Updates from November, 2007 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 5:02 pm on November 30, 2007 Permalink | Reply  

    Disini Telah Meninggal… 

    aku ingin keluar sebentar, bung!
    hingga suatu saat
    kita saling memasang nisan
    pada pikiran-pikiran kita,
    pada kata-kata,
    pada khayalan
    pada prasangka
    pada mulut-mulut kita yang kumuh.

    aku ingin pergi sebentar, bung!
    hingga pada tanah ini
    kita gali
    untuk tawa
    untuk kebersamaan kita
    untuk lima jari yang selalu kita adu
    hingga air mata melamurkan
    bau busuk bangkai mereka

     
    • akbar 9:12 am on September 29, 2010 Permalink | Reply

      ba gimana ya cara nya gw bisa ngedit puisinya? sepertinya yang terakhir itu bukan bagian dari puisi.

    • nyenius 10:06 am on September 29, 2010 Permalink | Reply

      Lo login aja bar, tapi sementara ini biar gw yang editin dulu. tuh dah gw apus 🙂

  • Nyenius 11:27 am on May 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Menyimpulkan Roscoe Pond 

    sudahlah, jadi mahluk pragmatis saja
    tak perlu pusing-pusing dengan yang absurd
    yang paling kongkrit dari yang absurd itu hanya “cinta”
    dan yang paling kongkrit dari cinta itu “nafsu”

     
  • Nyenius 11:19 am on May 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Jadilah 

    jadilah seniman, nak!orang yang memberi arti pada pemaknaan dan pengetahuan.jadi apa sajalah!yang penting seniman.tapi sebentar…jangan jadi polisi  juga, ya!polisi itu,filsuf bukan,ilmuwan  bukan.�

     
  • Nyenius 11:07 am on May 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Percayalah 

    Here i am , This is me ,
    I come to this world
    so wild and free…
    Here i am , so young
    and strong , right here
    in the place where i belong(Here I Am, Bryan Adams)Suatu hari nanti,akan kau rasakan gurihnya krupuk.Suatu hari nanti,akan kau rasakan begitu menyenangkannya tertawa.Suatu hari nanti …tangismu adalah penyuciansakitmu adalah obatkecewa itu sampahkepuasan itu perangkap.Suatu hari nanti,akan kau alami terus berlari,mengarungi bulan memadamkan matahari.Suatu hari nanti,percayalah,aku akan selalu adasebagai detak jantungmu,yang tak pernah kau mengerti cara kerjanya

     
  • Nyenius 10:44 am on February 16, 2006 Permalink | Reply  

    saya mau bertanya 

    maaf harus nulis disini.
    karena bingung mau nanya dimana lagi.
    kog gw masukin puisi ga bisa bisa ya? padahal prosedurnya sepertinya udah bener.

     
  • Nyenius 8:31 am on February 7, 2006 Permalink | Reply  

    Sebuah Lagu Dari Masa Lalu 

    masa lalu seperti peluru
    yang kita lesatkan pada kehampaan
    lalu menyerang balik
    dengan ribuan luka

     
    • ndree 8:31 am on February 7, 2006 Permalink | Reply

      emang sakit sih… aduhhh… pake baju anti peluru makanya…

    • toba 8:31 am on February 7, 2006 Permalink | Reply

      yup, nyesek, nyelekit rasanya

  • Nyenius 8:22 pm on December 18, 2005 Permalink | Reply  

    Re : Datang juga perpisahan, semakin jelas kebodohanku 

    “kau akan mati,saat puas akan suatu pencapaian”
    kataku pada suatu kuliah umum
    yang kau wariskan padaku
    di kota yang dilingkung gunung.

    betapa aku tergila pada kalimat itu
    hanya jiwa yang kuat
    mampu mengatakan itu

    aku cuma tersenyum diam
    bersama mata yang gelisah
    takut…
    jika aku tak setangguh itu

    benar!
    waktu memang bukan sahabat yang baik

    kukatakan lagi kalimat itu
    pada kuliah yang lain…

    apakah kita sudah puas dengan semua yang terjadi?

    sial!
    aku tidak mau itu terjadi pada kita, bajingan.

    bagaimana bisa kau lihat namaku seutuhnya
    jika itu mati?

    persis seperti kalimat itu,
    “kita puas dan mati”

    maaf, berulang kali kukatakan maaf pada sajak ini
    telah membuatmu merasa bersalah.
    hanya saja diri ini merasa malu
    karena bukan sesuatu.

    ketahuilah!
    aku rindu…

    dan sampaikan maafku pada jiwamu,
    aku tidak mendengarnya…
    katakan,
    bicaralah lebih keras seperti biasanya.

     
    • toba 8:22 pm on December 18, 2005 Permalink | Reply

      ???

    • akbar 8:22 pm on December 18, 2005 Permalink | Reply

      hehehehehehehe sori yang kekopi cuma segitu ya?? gw ga nyadar gimana cara ngeditnya bro?

    • Toba 8:22 pm on December 18, 2005 Permalink | Reply

      Rupanya…. great words you wrote there…

  • Nyenius 12:07 am on November 4, 2004 Permalink | Reply  

    Mmmm 

    Satu hal.
    Nanti kalau
    orang tanya
    perlakuanku padamu,
    entah kau suka atau tidak.
    Mengakulah!
    Bicaralah yang lantang dan anggun!
    Endapkan dalam telinga mereka bahwa kau;
    Ratuku

     
    • taifun 12:07 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      sakit

    • ratu 12:07 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      mmmm….. gimana ya…. aku kan pemaluuu ^_^

  • Nyenius 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply  

    Sayangku 

    Sayang,
    maaf,
    saat ini,
    mahar yang bisa kubayar,
    hanya perasaan,
    hanya cara,
    hanya cita-cita,
    hanya tekad untuk terus berkelahi
    dengan angin dan hujan.

    Aku mencintaimu, Lies.
    Biarkan terus
    kunaiki tiap anak tangga
    walau tanpa kaki.

    Akbar
    ===============
    2 November 2004

     
    • oMie 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      niat bgt!bagus2..

    • agam 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      bar, lies itu siapa?

    • teman 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      Oh itu sesepuh kita…. calon anggota kehormatan ank 7….

    • aves 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      salut buat akbar, berjuang terus ya… CAYOOO men…

    • tamu 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      cayo apaan sih?

    • dalia 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      kata titik puspa di KDI mah go man go

    • Toba 12:04 am on November 4, 2004 Permalink | Reply

      And then the story goes… now, both of you got married… congrats!!!

  • Nyenius 11:59 pm on November 3, 2004 Permalink | Reply  

    Terima Kasih 

    (untuk Eulis, ST, FM, IM)

    Kita memang harus sabar.
    Sehingga benar kenal siapa
    itu setetes keringat,
    yang membuat selalu
    bertahan ketika semua perasaan habis.

    Waktu memang tak dimiliki kita.
    Jadi, aku tak mau sok tahu
    dengan menyerah
    pada ketakutan,
    pada lelah,
    pada bentuk jalan malam,
    pada perih,
    pada puas,

    -pada angin yang menusukku dalam-

    Manusia, lelaki khususnya.
    Ia takkan pernah siap,
    tapi ia tak pernah tanpa persiapan.
    Tidakkah pernah kukatakan,
    "jangan berhitung denganku!"
    Aku akan berdarah
    Kau akan merintih sakit, dalam.
    Kita bicara bahasa pengorbanan.
    Harga hanya untuk kecap!

    Aku tidak akan "berak"
    jika perutku tak minta.
    Aku takkan menikahinya
    jika ia tidak ingin kunikahi.
    Tapi siapa yang tahu?
    Kalau begitu aku takkan makan sampai mati
    Aku takkan merayu.
    Dan berdosa
    karena enggan berlari.
    Tidakkah itu kita lakukan untuk diri sendiri?
    Tanpa harus menciptakan novel
    yang isinya hanya dunia ego kita,
    dan menjadi tuhan yang lemah
    bagi tokohnya.

    Terima kasih.
    Aku memang tak pandai dalam hal itu.
    Tapi, terima kasih
    karena meludahiku.
    hingga aku tahubegitu hina
    menjadi pengecut atau penekad.

    Akbar
    ===============
    2 November 2004

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel