls OR
      I don’t know what is going on?

  • Nyenius 12:03 am on July 21, 2007 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Akhir hayat php 4… 

    PHP 4 end of life announcement
    [13-Jul-2007]

    Today it is exactly three years ago since PHP 5 has been released. In those three years it has seen many improvements over PHP 4. PHP 5 is fast, stable & production-ready and as PHP 6 is on the way, PHP 4 will be discontinued.

    The PHP development team hereby announces that support for PHP 4 will continue until the end of this year only. After 2007-12-31 there will be no more releases of PHP 4.4. We will continue to make critical security fixes available on a case-by-case basis until 2008-08-08. Please use the rest of this year to make your application suitable to run on PHP 5.

    For documentation on migration for PHP 4 to PHP 5, we would like to point you to our migration guide. There is additional information available in the PHP 5.0 to PHP 5.1 and PHP 5.1 to PHP 5.2 migration guides as well.

    further info see http://www.id.php.net

     
  • Nyenius 9:18 pm on June 6, 2007 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Crazy About Cake 

    Pada awal tahun ini, saya kelimpahan proyek web lagi dari seorang kawan. Sama seperti proyek-proyek web sebelumnya, menggunakan php-mysql. Jadi apa bedanya? Istimewanya proyek kali ini adalah pembuatannya yang menggunakan framework, sesuatu yang sebelumnya saya anggap sebagai mistik, repot, aneh, dan ribed. Hehehehe, maklumlah gue Cuma programmer web amatiran yang Cuma ngerti cara prosedural ajah, dan lagi kesusahan belajar konsep OOP (object oriented programming). Teman saya itu tahu betul saya Cuma bisa cara prosedural, tapi dia mau mencipratkan pekerjaan tersebut kepada saya, tentu dia punya pertimbangan sendiri, maka saya pun berani menyanggupinya, karena saya percay a dia punya kepercayaan tersendiri kepada saya (jeh ribed).

    Intinya gue ambil pekerjaan itu, dan memang proyek itulah yang saya butuhkan agar saya bisa dan ‘terpaksa’ betul-betul belajar mengenai OOP (sekali lagi, object-oriented programing). Saya mulai modul pertama saya dalam keadaan buta terhadap keajaiban-keajaiban yang dilakukan framework buatan teman saya tersebut. Dia kasih saya API dasar dari frameworknya, tapi tetep aja saya belum bisa dan biasa baca dokumentasi API, jadi patokan saya adalah contoh yang dia beri, dan beberapa penerangan tentang cara kerja framework tersebut dari beliau –which is banyak yang saya lupa–. Perkembangan proyek berjalan lamat-lamat (2 bulan ya ves?), baru pada masa-masa akhir proyek itulah saya mulai mengerti tentang kerja framework itu (karena juga ditengah jalan saya diangkat jadi ‘system analyst’, karena system analis yang satunya mandek), sehingga saya tidak perlu lagi ‘nyontek’ ke skrip yang sudah ada.

    Bekal ilmu terbesar disitu adalah saya mulai mengerti tentang konsep three-tier (Model-View-Controller). Dimana kehandalannya adalah terdapat pada pemisahan logika-tampilan-database. Setelah proyek tersebut 90% rampung dan sekarang sedang dalam tahap uji-coba oleh usernya, terbetik dihati ingin mencoba sebuah framework php yang lainnya. Selain ingin tahu, juga ingin memastikan benar-tidaknya pemahaman saya tentang three-tier, dan jelas ingin menguatkan apa yang baru saja saya ngerti. Didepan Firefox, saya mengingat-ingat nama framework yang pernah saya dengar….. Teringatlah rekomendasi teman saya fahdi duluuuuu banget yaitu CakePHP, langsung saya ketik; http://www.cakephp.org disitulah mulainya saya masuk ke dunia CakePhp Rapid Development. Saya download package-nya, manualnya, API-nya (pake TeleportPro), lantas saya tinggalkan menumpuk di harddisk selama hampir sebulan. Begitu ada waktu luang, langsung saya buka itu package, manual, dan API nya.

    Yah saya ulik itu package sebagaimana ‘konvensi’ menggunakan skrip orang lain, baca README, INSTALL, dan keterangan berbentuk dokumen teks lainnya. Saya baca manualnya dengan runut. Hehehehe yang bikin saya pengen ketawa, orang-orang baik yang sudah membuat skrip dan manual itu selalu saja mengatakan kepada pembaca sebuah pernyataan yang seperti: “…kita menggunakan konsep MVC, anda tidak mengerti apa itu MVC? Tenang saja itu tidak sesulit kelihatannya, bahkan saat ini anda tidak perlu betul-betul mengerti tentang MVC….” Anda tahu, kalimat-kalimat seperti itu menenangkan, dan percaya atau tidak, itu membantu membuat sesuatu yang rumit jadi terbayang seperti mudah, dan juga tenang karena kita jadi percaya bahwa ada orang-orang baik yang mencoba menjelaskan kerumitan itu dengan cara yang paling mudah dimengerti orang.

    Pada akhir manual tersebut, ada dua buah tutorial membuat aplikasi dengan framework CakePHP. Hmm disinilah dimulainya pengertian praktis dari suatu aplikasi yang baru kita baca (setidaknya bagi saya). Dua tutorial untuk membuat modul user dan modul login. Saya lakukan, dan berhasil! Fufufufu mata saya berbinar-binar, dan ngomong sendiri, yoi, ini baru cepet buat bikin aplikasi web. Kebetulan juga saat itu ada rencana bikin website buat klub petualang SMA gue (Mothahari Adventure Team). Jadilah sudah, dapet ‘mainan’ baru plus kesempatan buat praktek. Mulailah saya bikin itu website, dan makin tenggelam saya dalam manual dan API CakePHP (saat itulah saya baru bener-bener bisa baca dan ngerti maksud dari API itu apa :p). Dalam kurun waktu 3 hari, website itu pun rampung sekitar 80%, dan sudah online terpasang, tinggal proses otentikasinya yang belum.

    Dari situ saya makin gandrung sama CakePHP, karena hal tersebut betul-betul memudahkan pengerjaan aplikasi web. Beberapa rencana baru mulai berdatangan, yaitu mengkoding ulang (bahasanya aneh ya) mustnews dan Mustang Forum berikut blog ini menggunakan CakePHP. Dalam proses koding ulang mustnews inilah muncul hambatan-hambatan baru (yang disebabkan ketidak-tahuan saya), but it’s all fun ^_^

     
    • aves 9:18 pm on June 6, 2007 Permalink | Reply

      Mantablah Toba… 😀

    • Aves 9:18 pm on June 6, 2007 Permalink | Reply

      BTW, ngapain Nama gua jadi “sample Nama” di Project baru lo?? huhuhu… mana pake Email yang valid, Ntar gua kena spam lagi nih 😀 kaya ngga tau aja kl gua lagi males nambah pengalaman kena Spam 😀

  • Nyenius 3:47 pm on May 25, 2007 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Asosiasi Tipe File di Eclipse 

     
  • Nyenius 7:33 pm on October 30, 2006 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Surat Cinta Buat PHP 

    Php, my dear…

    Mari berkelana php sayangku, kita manipulasi para string dan integer,
    assign mereka ke dalam variabel dan objek-objek. Walau kau tak begitu
    mempedulikan ‘status’ mereka, dan menganggap semuanya adalah string,
    kau tetap hebat sayangku. Kita include() library-library, kita buka
    socket-socket, jelajahi tambun-nya database, mencari jarum haystack
    dalam timbunan data, mari berkelana.

    Masih kuingat, santunnya bahasamu kala perkenalan pertama kita; hanya
    sebuah echo “Hello world!”, dan aku jatuh cinta seketika. Takjubku
    bertambah ketika mysql_connect() bekerja dengan mulus menjembataniku
    dengan dimensi data mysql. Fopen() juga menarik perhatianku, dia
    bergaya didepanku dengan membaca file lokal dan remote, sambil mengatur
    ‘hanya membaca’, ‘baca-tulis’, ‘hanya-tulis’ dan sejumput kuasanya yang
    lain atas file. Kau membantuku memasukkan file dari client ke server
    dengan copy(), juga -tentu saja- move_uploaded_file().

    Cinta kepadamu terasa menyiksa, seperti menjalani cinta terlarang.
    Karena begitu jemariku menyentuhmu, akan sangat sulit melepaskannya
    dari keyboard dan meninggalkan kode-kode yang indah, sementara
    kewajiban lain menanti, ‘kewajiban utama’ yang ‘seharusnya’ aku jalani.
    Oh tidak, menahan diri darimu sama saja menahan tangan menggaruk kulit
    yang gatal, menggelisahkan. Walau aku berada dipasar, walau mataku
    menatap wanita-wanita cantik, yang ada dikepala hanyalah
    algoritma-algoritma untuk membuatmu ‘terbang’ lebih tinggi lagi dalam
    aplikasi-aplikasi. Bahkan domba-domba yang biasa dihitung untuk membuat
    lelah dan mata lelap, telah tergantikan oleh hitungan
    perulangan-perulangan, iterasi-iterasimu, for, while, do-while,
    foreach, merekalah yang setia mengantarkanku ke dunia mimpi.

    Php, walau saat ini aku belum mengenalmu lebih jauh lagi, walau
    kecantikanmu belum sepenuhnya kubelai, aku akan berusaha, aku akan
    berenang ke dalam manual-manual, tutorial-tutorial, membongkar
    aplikasi, demi meraihmu ke sisiku sepenuhnya. Biarkan orang lain
    mengklaim mereka yang terbaik, tetapi mataku hanya memandangmu. Aku
    hanya pemuda biasa, dengan kemampuan analitis terbatas, tapi salahkah
    bila aku mencintaimu?

    Kita harus memperjuangkan cinta ini.

     
  • Nyenius 9:20 am on February 19, 2006 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Learn CSS: Part II 

    It seems my little research about CSS is starting to make myself clear about CSS. At last 😀 As far as I know, css is only some ‘stuff’ to be use in < span > < div > or in any html elements as property, to help formatting the page. And now I know it’s awesome! 😀

    Here is the sample page that I create fully using css (still not perfect though) : Full DIV -test page-.

     
  • Nyenius 11:46 am on February 18, 2006 Permalink | Reply
    Tags: , web programming   

    Latest Release of Mustnews 

    Version 1.0.3 b : MustNews_1.0.3_beta.zip (124,080 Kb)

     
  • Nyenius 11:11 am on February 18, 2006 Permalink | Reply
    Tags: web programming   

    Table –> to –> Div 

    I’ve red some of CSS and XHTML tutorial, since the the most stupid for tutorial til’ little bit advance one. I’ve also review currently running Mustnews again-and-again for it’s speed, efficiency (code and actual work), security, stability, design and found so many bugs there :p hehehehehhehe….

    About the design, I think the complicated table makes it loads little bit slower, so I do some research to solve this problem. And yeah, I found it 😀 hehehehe CSS, I’m gonna give a try to use < DIV > with some help from css instead of ‘the oldman’ < table >. huh seems Ive been out of date for talking bout ‘creating table with css’ right? Ah, no big deal to me, as my friend say: “We are the lovely pragmatic programmer..” 😀

    Btw, here’s a site that provide quite nice and easy to follow tutorial about Web development like CSS, HTML, and XHTML etc http://www.alistapart.com.

    Enjoy.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel