Tagged: DALAM Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 2:59 pm on December 24, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , babi, DALAM, INI, kisah nabi, , seperti, surat, tapi, wajahmu   

    Ras Babi 

    Apakah wajahku seperti babi?
    Atau wajahmu?
    Ataukah kita ini sekumpulan babi?

    Tapi kemarin jumpa
    Kita ucapkan salam
    -seperti manusia dalam kisah nabi-nabi-
    Kita bicara dengan bahasa manusia
    -seperti yang terlihat dalam layar lebar-

    Kita diskusikan strategi
    Dan jalan kesucian

    Jadi, apakah kita ini?

    Sekian dulu surat ini kutulis
    Nguikk grookkk…

     
  • Nyenius 3:50 am on November 16, 2010 Permalink | Reply
    Tags: DALAM, dinosaurs extinction, dinosaurus, extinction theories, funz, kartun, Musnahnya, , Teori   

    12 Teori Musnahnya Dinosaurus Dalam Gambar 

    Source: http://www.funz.eu/2010/09/25/dinosaurs-extinction-theories-12-pics/

    12 Teori musnahnya dinosaurus dituangkan dalam gambar kartun.

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 1

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori  2

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 3

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 4

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 5

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 6

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 7

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 8

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 9

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 10

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 11

    Dinousaurs Extinction Theory

    Teori 12

    Rolling on the floor

    Rolling on the floor

    Rolling on the floor

    Rolling on the floor

     
  • Nyenius 1:00 am on November 11, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , cerpen, DALAM, kamus besar bahasa indonesia, kreatifitas, musikalisasi puisi, perang diponegoro, , seni adalah,   

    Dekompresi Puisi: Cerpenisasi Puisi 

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III terbitan tahun 2001, Β puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

    Ada pula yang mengartikan secara simpel bahwa puisi adalah pemadatan bahasa. Dan saya sendiri mengartikan puisi adalah kompresi/pemadatan suatu peristiwa, emosi ke dalam kata-kata (tentu untaian kata-kata yang dalam konteks definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia tadi ya, jadi quotes ya tidak termasuk puisi).

    Jadi dari pengalaman, peristiwa fisik atau peristiwa emosional dipadatkan ke dalam gubahan puisi. Dalam gubahan kata-kata yang menyusun bahasa, singkat, jelas, tapi tetap menggambarkan esensi keseluruhan dari peristiwa tersebut.

    Contoh, perang Diponegoro yang berlangsung bertahun-tahun, diceritakan kembali dalam sebuah puisi, yang berisi 5-6 baris sajak. Atau sebuah pemikiran hasil proses berhari-hari bahkan bertahun-tahun dituangkan dalam beberapa bait saja.

    Dan apa yang dilakukan seseorang ketika dia membaca sebuah puisi? Yang pasti berusaha memahami maksud puisi tersebut, dalam kata lain berusaha menerjemahkan. Bahkan bagi yang memiliki landasan keilmuan tentang puisi, dia akan berusaha menganalisis puisi tersebut ke dalam apresiasi yang berbobot.

    Lantas, dari pemahaman yang didapat itu, kemana ‘larinya’? Tujuan dari seni adalah pemuasan kebutuhan batiniah baik bagi sang kreator maupun penikmatnya. Dan dalam hubungan jejaring kreatifitas, sudah biasa terjadi karya seorang kreator dalam satu bidang seni, menginspirasi kreator lainnya dari bidang seni yang berbeda. Seseorang membuat puisi dari sebuah lukisan misalnya. Atau seseorang membuat lukisan dari sebuah puisi.

    Dalam halnya puisi, telah banyak transformasi lanjutan yang dilakukan oleh para seniman berbagai bidang, dari bidang seni musik (dan sudah terkenal) ada musikalisasi puisi, dari bidang teater ada dramatisasi puisi, dan lain sebagainya.

    Berangkat dari definisi saya pribadi bahwa puisi adalah kompresi emosi dan peristiwa ke dalam susunan bahasa yang diatur secermat mungkin. Juga sebagai lanjutan dari apresiasi dan pemahaman puisi, ada bentuk lain yang masih bisa digarap selain apresiasi dalam bentuk analisa kritik dan kepuasan batin saja. Yaitu dekompresi puisi.

    Dekompresi puisi adalah suatu usaha menafsir ulang rangkaian emosi dan peristiwa dalam puisi ke dalam bentuk cerita (cerpen, novel, naskah teater/film). Apakah harus sama persis dengan maksud / peristiwa yang dialami oleh sang penyair? Tentu tidak, penafsiran ulang yang dituangkan dalam sebuah cerita dari sudut pemahaman pembedah akan arti sebuah puisi.

    Dan bentuk cerita yang paling mungkin adalah cerita pendek atau cerpen. Secara bentuk, cerpen lebih memiliki kemiripan dengan puisi, yaitu sebuah fragmen, potongan kecil dari sebuah garis peristiwa yang panjang. Bentuk penceritaan kedua yang lebih mungkin adalah naskah drama atau skenario film. Sedangkan untuk bentuk novel, saya pikir akan diperlukan kecerdasan yang lebih lanjut untuk mengolah sebuah puisi menjadi novel.

    Sejauh ini, saya baru dua kali melakukan dekompresi puisi ke dalam bentuk cerpen. Jadi, ketimbang saya hanya bicara saja, saya akan tunjukkan maksud tulisan ini dalam contoh konkret cerpen hasil penafsiran atas puisi Rendra berjudul Ballada Sumilah. Diceritakan ulang dalam cerpen yang berjudul sama; “Ballada Sumilah”. Silahkan dibaca di sini.

    ***Jangan ragu untuk memberi kritik tertajam Anda atas cerpen saya tersebut, pada bagian komentar tulisan ini (a critic invitation) πŸ™‚

    ++Mobile

     
  • Nyenius 3:55 am on November 5, 2010 Permalink | Reply
    Tags: aja, dah, DALAM, hari, ikut, oret, p day, , udah, ya udah   

    ORAT-ORET 

    Keikutsertaan pertama dalam tantangan 30 hari menggambar.

    SALAHHHHH, ternyata ‘musti’ ikut tema bersama πŸ˜›

    ya udah, ini jadi tempat mejeng orat oret aja dah πŸ˜›

    day 1: my smoking hand

    day 1: my smoking hand

    ++Mobile

     
    • nazla 10:15 am on November 5, 2010 Permalink | Reply

      Weh, ikut juga? Cool!

    • Subhan Toba 3:31 pm on November 5, 2010 Permalink | Reply

      thanks for reminding bahwa ‘acara’ ini ada temanya πŸ˜›

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel