Updates from May, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 1:35 pm on May 19, 2011 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Hancurkan dan Lukislah Aku 

    Jika memandang saja sudah cukup

    Lalu takutkah kau untuk menyentuh

    Bagaimanapun sentuhan takkan mengubah

    Pelukan takkan menggugah

     

    Mungkin tangisan akan membuyarkan

    Menghancurkan..

    Mengosongkan..

     

    Dan kemudian, dimulailah lagi cerita baru

    Dilukiskan kembali coretan yang halus

    Sehingga suatu hari nanti aku menjadi lukisan baru

     
  • Nyenius 8:43 am on March 29, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , puisi katarsis, puisi perenungan   

    Sedikit Kisah dan Secercah Kilau 

    Sedikit hati bagi yang tak memiliki

    Sedikit bumi bagi yang tak berpijak

    Sedikit hangat bagi yang membeku

    Sedikit cinta bagi yang kehilangan

     

    Secercah cahaya bagi yang kelam

    Secercah harapan bagi yang putus asa

    Secercah angin sejuk bagi yang gelisah

    Secercah sentuhan bagi yang ketakutan

     

    Sedikit sakit untukku yang lupa diri

    Secercah senyum untukku yang tak berwajah

     

     

     
  • Nyenius 3:03 pm on March 15, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Sun And   

    The Sun Stealer 

    If you can’t see the Sun shining recently,

    That is because someone hide it.

    She  just want to feel the warmth,

    she just want to rest and secure

    Don’t blame her for stealing the Sun for a while

    Don’t judge her for making the sky cried

    And after a while, she will return the Sun

    And crawling back with a smile

     
  • Nyenius 1:57 am on October 3, 2010 Permalink | Reply  

    Seiris Tawa 

    hai kamu yang disana

    sedang gundahkah hatimu?

    mari kuberi seiris tawa milikku

    dan hey, kamu yang sedang tertunduk terpuruk

    apakah batinmu sedang tertusuk?

    mari kuhangatkan seiris tawa milikku dalam peluk

    oh dan kamu yang sedang berdiri tegak dengan bangga

    tiadakah duka di dada?

     
  • Nyenius 7:30 am on January 17, 2009 Permalink | Reply  

    Lembaran Baru 

    mata ini tertutup dengan lelap

    kulalui hariku yang indah

    dengan hadirmu disisi

    menemaniku, hingga jenuh menjauh

    meski kau tak terjangkau

    namun sayangmu kurasa

    meski kau tak disini

    namun senyummu kulihat

    sayang…

    maafkan aku tak bisa menemanimu

    aku mohon padamu

    terima hatiku

    pegang erat ucapku

    jaga cintaku

    karena kekal yang kumau

    aku sayang padamu

    sampai rembulan lenyap

    hingga bintang tak berkilap

    dan aku terkurung dalam gelap

     
    • kuro.corp 5:38 pm on February 10, 2009 Permalink | Reply

      loe jatuh cinta ma kuntilanak ya vin.
      gw turut berduka..
      😛

  • Nyenius 7:10 am on January 17, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Add new tag   

    sedih 

    malam ini…

    aku merasa sedih…

    entah mengapa

     

    yang kurasa hanya sepi

    menari…

    dan tak berhenti

    yang kulihat hanya hampa

    tanpa rasa yang kudamba

     

    malam ini…

    aku merasa sedih…

     

    dalam dada penuh sesak

    tanpa jiwa yang bergejolak

    hari indah yang kuharap

    seolah tak mengghadap

    kearahku…

     

    malam ini…

    aku merasa sedih…

     

    dengan wajahmu terbayang

    berharap datang dan tak hilang

    dari hatiku yang terbuang

     

    satu ucapku…

    aku cinta kamu…

    sayangku…

     
  • Nyenius 3:28 pm on April 20, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Umpatan Cinta 

    Heh!
    Kamu fikir hatiku batu?
    Diserbu rayu setiap hari setiap waktu
    Tak mempan malah berpental??
    Sialan!
    Lama lama aku juga bisa jatuh cinta tauk!
    Bisa luluh dalam sendu tatap matamu saat mengkhawatirkan sedihku
    Bisa runtuh ego dan angkuhku
    Dengan kalem tapi pedasnya sindirmu
    Bodoh! Bodoh! Bodoh!
    Sekarang kenapa kamu malah diam saja?
    Ayo geraaak! kalau perlu lari
    Dan bawakan aku sebatang cokelat
    Tak mungkin kususui anakku dengan sebait puisi
    Tapi gula dalam cokelat mampu meredam tangisnya di malam hari
    Yang mungkin menghentikan kemesraan kita nanti


    =========================
    Layla.
    (21 Oktober 2004)

     
  • Nyenius 3:22 pm on April 20, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    SUKHERLI 

    Ramadhan tahun lalu kita bertemu.
    Aku bersama lelaki itu berjalan di trotoar pusat perbelanjaan,
    kamu cengar-cengir dan kita pun berkenalan.
    Tanpa kamu tahu, anak muda itu baru saja menghiburku dari patah hati yang menyakitkan.

    Ramadhan tahun ini, kita bertemu lagi.
    Mengejutkan!
    Aku berdiri di depan sebuah toko
    dengan lelaki yang sama,
    yang kamu lihat tahun lalu.
    Kamu cengar-cengir, kali ini kita tak lagi bertukar nama
    tapi tanpa kamu tahu, lelaki itu baru saja merayuku dengan ungkapan cintanya

    I wonder, Li.
    Mungkinkah Ramadhan tahun depan aku-dan lelaki itu- bertemu lagi denganmu?
    Tanpa patah hati, tanpa rayuan gombal, mungkin dengan sebuah kepastian?

    Wallohu a’lam.


    ==============
    (21 Oktober 2004)

     
  • Nyenius 3:11 pm on April 20, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    eLang 

    Langitku,
    kau kata “bodoh” untuk pertanyaanku saat itu; “mungkinkah mati jawaban semua keresahan??”
    Kau benar.
    Tak mungkin kucari jawaban hidup ketika aku telah mati.
    Mati adalah pertanyaan lain dalam hidup.
    Bantu aku untuk mencari jawabannya
    dengan kehadiranmu dan kasih sayang yang selalu kau panjatkan dalam doamu,
    yang katamu, setiap malam.


    ===============
    (19 Jan’04 ;22.30)

     
    • Aves 3:11 pm on April 20, 2008 Permalink | Reply

      Teruskan pejuangan mu nak… kudoakan semoga kau temukan apa yang kau harapkan…

    • teman langit 3:11 pm on April 20, 2008 Permalink | Reply

      terima kasih, Bapa.

  • Nyenius 5:02 pm on November 30, 2007 Permalink | Reply  

    Disini Telah Meninggal… 

    aku ingin keluar sebentar, bung!
    hingga suatu saat
    kita saling memasang nisan
    pada pikiran-pikiran kita,
    pada kata-kata,
    pada khayalan
    pada prasangka
    pada mulut-mulut kita yang kumuh.

    aku ingin pergi sebentar, bung!
    hingga pada tanah ini
    kita gali
    untuk tawa
    untuk kebersamaan kita
    untuk lima jari yang selalu kita adu
    hingga air mata melamurkan
    bau busuk bangkai mereka

     
    • akbar 9:12 am on September 29, 2010 Permalink | Reply

      ba gimana ya cara nya gw bisa ngedit puisinya? sepertinya yang terakhir itu bukan bagian dari puisi.

    • nyenius 10:06 am on September 29, 2010 Permalink | Reply

      Lo login aja bar, tapi sementara ini biar gw yang editin dulu. tuh dah gw apus 🙂

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel