Updates from July, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 12:32 am on July 25, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , Dan Tuhan,   

    Semangat dan Kesadaran 

    Anak muda dengan semangat hijaunya
    Merasa dapat memakan dunia

    Orang tua dengan pengalamannya
    Tahu betul lemahnya manusia

    Dan Tuhan sadar betul
    Membiarkan keduanya ada

    ———————-
    25 juli 2011, 00:30 am

     
  • Nyenius 4:20 pm on September 5, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    berhenti 

    tuhan tidak ciptakan aku
    dari apa yang aku mau

    ia tetap biarkan aku berdiri disini
    dengan bulan yang terus menangis
    menikmati pedihnya

    dan berbincang mesra dengan malam
    menunggu pagi yang akan datang memanjakan mata
    dengan cahaya…

     
  • Nyenius 12:17 pm on September 14, 2006 Permalink | Reply  

    Aku 

    Aku hidup hanya seorang diri
    yang setiap hari mengarang puisi
    tujuanku satu menghibur hati
    dikala aku sedih diketika sepi

    tak seorangpun dapat kucintai
    karena aku hidup bagai misteri
    cintaku ada tapi menyeberangi
    yang harus kuarungi disetiap hari

    memang,wajahmu cantik itu kuakui
    senyummu manis itu kumengerti
    tapi sayang dirimu tak dapat kumiliki
    karena aku bukanlah pecinta sejati.

     
  • Nyenius 11:59 am on September 14, 2006 Permalink | Reply  

    only dream 

    “jangan pernah larut dalam keindahannya
    bukalah matamu dan tatap dirimu
    semasa kamu hidup di dunia ini”

     
  • Nyenius 11:24 pm on March 20, 2005 Permalink | Reply  

    seimbang… 

    tidak ada satupun mahluk yang terlahir kedunia ini secara sia sia…
    engkau menciptakan nya secara sempurana.. dan seimbang.. memiliki kelebihan dan kekurangan…
    namun kadang sang mahluk tak menyadari maksud dibalik itu semua… kita haya bisa mengeluh dan mengeluh..
    iya menciptakan mahluknya bukan tanpa disengaja… tapi iya punya tujuan lain.. namun iya tak pernah meminta sesuatu dari mahluknya…
    yang iya inginkan hanya yang terbaik bagi mahluknya…
    kini saatnya mahluknya menyadari itu semua…

     
  • Nyenius 5:23 am on February 7, 2005 Permalink | Reply  

    Berlin 

    ( dalam kumpulan puisi ttg berlin: “jalan-jalan raya Prenzlauerberg”)

    Setelah sekian lama
    Berlin tetap menyuguhkan halusinasi indah tentang teman dan kenyamanan.
    Namun ini adalah cerita dari sebuah kota tua dengan peluh manusianya
    Cerita yang berakhir di meja meja bar dengan gelas gelas bir erat tergenggam mengusir gelisah dan cemasnya udara luar

    Ini berlin dan angin dingin bulan februari masih bertiup membelai rambut rambut yang tersisir rapih …
    Orang orang pun merapatkan mantelnya, berjalan cepat sambil menundukan kepala
    mencoba melindungi perasaan mereka dari kering dan kebekuan.

    Aku masih ingat …,
    saat salju membenamkan kota ini dalam keanggunannya.
    „ah“ kataku pada waktu itu „datang peziarah-peziarah putih ini!!!“
    lalu berjalan tergopoh-gopoh sambil mencoba mengibaskan putih-putih yang menempel pada ujung celana jeansku. berharap menjalani hidup mengikuti nadinya.

    Aku masih ingat …,
    kala seorang dara berwajah kemerah-merahan yang datang dan tersenyum melangkahi jarak, Melirik nakal dengan mata kecilnya
    sambil berbisik… “Willkommen in Berlin” … lalu tertawa.
    Ah, aku suka caranya itu …
    bersama menelusuri sudut sudut kota, dalam teguk yang terus mengalir
    membasahi kebebasan sendiri.

    Hari ini ibukota bersinar, penuh kehangatan,
    mengusir angin timur yang membekukan.
    Kelak musim semi akan menuai hijau tuhan atas bumi,
    sampai tiba saat itu, kuharap aku kembali.

    =======
    Berlin, 5/6 Februari 2005
    Beusselstr. 2

     
    • Toba 5:23 am on February 7, 2005 Permalink | Reply

      Bravo! bravo! keren puisi lo

    • patkay 5:23 am on February 7, 2005 Permalink | Reply

      CTT: “willkommen in berlin” = selamat datang di berlin.
      btw, thank’s ba!!

    • hasan 5:23 am on February 7, 2005 Permalink | Reply

      hahahahaha.berlin berlin berlin olala

  • Nyenius 7:09 pm on December 30, 2004 Permalink | Reply  

    Nangroe Atjeh Darussalam 

    Duka Atjeh,duka kita,
    Tangis Atjeh,tangis kita,
    Perih Atjeh,perih kita,
    Jeritan Atjeh,jeritan kita

    Bencana,tiada seorang pun yang menghendaki
    Bencana,tak ada seorangpun yang mengetahui
    Bencana…
    Bencana merupakan kuasa-Nya

    Apakah kau meraskan…
    Pedih,
    Pilu,
    Luka,

    Kita hanyalah makhluk ciptaan-Nya
    Apalah daya,kita adalah makhuluk yang kecil
    Berserah dirilah engkau kepada sang-Khalik
    Memohon,
    Berdoa,
    Tunduk.

    (kepedihan ku terhadap Tanah Rencong)


    Imanudin SiGalingMaut, 0
    1:20am
    30 Desember 2004

     
  • Nyenius 11:25 pm on December 16, 2004 Permalink | Reply  

    Almarhum 

    kapan lagi lonceng-lonceng berdentang?
    suaranya mengancam setiap detik dalam hidup ini

    atau kapan lagi takbir berkumandang?
    gemanya mengisyaratkan rindu pada sang khalik

    lalu, harus kah kita setia menantinya?
    bila maut memang sebuah keharusan tuk dihadapi

    atau kita hadang maut ditepi ajal,
    yang menjadikan kita sebagai Almarhum



    Rakhmat.

     
  • Nyenius 8:49 pm on December 12, 2004 Permalink | Reply  

    Sembilan lagi menunggu mati 

    Sembilan lagi menunggu mati,
    di bawah tiang gantung yang siap mematahkan leher mereka,
    menjerit tanpa suara dan lalu hilang dari ingatan,
    ini negri orang, itulah faktanya… lebih tidak.
    ah, kawan… seakan tak pernah lain kisah ini,

    mereka disebut pembunuh,
    penjual ganja,
    berasal dari sekumpulan yang tidak berguna.

    halaman belacu ini belum lagi ditutup,
    ini negri kita,
    dan mereka tetap menjadi sampah
    yang akan segera memasuki keranjang pemulung.
    Sekarang aku bertanya
    „Apakah ada akhir untuk mereka?”



    Patkay.
    ( sedikit edit kata dari Nyenius )

     
    • Toba 8:49 pm on December 12, 2004 Permalink | Reply

      hmmmm….

    • patkay 8:49 pm on December 12, 2004 Permalink | Reply

      puisi ini bener2 cuma penyampaian rasa kesel gw, krn mslh TKI di malaysia. gw kurang perhatiin mslh keindahan bahasanya. jd sorry klo berantakan.

    • Toba 8:49 pm on December 12, 2004 Permalink | Reply

      Nggak, ini OK! kok, sorry, gue cuma ngedit satu kata: mari itu doang

    • patkay 8:49 pm on December 12, 2004 Permalink | Reply

      iye..iye..:@) gw faham. ;P

  • Nyenius 2:12 pm on December 7, 2004 Permalink | Reply  

    Sasar 

    entah pandangmu dimana
    hanya mata yang terbuka, tak tertuju
    sebentuk tubuh memang terbaring di depanku
    andai terwarna, hitam kini putih punggung itu
    panas hanya kau yang rasa
    sakit hanya kau yang punya
    ibu, bisakah kita berbagi….
    katamu pun kadang tak kumengerti
    oh… sasar



    tapuy
    27 april 04 R.S. Asyifa Sukabumi

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel