Tagged: kita Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 5:28 pm on May 15, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , kita,   

    Kelewat Peduli 

    Baca satu tulisan blog kontributor lifehacker.com berjudul ‘how to not give a fuck’ cukup menggelitik penuhnya kepala gw dalam beberapa hari ini. Semakin seseorang fokus terhadap sesuatu, semakin tenggelam dia ke dalamnya, semakin intens, semakin tak tersentuh.

    Ya, tulisan itu membahas tentang hal umun yang seringkali menjadi kekhawatiran banyak orang. To be look bad.

    Orang beropini atas kita dan begitu juga kita atas mereka. Orang berusaha saling mempengaruhi, merasa bahwa mereka tahu solusi terbaik untuk orang lain. Dan tak terasa terlalu lama hidung kita nangkring di dapur orang lain sampai lupa dapur sendiri.

     
  • Nyenius 2:59 pm on December 24, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , babi, , INI, kisah nabi, kita, seperti, surat, tapi, wajahmu   

    Ras Babi 

    Apakah wajahku seperti babi?
    Atau wajahmu?
    Ataukah kita ini sekumpulan babi?

    Tapi kemarin jumpa
    Kita ucapkan salam
    -seperti manusia dalam kisah nabi-nabi-
    Kita bicara dengan bahasa manusia
    -seperti yang terlihat dalam layar lebar-

    Kita diskusikan strategi
    Dan jalan kesucian

    Jadi, apakah kita ini?

    Sekian dulu surat ini kutulis
    Nguikk grookkk…

     
  • Nyenius 1:01 am on November 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: cinta fitri, , kiai, kita, momok, quick count, , sinetron religi, tivi,   

    Televisi Sebagai Laknat Dan Nikmat 

    Semenjak ditemukannya, televisi telah mewarnai hari-hari manusia. Menjadi teman, alat, momok, dan segudang plus minus lainnya tentang televisi.

    Tulisan ini saya buat ketika melewati tivi di kamar dan seketika sadar: “Dah lama juga gue gak nonton tivi.” Sebetulnya bukan saya aja yang dah lama gak nonton tivi, tapi juga istri saya. Selain karena memang waktu untuk menonton tivi yang seperti tidak ada, selalu ada pertanyaan di benak kami: “mau nonton apaan di tivi?” Karena merasa lebih banyak sampah yang ditayangkan tivi sekarang ini. Apapun itu, begitu tampil di tivi, bisa jadi jungkir-balik, jumpalitan, salto, dan kami tertimpa skeptis berat tentang program dan kebenaran televisi.

    Presiden kita melalui lembaga polling yang disewanya menggunakan televisi sebagai -yang menurut saya- kecurangan berkampanye. Yaitu ketika pemungutan suara masih berlangsung, quick count dari lembaga survey tersebut sudah ditayangkan. Padahal itu dipercaya dapat menggiring opini rakyat yang belum memilih.

    Production House yang mengejar pemasukan perusahaannya dengan membuat sinetron religi keblinger dengan pencitraan kiai-kiai sebagai orang sakti, tasbeh berguna untuk ngusir setan dan segala macamnya, juga tampil disitu. Berulang-ulang, tak peduli apakah penontonnya muak atau tidak. Cinta Fitri yang dibuat sejak jaman adik saya SD sampe sekarang udah SMA, masih juga tampil dengan musuh yang itu-itu saja.

    Teman saya pernah bilang, dia tidak suka baca buku, dan lebih memilih melihat berita di televisi. Karena dengan membaca buku dia takut terpengaruh oleh pikiran ‘orang yang gak jelas’. Saya balik bertanya, mengenai kejelasan sumber, lebih jelas mana tivi atau buku? Buku, kita bisa baca riwayat pengarangnya pada sampul/halaman belakang buku. Masih kurang puas, bisa searching lebih lanjut tentang si pengarang di internet. Sehingga kita tahu dari mana, siapa, orang berlatarbelakang seperti apa, kita menerima atau menolak pemikiran yang dituangkan dalam sebuah buku.

    Sedangkan televisi? Tahukah kita siapa editor sebuah acara berita (apalagi gosip)? Tahukah kita apa motif dia meluluskan sebuah berita, dan menolak tumpukan berita lainnya? Tahukah kita visi pemilik sebuah stasiun tivi? Ditambah lagi dengan fenomena monopoli tersamar yang dilakukan grup MNC terhadap stasiun-stasiun tv besar di Indonesia. Itu semakin menambah keraguan saya akan ‘kebenaran televisi’. It’s a bunch of driven informations without us knowing where they want to drive us.

    Memang tidak selamanya program televisi itu buruk, saya termasuk penggemar setia acara-acara besutan aktor senior Deddy Mizwar. Karena kebetulan saya mengikuti perkembangan beliau semenjak film-filmnya di tahun 70-an. Semenjak beliau main film panas sampai akhirnya mendapat pencerahan untuk membuat sinema-sinema religi yang cerdas.

    Walaupun suka, ada beberapa hal yang saya kritisi, yang saya anggap bisa menjadi ‘bahaya’ tertentu; bahaya salah paham. Contoh konkritnya pemenggalan cerita pada sinetron terbaru beliau yaitu Para Pencari Tuhan. Banyak sekali pemenggalan cerita yang menggantungkan status suatu masalah yang diangkat dalam satu episode, yang dengan tujuan membuat orang penasaran dan ingin menonton kelanjutannya. Tapi pemenggalannya itu pada bagian penting. Dan saya tahu banyak yang penasaran, dan banyak yang pula tidak sempat menonton kelanjutannya, yang notabene merupakan penjelas dari informasi (baca;dakwah) yang tak selesai pada episode sebelumnya.

    Tapi karena televisi juga, saya yang belum pernah ke luar negeri bisa tahu seperti apa perayaan tahun baru di London. Saya bisa tahu mengenai padang rumput anatolia yang indah. Karena televisi, orang-orang hebat dapat menyebarkan inspirasinya kepada khalayak luas.

    Televisi sebagai sebuah bentuk media massa, dapat memberikan (baca; menyebarkan) dampak positif dan negatif secara massif. Televisi tidak bisa disalahkan, dia hanya benda, sedangkan stasiun televisi merupakan bidang luas yang tak terjamah oleh tangan kita yang kecil. Tak ayal; kita yang harus siap.

     
  • Nyenius 4:17 am on May 2, 2010 Permalink | Reply
    Tags: akun, , , cek email, email forum, formulir, kaskus, kita, Perhatikan,   

    gimana sih cara daftar kaskus, gmail, yahoo, facebook??? dan seterusnya 

    PERHATIAN:
    Bagi anda yang ingin petunjuk praktis cara daftar di kaskus, masuk ke posting saya yang ini :

    1. Panduan Lengkap Mendaftar di Kaskus.us
    2. Bagaimana Cara Menghapus Permanen atau Menon-aktifkan Sementara Akun Facebook?
    3. Bagaimana cara daftar Facebook?

    Pagi ini, ketika gw berkendara motor, adek gw kirim BBM menanyakan cara daftar user di kaskus. Kemarin-kemarin gw setengah idup meyakinkan temen kampus untuk bikin email demi kelancaran mengopi tugas :p, dan mendapat jawaban sengit, “ribet ah daftarnya”

    Jadi kebiasaannya, belum juga dibuka webnya udah mikir bakal ribet duluan. Itu dulu, sekarang beda. Para webmaster sampe pada sekolah demi menghadirkan interface web yang memudahkan kita menggunakan online services.

    Sarangw, ketika ingin mendaftar disuatu layanan online (baik email, forum, social ring). Masuk dulu ke situsnya. Perhatikan baik-baik halaman muka situs tersebut, dan cari link (baik berupa tulisan maupun image) yang berarti; daftar. Rata-rata layanan online bahasa inggris, dan untuk saat ini gw yakin pasti pada ngerti kalimat inggris yang berarti ‘daftar’. Seperti ‘sign up’, ‘register’, ‘join’.

    Kebingungan gak jelas berlanjut, setelah masuk ke halaman form daftarnya. Relaks, baca, perhatiin halamannya dari atas sampe bawah, baca dan ikutin aja apa kata petunjuknya. Oops! Setelah klik submit kok balik ke halaman yang sama. Jangan panik, ini terjadi karena ada kesalahan dalam mengisi formulir daftar tadi, entah ada yang kelewat ataupun tidak ikut aturan pengisian (yang angka diisi huruf), atau umumnya username yang kita pilih sudah ada yang pake.

    Setelah selesai dari form daftar, perhatikan apa tulisan yang ada dilayar, apakah minta ’email verification’ atau tidak. Kalo gak yakin coba aja langsung login. Kalo ga bisa, segera cek email, adakah email yang datang dari situs yang baru kita daftar tadi. Kalo ada ikutin yang diminta.

    Teknis pendaftaran service online yang umum saat ini jenisnya dibagi dua, satu dengan meminta verifikasi email, yang kedua tidak minta verifikasi email.

    Jadi kawan-kawan. Kuncinya:
    1. Coba dulu, seringkali bayangan itu menipu.
    2. Baca dan perhatikan baik-baik halaman web yang sedang anda hadapi. Ikuti petunjuk yang sekiranya bisa membantu ente mencapai maksud ente dengan memasuki situs tetsebut. Stay focus on your purpose.

     
    • fahdi 9:57 pm on May 2, 2010 Permalink | Reply

      sekarang padahal, pake fesbuk konak udah bisa konak kemana-mana.

    • Nazla Luthfiah 10:48 am on May 3, 2010 Permalink | Reply

      tes gadget deui ieu teh?

    • robby widi wibowo 5:56 am on February 16, 2011 Permalink | Reply

      SAYA mau jual ban komet M1 ukuran 60/80 untuk ban depan
      ban belakang ukuran 70/80
      kondisi ban masih mulus
      saya mau jual ban dalam + ban nya RP 1000.000
      kl anda minat hubungi saya
      085214364663

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel