Updates from October, 2005 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 9:09 pm on October 20, 2005 Permalink | Reply  

    Sial 

    bener-bener sial
    aku berbelok ke kiri.
    buta semua yang telah di lewati.
    sementara jari gemertak dengan tulang2 yang rapuh.
    dan telunjuk mengarah padaku. sial!

    ==============
    Agam.

     
    • adjeng 9:09 pm on October 20, 2005 Permalink | Reply

      terus aja maki dirimuuuu…. ampe bosen,
      ampe mati. kalo dah selese, kasih tau, puas apa nggak…. okeh?!

    • agam 9:09 pm on October 20, 2005 Permalink | Reply

      memaki diri sendiri sama aja bunuh diri ya?

    • sose 9:09 pm on October 20, 2005 Permalink | Reply

      enggak mas, tapi jalan menuju kesana… tenang aja, anda berada di jalur yang tepat.

    • aulia 9:09 pm on October 20, 2005 Permalink | Reply

      puisi nya Q pake buat tugas BI y??

      ngga melanggar hak cipta kan??

  • Nyenius 12:02 am on December 12, 2004 Permalink | Reply  

    kukatakan yang sejujurnya 

    Aku menginginkan….
    wanita cantik.

    Aku menginginkan….
    trilyunan rupiah.

    Aku menginginkan….
    menjadi sukses.

    Aku menginginkan….
    Segala kemewahan.

    Pokoknya! Aku menginginkan….
    Segala kenikmatan.

    Tak ada yang lain
    Aku menginginkan…
    bertemu-MU

    desember 06 2004

     
  • Nyenius 3:55 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply  

    pergi ke bulan 

    Malam itu terlalu berlalu
    Ingin ku dekapkan kau
    bersama ge (mer) lap nya bintang
    sepi nya insan
    dinginnya udara
    kantuknya mata
    penatnya hari

    Wahai penguasa malam
    takkan ku lepas
    takkan begitu saja,

    (Aku ingin pergi ke bulan)

    tega kau malam
    pergi begitu saja berganti
    oleh cahaya pagi.
    Kembalikan bulanku!

    Bagian bumi hijau
    telah kujadikan alas
    hitam akan langit angkasa
    berlampukan bintang kejora
    berkabut selimut udara
    Semua cipta Mu

    Wahai malam ku
    kurindukan saat-saat terakhir
    menjelang subuh
    seiring azan berkumandang.
    bersama jatuh sejuknya
    butiran embun

    Secerah apapun pagi
    takkan bisa rebut
    Hatiku dengan malam

     
    • Toba 3:55 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      Gile, puisi2 l;oe yang terakhir ini keren2 ya gam…

    • oMie 3:55 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      tumben puisinya bener haHahah…

    • agam 3:55 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      gw lebih seneng dengan komen “ejekan’ lo Ba!!

    • Toba 3:55 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      Setelah gue baca lagi emang diksi nya terkadang terlalu ‘loncat’ dari susunan kalimat yang sederhana dan syahdu, terlalu ndakik (tinggi) gitu

    • oMie 3:55 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      ahhh…oMie mah tetep aja ngga ngerti heheheheh.

  • Nyenius 3:49 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply  

    berakhir 

    Dimanakah kau
    penderitaan yang begitu pedih
    Saat kita duduk berdampingan berpegangan
    di atas baranya api
    Bedua menjalin kepercayaan
    tebaran abu-abu kertas cinta

    Permainan hati
    Demi cinta hanya pertentangan

    Dengarlanlah jalan-jalan
    Menusuri awal kegelapan

    Kau tak akan tau
    Begitu juga ketidak tau-an ku
    Tali-tali yang terputus habis
    Tetap berkesinambungan antara utara dan selatan

    Kasih ini hanya kita yang tau
    tak ada yang lain
    Ingatlah aku

     
  • Nyenius 3:40 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply  

    semua sudah selesai 

    Insan dunia, meninggalkan nama
    Sang fajar berkabung
    diredupkan keluarnya sinar
    Langit terasa gelap
    Dengan awan-awan temaram

    Pepohonan nan rerumputan berduka
    tertunduk sedih menatap pertiwi
    tak terhiup harum dari bunga
    tertutup pada setiap kelopaknya

    Udara terhenti pada pusaran
    terlihat hanya berhembus pelan dan lamban
    angin membuat tangan mendekap badan
    mengiringi haru biru

    pada hari yang ditentukan
    tercabut sudah segenggam nyawa
    didahului dengan putihnya rambut
    kerut-kerutnya kulit, rabunnya penglihatan
    masa kemudaan telah terlewati
    keturunan sudah lahir sebagai pengganti
    masa kalian sudah habis
    hanya segenggam nyawa

    cuaca berganti kabar
    tatkala matahari muncul
    rintik hujan berjatuhan rapi.
    kepala akan pusing karenanya
    anak-anak hanya ikut bermurung

    ibu-ibu satu persatu datang
    dikenakan jilbab sekenanya
    pada lengan kirinya menenteng
    baskom berisi beras
    pandangan hanya tertunduk laris

    pada ketukan pintu gaib
    Jibril datang menghadap,
    memperkenan kan lintas dimensi waktu tuk
    menjemput tanda, semua sudah selesai.

     
  • Nyenius 3:34 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply  

    Endymon 

    Ter-untuk Dinar Rahayu

    Ketika raga ini bergerak
    Menusuri tapak demi setapak nyawa
    Memberikan arti nikmat meracik cinta
    Hamparan sengatan sel-sel darah memacu cepat terengah
    menuju tulang tak berdaging bersama mengerasnya puting susu

    aku tak lebih atau bahkan sekurang dari hewan
    ketidaktakutan mereka untuk membunuh dan bersimbah darah

    kepada jiwa ini aku bermain,
    berlari dan bermain di atas mata pisau
    layaknya Endymon,
    bujang yang jatuh cinta kepada peri
    yang hanya mengunjungi dan bercinta dalam mimpi*.
    keinginan hati me-mustuskan,ketidakbutuhan perasaan
    karna tidak akan guna ketika masuk menusuri kelambu kesedihan.
    surga akan sempit tanpa neraka

    gelembung pun berbuih
    memenuhi semua lapisan organ tubuh ku
    busa putih keluar dari pori-pori
    menusuri kulit-kulit yang tak berdaging
    aku lah jiwa ini.



    Agam

     
  • Nyenius 3:27 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply  

    masa kecil 

    Berlarian telanjang bebas tanpa mengenal kelamin.
    Menggapai impian tanpa suatu rencana.
    Berkata-kata lantang tanpa maksud.
    Pencarian hal yang tak kenal saat nya tidur siang
    dan sembrutan monster berkelamin wanita yang aku tidak mengerti

    Menoreh coretkan dinding-dinding rumah
    tersenggol pecah, gelas-gelas kaca
    air bak pun menjadi kotor keruh.
    Teriakan keras tanda ingin kan sesuatu
    Menantikan wajah berkelamin pria yang tak kunjung pulang

    Timang nya tubuh saat terlelah nya aku.
    Dibelai nya rambut, termanja nya aku.
    Pelukan lembut saat terderainya air mata.
    Terkecup kening saat terucap selamat tidur.
    Senyum manis yang hingga kini masih menyapa ku.

    kurindukan ku masa-masa kecilku

     
    • TOba 3:27 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      udah gede disiksain mulu ya gam… kasian… uhuhuhuhu

    • oMie 3:27 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      kadang oMie suka ngga ngerti gtu deh ma kata2 puisi heheheh..maklum, bukan pujangga siy…

    • Aves 3:27 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      Wah ternyata kita sudah tua juga ya…. ngomong” kapan Mau merit lo gam ?? hehehehehe

  • Nyenius 3:11 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply  

    Hati 

    Hidup itu indah
    Indah ketika ingat kekasih hati
    Lalui semua waktu
    Semua ruang yang memiliki massa
    Semua semua semua semua akan terlupakan

    terlintas
    Semua yang telah mengisi hati
    Entah itu kau atau bukan
    Yang ku tau aku rindu kamu

    Benci akan diriku
    Muakkan diriku
    Ludah-i diriku
    Bunuh diriku
    tinggalkan jasad ku
    dan simpan
    Hati ku
    Dilubuk hatimu
    Ya…
    ng
    Pa…
    ling

    D

    A

    L

    A

    M



    Agam.

     
    • coet 3:11 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      Hati yAng inDah aKan SeLalU mEmbuAt hiDuP meNjaDi IndAh…

    • agam 3:11 pm on November 19, 2004 Permalink | Reply

      hati yang terpaut lebih terindah dari kesendirian

  • Nyenius 8:47 pm on October 26, 2004 Permalink | Reply  

    Demi Waktu 

                      6
                  11	1 
    					    10	         2
    			9                  3
                                8                            4
    					    7            5
                      12
                perputaran
                  waktu
                  waktu
                  waktu
                  waktu
                  waktu
                  waktu
                  waktu
             waktu waktu waktu
                waktu waktu
                  waktu
                   wak
                   wak
                   wak
                   wak
                   tu
                   tu
                   tu
                   tu
               DEMI WAKTU
               DEMI WAKTU
    
    
    Demi waktu yang bergulir cepat 
    
    waktu
    
    
    
    ==================
    Agam.
    
    
     
  • Nyenius 8:42 pm on October 26, 2004 Permalink | Reply  

    Kesiangan 

    secangkir teh di pagi hari

    larut butiran gula dalam
    secangkir air panas
    harum wangi harum
    dari uap menggoda
    sentuhan bibir mengecap
    manis terasa lega
    mengalir dari tenggorokan
    mencapai hangat nya hari
    sinar mentari tergelinding cepat
    terpancar taring surya

    ayam jantan terlihat mendengkur
    bersunyi merdu kok petekok

    siulan burung terbang
    mencari udara lebih segar

    butiran embun didaunan
    terserap menghilangkan jejak

    kabut tersedot corong asap knalpot

    jam 10:30 WIB
    aku baru bangun.


    ====================
    Agam.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel