Updates from July, 2016 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 11:13 pm on July 2, 2016 Permalink | Reply  

    Datang Lagi 

    Dan hujan mengguyurmerutuki kekosongan

    membasahi relung hati dengan sepi
    sepetik nada blues menggores dindingnya

    memberikan sedikit manis pada pahit

    ruang membuatku ingin pergi

    ayat suci membuatku bersalah

    blues menjadi masuk akal
    Dan hujan mengguyur

    membasahi lahan ketidakpastian baru

    bukan, bukan masa depan menggundahkan

    bukan pula kemalangan menggulanakan

    aku kesepian
    waktuku dan waktunya dan waktu mereka

    tak bertemu padu

    pertemuan menjadi singkat

    perpisahan berasa berat
    hatiku meratap

    merutuk

    sendirian di dalam ruang

    ruang membuatku ingin pergi
    mataku seluruhnya

    tak sanggup memandang Tuhan

    malu sangat
    rasanya tidak ada dimana-mana

    rasanya tidak terasa apa-apa

    rasanya ruangan ini terlalu besar dan kosong

    ruang membuatku ingin pergi
    hatiku menjerit

    dengan derit kaki lemari yang bergeser

    mungkin lelah

    atau entah
    Rasanya rasa ini tak asing lagi

    rupanya, ada waktunya dia kembali

    22:13, 2 Juli 2016

     
  • Nyenius 11:12 pm on July 2, 2016 Permalink | Reply  

    Datang Lagi 

    Dan hujan mengguyurmerutuki kekosongan

    membasahi relung hati dengan sepi
    sepetik nada blues menggores dindingnya

    memberikan sedikit manis pada pahit

    ruang membuatku ingin pergi

    ayat suci membuatku bersalah

    blues menjadi masuk akal
    Dan hujan mengguyur

    membasahi lahan ketidakpastian baru

    bukan, bukan masa depan menggundahkan

    bukan pula kemalangan menggulanakan

    aku kesepian
    waktuku dan waktunya dan waktu mereka

    tak bertemu padu

    pertemuan menjadi singkat

    perpisahan berasa berat
    hatiku meratap

    merutuk

    sendirian di dalam ruang

    ruang membuatku ingin pergi
    mataku seluruhnya

    tak sanggup memandang Tuhan

    malu sangat
    rasanya tidak ada dimana-mana

    rasanya tidak terasa apa-apa

    rasanya ruangan ini terlalu besar dan kosong

    ruang membuatku ingin pergi
    hatiku menjerit

    dengan derit kaki lemari yang bergeser

    mungkin lelah

    atau entah
    Rasanya rasa ini tak asing lagi

    rupanya, ada waktunya dia kembali

    22:13, 2 Juli 2016

     
  • Nyenius 9:59 am on May 28, 2016 Permalink | Reply  

    Selisih Antara 

    Purwa waktu

    Purna waktu

    Diantaranya pembuktian makna

     
  • Nyenius 3:56 pm on January 28, 2013 Permalink | Reply  

    Kebodohan Tanpa Batas 

    Dunia menyingkap roknya
    Hamba berlari mengejar
    Ceceran pakaian dalam kupungut satu-persatu
    Tak ada habisnya

    Sampai kehampaan menampar
    Kecantikannya lenyap berganti rupa
    Setumpuk dalaman yang membusuk
    Kehilangan arti

    Seseorang menabrakku
    Dan terus berlari tanpa menoleh
    Dia mengejar tumpukan mayat dan tanah
    Penuh nafsu
    Persis diriku

    Saat lubang semakin dalam
    Datang seorang gadis
    Berpakaian sopan
    Menempelkan dadanya ke wajahku kemudian pergi

    Aku berlari mengejar bayangnya

    —————–
    28, jan, 2013 – 15:56

     
  • Nyenius 2:23 am on November 21, 2011 Permalink | Reply  

    Pengantin Baru 

     

    Dan setelah panggung dangdut selesai.

     

     

    ——–

    21/nov/2011

     
  • Nyenius 2:30 am on October 26, 2011 Permalink | Reply  

    Semalam Bersamanya 

    Malam ini
    aku bercengkrama dengannya
    bermuka-muka, mengangkat
    bergelas-gelas anggur manis

    melupakan dunia
    menuruti kehendak sendiri

    aku tertawa
    -dia tertawa lebih keras-
    aku tersenyum
    -dia menyeringai-

    “sobat, sesloki lagi,
    sebelum matahari benar-benar tinggi”

    Sedikit ragu,
    anggukan kecil jawabku
    kusulang sloki baru
    anggur itu pun menggeliat
    memuncratkan kemanisan tak berperi

    ruangan penuh desah
    meja berantakan -basah-

    dia mundur ke sudut ruang
    menatap pergulatan kami
    di atas meja bundar
    di tengah ruang yang lebar.
    Dan tertawa sekeras-kerasnya

    Dunia pun gelap

    samar-samar dia menyodorkan
    kartu nama
    “Tuan Dia Yang Terkutuk”

     
  • Nyenius 4:16 am on October 19, 2011 Permalink | Reply  

    Dan Mereka Meracau 

    Iblis menyingkapkan roknya
    sebersit saja
    dan manusia bergegas
    menjejalkan jiwanya jauh ke dalam

    Berlarian di taman hasrat
    menggoyangkan pohon terlarang
    mengejar khuldi-khuldi berjatuhan

    Ya Tuhan,
    ucapnya
    Ya Tuhan,
    ucapnya

    Dan ya Tuhan
    mulutnya penuh darah
    kerat daging mencuat dari bibir
    tak ada khuldi,
    mereka memakan dirinya sendiri

    Iblis tertawa
    menyingkapkan roknya, lagi dan lagi
    lapisan dibalik lapisan
    aurat tergelap dunia makin menggoda

    “walau hanya mata yang tersisa, aku harus kesana!”

    Dan mereka meracau

     

    ————————
    Monday, May 16, 2011

     
  • Nyenius 4:11 am on October 10, 2011 Permalink | Reply  

    Para Babi 

    Kalau peraturan dibuat oleh babi
    akan cocok untuk babi

    Kalau ketertiban ditegakkan oleh babi
    akan banyak babi gemuk

    Kalau kebudayaan mengikuti babi
    calon babi akan diterima sekali

    Kalau contoh untuk masyarakat adalah babi
    maka yang tabu adalah yang tidak seperti babi

    semua itu berkelebat cepat
    dalam pikiran pemuda
    memandangi orang yang mengajarkan cara babi
    dan berkeras dia bukan babi

    nilai-nilai babi menjadi kebenaran
    hanya karena banyak penganutnya
    para ular yang takut diinjak babi-babi raksasa

    …pemuda itu beringsut jauh
    memilih kata gagal dalam definisi babi…

     
  • Nyenius 6:08 am on June 30, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , ,   

    Hati yang Berkarat 

    sekerat daging
    berdenyut menjaga hidup tuannya

    sebuah ruangan
    bersinar, hingga akhir hidup tuannya

    sekerat daging membiru
    denyutnya satu-satu
    sebuah ruang, temaram
    cahaya hanyalah percik-percik belaka

    pada antara dimensi daging dan roh
    sebuah jiwa teronggok,
    diliputi karat,
    hanya sebuah mata terlihat
    menatap harap

     

    30/06/11 – 06:00 am

     
  • Nyenius 5:30 pm on May 15, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , Kadaluwarsa Kami, Kami Barang   

    Lagu Coro 

    Setelah begitu keras
    Hidup menerpa
    Kami menyimpulkan
    Tak ada benar dan salah,
    Hanya makan

    Anak adalah alat
    Jalanan adalah swalayan

    Kami hidup seperti kalian
    Punya rumah dan bisa makan
    Mencicil hidup yang layak

    Tapi tetap
    Anak adalah alat
    Dan jalanan adalah swalayan

    Belas kasih adalah komoditas,
    produk tanpa tanggal
    Kadaluwarsa

    Kami adalah kecoak
    Di kolong negerimu

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel