Updates from December, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 3:08 am on December 8, 2011 Permalink | Reply  

    Tetapi Kita Pergi 

    Andai kau gigih
    mempertahankan hijau cemara rasa
    atasku

    mungkin tidak begini
    jalannya novel kita
    satu-dua kecup harusnya bertukar
    tutur canda dan tangis amarah
    mungkin saling berserah

    andai aku sedikit bersabar
    menapaki langkah-langkah
    menujumu

    mungkin penyesalan menjadi tawa
    dan namamu tidak hanya terbayang

    bila saja
    kita bertahan disitu
    pada titik stagnan tanpa arah

    tidak begini,
    tentu tidak begini.

     
  • Nyenius 4:55 am on October 19, 2011 Permalink | Reply  

    Ternyata Kamu! 

    Aku lihat wajahmu
    dan tersenyum,
    Ya! Aku kenal kamu!
    Ya! Itu yang pernah kurindu!

    senyum yang melaju ringan
    bagai sampan melayang ringan
    ke hati
    Ya! Aku tahu kamu!

    pada rautmu
    ada serpihan diriku yang tertinggal
    ada persatuan yang (ternyata) tak lepas

    Seperti ada tali tersambung kembali
    ada kedamaian
    bahwa disana, ada bagian diriku

     
    • shulhu 9:44 pm on October 31, 2011 Permalink | Reply

      Happy birthday honey.. Wish all the best for your work, family n everything 🙂

  • Nyenius 9:52 am on May 16, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    7 Jeda Keenam 

     

    ––

    Setelah kau membenciku
    Dan menistakan namaku
    Datanglah masa itu,
    Kau mencintaiku

    .-

    Dalam remang
    Kau menelengkan kepala
    Membisikkan desah
    Dan keringat manis timbul dalam udara berpendingin

    .-

    Kau memaki
    Menista kembali
    Dan tak putus mengingatku

    ..-.

    Dalam remang
    Kau cengkeram tanganku
    Entah mencegah
    Entah meminta

    -..

    Kau memaki
    Menista kembali
    Kali ini, kau mau sedikit mendengarkan

    ..

    Karpet merah terbentang
    Kau menista namaku penuh rindu
    Kau memaki penuh kagum
    Hati telah bersahutan
    Dan udara adalah cinta

    -.

    "Disebabkan salahku?
    Atau perasaanmu membiru?"
    Tanyamu sendu.

    "Perasaanku", jawabku

    "Ya, ya…"

    .-

     

    ---------------------
    May 16th, 2011, 09:53 am 
     
  • Nyenius 2:44 am on May 12, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Jawabmu Dan,   

    Anomali yang Menagihkan 

    “Kutegaskan, tak ada yang lain.”
    Kataku

    “Kutegaskan, akan ada yang lain.”
    Jawabmu

    Dan kita tersenyum

     
    • Kunyuk 9:19 pm on May 13, 2011 Permalink | Reply

      Wakakakaka Iya gw juga ikutan Ketawa dah eh tersenyum
      **garuk-garuk kepala

  • Nyenius 3:46 am on May 11, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , ,   

    Pada Suatu Malam Berangin 

    I

    langit,
    dan angin malam
    hembusi seluruh jiwaku

    menguak sejarah tahunan
    lampau
    galau purba datang bersamanya
    menyelimutiku penuh seluruh

    Dan angin bercerita
    tanpa diminta:

    II

    Kenapa tak mengerti juga,
    aku mencintaimu
    menginginkanmu

    dinding yang kau sodorkan
    menghantam penuh dera
    sedemikian takutnya
    kau pada cinta?

    "Dibaliknya ada luka", katamu

    Oh, mata yang merenung itu
    bibir yang mengatup tertahan
    menyerap seluruh energi hidupku
    menyerpihkannya

    aku akan berbuat,
    aku akan bertindak,
    cukup katakan ya.

    kau menunduk
    matamu menjadi garis misteri,
    jemarimu menarikan ragu
    dan cintaku meradang dalam

    Itulah,
    saat kepura-puraanmu memuncak
    kau tengadah, tersenyum lirih
    "Kau takkan meninggalkanku?"

    "Tidak."
    Terucap dengan sepenuh diriku
    sepenuh cintaku

    III

    Hari-hari berganti,
    satu per satu kemudian mati

    Malam-malam bersamamu
    menjadi keemasan
    sebuah panggung megah para kaisar

    Aku bahagia

    IV

    Sebuah senja

    Sepucuk surat darimu,
    dan semuanya selesai.

    V

    Malam-malam penuh mimpi buruk
    Energi hitam meraja

    Segalanya kutabrak
    Sedih ini terlalu kuat

    Sebuah mimpi,
    Aku duduk di kereta dengannya
    dan kau menyusul
    duduk bersandar padaku.

    VI

    "Aku terus mencarimu,
    pada tiap rangkulan pria"
    Katamu pada selembar kertas

    Dadaku membara
    ada sedih dan sukacita

    VII

    Sebuah telepon berdering
    "Aku tak bisa teruskan jalan kita"
    Ucapmu ragu seperti biasa

    Sekali itu,
    sekali itu sayangku,
    Aku bisa bulat membuangmu
    merobek semua catatan tentangmu

    Sekali itu,
    setelah tahunan lamanya.

    VII

    Dan angin malam tertawa
    melihat kenang yang mencekam

    Salahku

    menaruh catatan sejarah
    pada langit malam

     

    ====
    3:43 am, 11/5/2011

     
  • Nyenius 5:41 am on March 17, 2011 Permalink | Reply
    Tags: menikah, nanti, panjar, perahu, , sedih, semuanya,   

    Perpisahan yang Kita Lahirkan 

    Suatu saat nanti
    Kau menikah
    Dan semuanya pun sudah

    Romansa-romansa menjadi percik kecil
    Tentang senyuman, gurau, kesenangan saat jumpa
    Atau mungkin penyesalan yang entah apa

    Suatu saat nanti
    Kau akan melabuhkan hidupmu
    Menarik sauh bersama entah siapa

    Dan senyummu
    Tawa cerdasmu
    Kembali cukup kubelai dari
    Balik kaca

    Suatu saat nanti
    Pada masa yang entah kapan

    Tapi dada ini berdentuman sekarang
    Menyesal dan sedih seketika

    Perpisahan menghembuskan baunya
    Dari jauh-jauh hari
    Memberi panjar dari gundah
    Yang kubeli

    Ah itu,
    Kau melambai dari perahu
    Bercucur airmata sedih dan bahagia

    Kita tahu
    Perpisahan telah lahir
    dari jemari kita yang bertemu
    waktu awal jumpa

    Perahu menjauh,
    Dan aku menangis

     
  • Nyenius 5:40 am on March 17, 2011 Permalink | Reply
    Tags:   

    Suatu Senja yang Terlambat 

    “aku siap, menerima tamparan terkerasmu”
    Gadis bermata sayu, menatap lekat pujaannya

    “kau dimabuk cinta sayangku”
    Berkata lelaki penuh pikat pada suaranya

    Sejenak termenung, sang gadis menjawab
    “tidak, aku siap sebetul-betulnya”

    Angin menghembus
    Menarikan rambutnya, menguji mata indah
    Yang tanpa kedip menatap penuh puja

    Menderap segera
    Dinding bernama kebuntuan
    Sebab cinta terlambat diungkapkan

    Mereka duduk,
    Begitu berdekatan.
    Kulit yang kencang saling berpegang
    Tapi galaunya terpisahbelah samudera

    Tubuh hilang arti
    Pertemuan bertimangkan cinta
    Memangku dua hati yang memanggil

    “kemanakah kita kan melangkah”
    “ke museum”

    Keduanya bangkit, dan pergi
    Tersenyum

    Mereka tahu betul
    Definisi esok adalah perpisahan

     
  • Nyenius 6:07 am on March 16, 2011 Permalink | Reply
    Tags: The Sun Stealer   

    Gadis yang Mencuri Senja 

    The Sun Stealer

    Seorang gadis mencuri mentari
    Merobek senja di pantai
    Dan menempelnya di dinding kamar

    Semuanya bingung,
    Mencari
    Kemana senja dan mentari pergi

    Gadis itu mengintip dari jendela
    Dan terkekeh nakal
    “kupinjam dulu barang semalam..”

    Apakah hilang gundahnya?
    Apakah padam risaunya?

    Senja terpapar
    Pantai terhampar
    Rokok dan kopi sudah disulut
    Segera ia ternganga

    Kehangatan senja
    Merobek sepi jiwa
    Begitu parahnya
    Luka berduyun-duyun terbuka
    Perih mengerat jantung dan hati

    “ah, melupa bukanlah obatnya..”

     
    • ndree 9:52 am on March 16, 2011 Permalink | Reply

      bagus. lebih detail. gw ga perlu cerita lagi dong ya wkwkwkwkwkwk

  • Nyenius 3:40 am on January 22, 2011 Permalink | Reply
    Tags: click, dvd bajakan, film drama, kuulang, lama, merta, musik, rumusan, sepele   

    Film Lama 

    ‘doble click’, dan menyala sebuah
    rumusan musik tahun lama
    serta merta

    potongan-potongan gambarmu
    runtuh dari langit
    menjadi imagi sempurna

    jelas aku melongo
    menyadari dahsyatnya ingatan.
    padahal kuat keimananku
    bahwa kau sudah ke laut.
    nyatanya?

    Jadi gimana?
    aku garuk dagu
    lebih kepada kagum
    pada kekuatan ingatan

    ternyata
    setelah bertahun-tahun melupakan
    baru kusadari
    bertahun-tahun mendambakanmu
    bukanlah hal sepele

    kuulang lagi, kuulang lagi
    sepotong lagu itu.
    serasa dapat film drama
    tanpa perlu monitor dan dvd bajakan

     
  • Nyenius 4:10 am on November 12, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Sulam Cinta Srikandi 

    Dalam ruang tanpa cahaya
    terdendang suara-suara,
    gumam senang Srikandi.
    Dua wayang bersenang-senang
    dan waktu menghilang

    -sayangku-ya, sayangku-sayangku-ya, sayangku-
    dan jiwa mereka berkejaran dalam

    Setelah rebah semua nafas
    dan mengering manisnya air madu
    muncul ucapnya:
    “Maaf, aku mencintaimu”

    Seorang tokoh wayang tanpa nama
    tertegun dalam peluknya
    hatinya pun tergerak
    sedari lama
    tapi Srikandi selalu menolaknya

    “ada batas
    tanpa wujud
    yang jelas membentang”

    Srikandi berkata melalui tatap.

    Ruang antara langit dan bumi
    menjadi saksi pertemuan mereka
    penuh gelora cinta
    penuh peluh kerinduan

    Dan tiap kali Srikandi
    kembali ke kahyangan
    tatap mereka gamang
    masa depan tak terlihat
    pandangan tentang mereka
    adalah jalan buntu

    pada ujung jari yang berpisah
    Srikandi memecah hening
    “ini pasti tak mungkin kanda”
    dan tokoh tanpa nama selalu menjawab
    “aku tak pernah menebak-nebak masa depan”
    dan tersenyum.

    “jangan beri janji dan harap”

    “aku tak tahu masa depan, dan tak mau menebaknya”

    Dan selalu, selalu,
    pertemuan diakhiri tanya menggantung itu

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel