Tagged: cinta Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 9:52 am on May 16, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , cinta,   

    7 Jeda Keenam 

     

    ––

    Setelah kau membenciku
    Dan menistakan namaku
    Datanglah masa itu,
    Kau mencintaiku

    .-

    Dalam remang
    Kau menelengkan kepala
    Membisikkan desah
    Dan keringat manis timbul dalam udara berpendingin

    .-

    Kau memaki
    Menista kembali
    Dan tak putus mengingatku

    ..-.

    Dalam remang
    Kau cengkeram tanganku
    Entah mencegah
    Entah meminta

    -..

    Kau memaki
    Menista kembali
    Kali ini, kau mau sedikit mendengarkan

    ..

    Karpet merah terbentang
    Kau menista namaku penuh rindu
    Kau memaki penuh kagum
    Hati telah bersahutan
    Dan udara adalah cinta

    -.

    "Disebabkan salahku?
    Atau perasaanmu membiru?"
    Tanyamu sendu.

    "Perasaanku", jawabku

    "Ya, ya…"

    .-

     

    ---------------------
    May 16th, 2011, 09:53 am 
     
  • Nyenius 8:43 am on March 29, 2011 Permalink | Reply
    Tags: cinta, puisi katarsis, puisi perenungan   

    Sedikit Kisah dan Secercah Kilau 

    Sedikit hati bagi yang tak memiliki

    Sedikit bumi bagi yang tak berpijak

    Sedikit hangat bagi yang membeku

    Sedikit cinta bagi yang kehilangan

     

    Secercah cahaya bagi yang kelam

    Secercah harapan bagi yang putus asa

    Secercah angin sejuk bagi yang gelisah

    Secercah sentuhan bagi yang ketakutan

     

    Sedikit sakit untukku yang lupa diri

    Secercah senyum untukku yang tak berwajah

     

     

     
  • Nyenius 5:40 am on March 17, 2011 Permalink | Reply
    Tags: cinta   

    Suatu Senja yang Terlambat 

    “aku siap, menerima tamparan terkerasmu”
    Gadis bermata sayu, menatap lekat pujaannya

    “kau dimabuk cinta sayangku”
    Berkata lelaki penuh pikat pada suaranya

    Sejenak termenung, sang gadis menjawab
    “tidak, aku siap sebetul-betulnya”

    Angin menghembus
    Menarikan rambutnya, menguji mata indah
    Yang tanpa kedip menatap penuh puja

    Menderap segera
    Dinding bernama kebuntuan
    Sebab cinta terlambat diungkapkan

    Mereka duduk,
    Begitu berdekatan.
    Kulit yang kencang saling berpegang
    Tapi galaunya terpisahbelah samudera

    Tubuh hilang arti
    Pertemuan bertimangkan cinta
    Memangku dua hati yang memanggil

    “kemanakah kita kan melangkah”
    “ke museum”

    Keduanya bangkit, dan pergi
    Tersenyum

    Mereka tahu betul
    Definisi esok adalah perpisahan

     
  • Nyenius 1:01 am on October 25, 2010 Permalink | Reply
    Tags: cinta, komitmen, pendewasaan cinta, pertumbuhan cinta   

    Sebuah Posting Gak Penting Tentang Cinta 

    Saya tahu rasanya dada berdenyut sesak karena mendambakan seseorang. Seolah seluruh oksigen di dunia habis, seolah tanah tempat berpijak adalah rawa yang labil. Rasa takut, rasa rindu, rasa senang, menekan berbarengan tepat di ulu hati, serasa jantung diremas-remas tanpa bisa melawan. Banyak yang bilang ini adalah jatuh cinta, atau orang dulu bilangnya gandrung.

    Setelah rasa itu mendarat keras di dalam hati dan pikiran, akan ada hal lain ikut menelusup; rasa cemburu. Sebuah bumbu indah yang mewarnai jalannya percintaan, sekaligus bisa menghancurkannya. Tapi saya rasa penghancuran hubungan cinta melalui cemburu adalah sebuah sistem alami untuk membuat seseorang bertemu dengan orang yang lebih tepat untuknya. Atau biasa dikenal sebagai seleksi alam.

    Sudah umum, sebelum dua insan membuat komitmen, sebelumnya mereka menjalin hubungan pertemanan terlebih dulu. Beberapa orang tidak sadar, bahwa begitu memasuki suatu hubungan berkomitmen, segalanya tidak akan sama.

    Dari ketidakmengertian akan satu hal ini saja beberapa orang mengalami ‘seleksi alam’ (baca: perpisahan) lebih cepat dari yang lain. Tidak bisa kita mengharapkan seorang pacar bersikap sepenuhnya seperti seorang teman biasa, dan tidak bisa kita berharap seorang suami/istri akan bersikap sepenuhnya seperti seorang pacar. Akan selalu ada tuntutan yang meningkat, seiring dengan bertambahnya tingkat keseriusan sebuah komitmen.

    Dan denyutan-denyutan asing yang mengasyikkan tadi berangsur-angsur akan mereda, berganti sesuatu yang lebih dewasa; tanggung-jawab. Dia mereda, bukan hilang, menjadi sebuah perasaan yang lebih terstruktur dan rasional. Denyutan itu akan sesekali muncul pada momen yang tak pernah bisa ditaksir, menjadi penguat akan rasa cinta yang semakin bijak. Sebuah sistem alam untuk membangun fondasi-fondasi cinta sejati di alam raya.

    [spoiler name=”Terjemahan google translate”]I know it’s throbbing chest tightness due to crave someone. As if all the oxygen in the world runs out, as is the swamp land where an unstable footing. Fear, a sense of longing, pleasure, pressing together right in the solar plexus, heart seemed to knead without being able to fight. Many say this is love, or someone had told you in infatuated.

    After feeling it landed hard in the hearts and minds, there will be other things involved menelusup; jealousy. A wonderful spice that characterizes the course of romance, at once can destroy it. But I think the destruction of the relationship of love through jealousy is a natural system to get someone to meet with someone more right for her. Or commonly known as natural selection.

    It is common, before the two beings make a commitment, before they establish a relationship of friendship first. Some people do not realize, that once entered a committed relationship, everything will not be the same.

    From this lack of understanding of one thing only some people have ‘natural selection’ (read: breakup) faster than others. We can not expect a boyfriend to be entirely like a normal friend, and we can not expect a husband / wife will be completely like a girlfriend.There will always be demand to increase, along with increasing levels of seriousness of a commitment.

    Foreign-throbbing and throbbing exciting earlier will gradually subside, change something more mature; the responsibility. He eased, not disappeared, to be a feeling that more structured and rational. Pulsation would occasionally appear at the moment that could never be estimated, the amplifier will sense the love that the wiser. A natural system to build the foundations of true love in the universe.[/spoiler]

    ++Mobile

     
    • nyurian 7:30 am on October 25, 2010 Permalink | Reply

      ini ba maksud nya…

    • nyenius 1:03 pm on October 25, 2010 Permalink | Reply

      iya re 🙂

    • Bayu 8:30 pm on October 25, 2010 Permalink | Reply

      nice, makin tajam penulisannya, btw, numpang mampir dah lama ga mampir kesini hehe

    • bayu lagi 8:32 pm on October 25, 2010 Permalink | Reply

      forum total udah ga ada lagi ba ye? btw ga tertarik ngembangin aplikasi blog lu ni buat bb? hehe pake java jg cukup koq hehe

    • nyenius 10:28 am on October 28, 2010 Permalink | Reply

      @bayu, iya bay, forum saat ini masih ‘bertapa’ di database. Menunggu timing yang tepat untuk keluar lagi (data2 masih lengkap 😀 )

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel