Updates from July, 2016 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 11:12 pm on July 2, 2016 Permalink | Reply  

    Datang Lagi 

    Dan hujan mengguyurmerutuki kekosongan

    membasahi relung hati dengan sepi
    sepetik nada blues menggores dindingnya

    memberikan sedikit manis pada pahit

    ruang membuatku ingin pergi

    ayat suci membuatku bersalah

    blues menjadi masuk akal
    Dan hujan mengguyur

    membasahi lahan ketidakpastian baru

    bukan, bukan masa depan menggundahkan

    bukan pula kemalangan menggulanakan

    aku kesepian
    waktuku dan waktunya dan waktu mereka

    tak bertemu padu

    pertemuan menjadi singkat

    perpisahan berasa berat
    hatiku meratap

    merutuk

    sendirian di dalam ruang

    ruang membuatku ingin pergi
    mataku seluruhnya

    tak sanggup memandang Tuhan

    malu sangat
    rasanya tidak ada dimana-mana

    rasanya tidak terasa apa-apa

    rasanya ruangan ini terlalu besar dan kosong

    ruang membuatku ingin pergi
    hatiku menjerit

    dengan derit kaki lemari yang bergeser

    mungkin lelah

    atau entah
    Rasanya rasa ini tak asing lagi

    rupanya, ada waktunya dia kembali

    22:13, 2 Juli 2016

     
  • Nyenius 6:14 pm on May 6, 2016 Permalink | Reply  

    Keahlian 

    Memiliki keahlian berbeda dengan memiliki keahlian yang terdokumentasi. Rntahlah apakah itu susunan kalimat udah bener apa belum. 

    Saya rasa banyak orang yang memiliki keahlian husus, tapi jarang yang memiliki kemauan untuk mendokumentasikannya. 

    Saat ini saya punya masalah yang mungkin solusinya adalah dengan mendokumentasikan sebagian keahlian yang saya miliki. Demi kemajuan dan keberlangsungan sebuah entiti bisnis. Yup, saya pikir bukan hanya saya yang punya masalah ini, bisa dikatakan hampir semua enterpreneur yang memulai usaha sendirian.

    Di masa awal biasanya akan dimulai dengan kondisi serba minim. Minim dana, peralatan, dan terutama wawasan pengetahuan. Seiring bertumbuhnya bisnis tersebut ketiga komponen tadi akan berkembang, dan yang perkembangannya paling kaya, tidak terprediksi adalah wawasan pengetahuan. Semakin banyak masalah dalam bidang usahanya yang dapat ia pecahkan dan diketahui solusinya, baik ketika dia memiliki perangktnya maupun belum.

    Masalah timbul ketik dia membutuhkan tenaga manusia tambahan agar usahanya mampu mencerna semua pekerjaan yang masuk; knowledge nya terpusat di satu orang saja. Dia tahu bagaimana menyelesaikan semua pekerjaan itu, tapi tidak mungkin mampu mengerjakan semuanya sekaligus. Karena umumnya semua pekerjaan memiliki time-frame sendiri, yang tidak jarang tenggatnya berdekatan atau bersamaan.

    Peradaban manusia telah hadir  sekian lamanya dan memiliki jawaban masing-masing di tiap zaman-nya. Dan sudah seratus tahun pebih dunia menjawab tantNgan tersebut dengan sebuah entitas bernama perusahaan. Sebuah perusahaan yang baik dalam mempertahankan eksistensinya tidak bergantung kepada figur personal, dia bergantung pada rel kerangka kerja; sekumpulan pengetahuan yang diorganisir sedemikian rupa untuk mencapai tujuan-tujuannya yang menjadi sebuah sistem yang unik bagi perusahaan tersebut.

    Meski demikian, kondisi ‘re-inventing the wheels’ seringkali (bila tidak dibilang selalu) hinggap di kondisi enterpreneur pemula. Karena contoh sukses sistem perusahaan biasanya terlalu besar untuk diterapkan pada usaha yang baru tumbuh. Dan sekarang saya berkesimpulan kondisi tersebut adalah ‘neraka’ yang wajib dilalui enterpreneur baru. 

    Stupid as it sounds, but it helps him to know the base of how bigger framework works. Selanjutnya, apakah ia akan mengadopsi sebagian atau keseluruhan sistem perusahaan yang sudah ada tidak akan menjadi salah. Karena dia mengadopsinya dengan pengetehuan yang jelas tentang mengapa tindakan itu dia ambil. He KNOWS what he do, and why.

    Saya hidup dengan bisnis yang sebagian besarnya saya rancang bangun sendirian, permulaannya dan pengembangannya. Mulai dari aspek kebersihan tempat usaha, pemasaran, restocking, display, keuangan, hingga mesin-mesin pembantu pekerjaan. Dan sekarang usaha ini tumbuh lebih besar dari kapasitas saya sebagai pribadi. Saya butuh memberikan pos-pos pekerjaan tersebut kepada beberapa orang khusus, agar semua potensi dapat tergarap dan utamanya pekerjaan dan rencana bisa terealisasikan dengan baik.

    Jadi pekerjaan rumah yang besar bagi saya adalah mendokumentasikan isi kepala saya, kemampuan saya menjadi dokumen yang dapat dibaca, dipelajari dan dipahami. Mudah kedengarannya, tapi tidak begitu dengan prakteknya. Dibutuhkan tenaga dan waktu untuk mengerjakan dan menyelesaikan PR tersebut. But, why can’t I say it’s a new hobby 😉

     
  • Nyenius 12:07 am on May 6, 2016 Permalink | Reply  

    At times, people seems off, and when it happen make sure you don’t. 

     
  • Nyenius 5:12 pm on April 17, 2016 Permalink | Reply  

    Hujan Sore Ini 

    Hujan yang turun sore ini terasa sopan. Perlahan dikirimnya mendung satu jam sebelum kehadirannya. Kemudian tetesan air merintik membasahi daunan dan rumah-rumah. Membawa aroma tanah basah yang romantis. 

    Langit abu-abu muda meruntuhkan semua urusan-urusan. Melambatkan detak jantung yang terus dipacu hasrat. Memaksa danau dalam jiwa berhenti meriak. 

    Dunia ini penuh lapisan yang menutupi kesejatian; apa-apa yang ada dibalik hijab pandangan mata. Contohnya langit kelabu ini, aku tahu persis dibalik sana matahari masih meraja. Bahkan pada kegelapan malam pun matahari sejatinya tak pernah memadamkan apinya. 

    Kita hanya berputar, diputar, diblender dalam sajian pemandangan yang kasat mata. Sampai hilang kontrol atas reflek pengolahan realitas dan data, lantas bertindak dengan bodohnya. Dengan bodohnya. 

    Tanah, besi, kayu, air, api, seharusnya menjadi unsur pembentuk yang membantu. Bukan tujuan. Tetapi kekuatan yang menyentuh fisik kita selalu membutakan kota dalam takut dan takjub. 

    Padahal kekuatan tak kasat mata, yang mendesak ke dalam batin jiwa jauh lebih sering mengintimidasi dan membahagiakan kita. 

    Langit mendung berwarna abu-abu muda, karena diberi cahaya matahari dibaliknya. Begitu juga raga yang sehat dan bahagia, didorong batin yang kaya dan sadar. 

    Kesejatian, Tuhan, bukakanlah pintu kesejatian padaku. 

    Batinku, maaf sudah lama kita tidak bicara. 

     
  • Nyenius 4:03 pm on April 16, 2016 Permalink | Reply  

    Google Inbox 

    Google Inbox aplikasi kotak email dari google yang membantu pengguna menjaga mailboxnya selalu kosong. Yup, kosong. Sekarang ini dengan semakin maraknya pemasaran via email dan notifikasi berbagai hal via email, maka inbox pemilik email menjadi sesak dengan email-email yang sebagian besar tidak penting.
    Maka dari itu aplikasi semacam ini muncul untuk memudahkan pengguna ‘membuang’ email yang tidak penting atau sudah tidak memerlukan perhatian kita lagi. Dengan inbox yang bersih membuat kita kembali awas dengan email-email baru yang lebih penting mendaoat perhatian kita.

    Aplikasi semacam ini yang saya tahu diawali aplikasi iPhone keluaran Dropbox, yang pada peluncuran perdananya sampai ratusan ribu pengguna harus mengantri sebelum bisa menggunakan aplikasi tersebut. Namun disayangkan setelah setahun aplikasi tersebut ditutup. Mungkin karena ada tujuan perusahaan induk tidak tercapai dengan hadirnya aplikasi tersebut.

     
  • Nyenius 3:42 am on April 15, 2016 Permalink | Reply  

    Hijrah dari Facebook, Nulis Lagi di Blog 

    Facebook belakang ini semakin runyam centang perentang. Bagi saya sudah tidak nyaman lagi untuk menuliskan isi pikiran. Karena fenomenanya kita nulis ke arah mana, eh tau-tau ada yang ngerasa kesindir dll. 

    Jadi facebook memang sudah tembok jalanan yang tidak bisa sembarang kita nulis ini-itu, kebanyakan orang isengnya, apalagi kalau friendlist nya banyak. 

    Yah lebih baik kembali kesini, ke ember sendiri. Lebih bebas mau numpahin air atau martabak. 😀

     
  • Nyenius 3:36 am on April 15, 2016 Permalink | Reply
    Tags: hobby, motorcycle, royal enfield   

    And I Shall Name You Bejo 

    Setelah penantian dari Agustus 2015, akhirnya datang juga motor Royal Enfield Desert Storm 500cc yang gue idam-idamkan. Dan dia gue kasih nama; Bejo. 

    Setelah melalui berbagai issue, mulai dari harga yang berubah, launching yang terus diundur dan lain sebagainya. Syukurnya harga ternyata hanya nambah 1 juta dari price list yang pertama keluar tahun lalu. 

    Proses mendapatkan si Bejo ini cukup unik dan berbeda dengan ketika gue membeli Kawasaki Estrella. Waktu tunggu, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama masa penantian itu merubah cara pandang dan sikap gue terhadap aktifitas motoran selama dua tahun ke belakang. 

    Awalnya menggebu, sabar, sampai lupa, dan tau-tau udah waktunya menjemput motor ini dari dealer.

      
     Sekilas soal Royal Enfield Desert Storm 500cc ini bila dibandingkan Estrella langsung terlihat pada build quality-nya. Ban bawaan estrella itu Bridgestone Accolade (seri retro nya bridgestone). Sedanga Royal Enfield menggunakan ban MRF yang juga dipakai Bajaj Pulsar, shock belakangnya pun sama dengan yang dipakai bajaj. Awalnya riding position masih agak kagok, masih berasa lebih nyaman Estrella. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa, malah ternyata guncangan jalan lebih tidak terasa pakai Royal Enfield. 
    Sebelum melalui masa reyen, getaran pada setang sangat terasa, namun begitu melewati 500km mulai terasa halus.

    Saat ini (600km) gue baru coba akselerasi sampai 130+kmph. Untuk mencapai kecepatan itu ngga terlalu sulit buat motor ini. Power bawah terasa ngisi di semua gigi, tapi di gigi atas agak kosong. Wajar sih, motor ini 500cc, 27,5hp dan torsi 41nm. 

    Overall, I’m happy with this bike. Gue pakai buat motor harian dan berharap bisa touring jauh yang seru!

      
     

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel