Updates from October, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 9:52 pm on October 9, 2010 Permalink | Reply
    Tags: review film The Invention of Lying   

    Movie Review: The Invention of Lying 

    Cast: Ricky Gervais, Jennifer Garner, Jonah Hill, Louis C.K., Rob Lowe

    Apa yang terjadi bila dunia modern berjalan tanpa kebohongan? Semua yang keluar dari mulut adalah kejujuran tanpa ditutup-tutupi. Interaksi macam apa yang terjadi dalam dunia ini, ketika dua orang yang baru kenal pergi kencan dengan kondisi si wanita cantik, sukses dan prianya seorang berumur 40 tahunan, tidak punya prestasi signifikan dan akan dipecat oleh bosnya. Dan interaksi apa yang terjadi antara pelanggan restoran dengan pelayan yang biasanya terlihat ramah dan siap melayani sepenuh hati. Atau interaksi apa yang terjadi antara seorang atasan yang akan dipecat hari itu dengan asistennya, ditambah saingan kantor yang menyatakan selamat atas pemecatan dirinya. Apa yang terjadi ketika seorang bos yang tahu anak buahnya payah dan terpaksa memecatnya padahal dia paling benci hal pecat-memecat (“should I fire you tomorrow? Is that will make you feel better?”).

    Beberapa hal hilang ketika kebohongan tidak ada; dongeng, film yang menarik, bahkan guyonan. Dan ketika kebohongan pertama ditemukan, banyak hal baru lahir dari situ.

    Dengan semua prolog tersebut jangan pikir ini adalah film komedi murahan yang berisi guyon berlebihan ala scary movie. Ini adalah film drama dengan seting yang sangat nyata, dan komedi terjadi dalam alur cerita yang dibuat sewajar mungkin dengan dunia nyata. Film ini pertama tayang pada tanggal 2 oktober 2009

    Saya sempat tertarik membeli film ini karena judulnya, tapi menjadi lebih tertarik lagi begitu tahu pemeran utamanya adalah Ricky Gervais. Sebelumnya saya nonton filmnya Ghost Town, disitulah awal saya lihat Ricky Gervais dan langsung takjub dengan akting dan juga film yang dibintanginya.

    Hanya saja sedikit sayang konsep menarik yang ditampilkan di awal film harus dirusak dengan ending yang kurang mengigit. Semuanya lagi-lagi dibelokkan ke dalam tema percintaan.

    Ini kali kedua saya menonton filn yang dibintangi Ricky Gervais, and so far so good. 🙂

     
  • Nyenius 1:32 pm on March 13, 2009 Permalink | Reply  

    SLumdog Millionaire 

    SLUMDOG MILLIONAIRE, Film yang menceritakan anak jalanan korban kekerasan antar agama jadi kaya karena ikut kuis Who Wants To Be Millionaire. Jalan ceritanya menarik, dan yang terpenting; cara berceritanya pun menarik. Setting waktu film terjadi dalam 2 hari, tapi juga ada plot bolak-balik sehingga dalam waktu 2 hari itu terceritakan perjalanan si anak dari kecil sampe remaja (hari itu). Disayangkan terakhirnya Hollywood banget, kissing, ciuman (ngehe ye). Tapi ada dua ciuman yang terjadi, yang pertama ketika si cowok nyium sayatan luka di pipi si perempuan, yang langsung kita dikasih gambar semua adegan penderitaan di-rewind –teknik film purba, tapi hasil dramatik filmnya tercapai-, yang satu lagi jenis tai kucing (lips, oh man kenapa adegan tukeran ludah selalu jadi puncak dari perjuangan para tokoh film hollywood).

    Gue nonton dengan mengernyitkan alis, merasa simpati, kasihan, kesal, tegang, sedikit terpancing gairah (juuuuust a littttle), tertawa terbahak-bahak, sampai akhirnya teringat sebab gue beli dan nonton film ini: Aves, waktu ketemu kemaren, di sela-sela omongan gue, sempat merekomendasikan film ini dengan berapi-api. Memang biasa terjadi antara gue dan dia, apabila ada omongan yang mengingatkan atau berkorelasi dengan satu film tertentu, siapa pun diantara kita bakal ngerekomendasiin sesuatu (lo tonton ini deh, lo baca itu deh, liat situs ini deh, etc…). Dan selesai dari nonton film ini gue menoleh ke bini gue yang lagi ngetik laporan keuangan: “Jadi apa maksudnya si Aves nyuruh papa nonton film ini? Terus, papa lagi ngomong apa ya sampe dia rekomend film ini….” Bini gue cuma bengong. Gue bilang sambil ketawa, “Ah sarap nih…”

     
  • Nyenius 8:14 pm on March 12, 2009 Permalink | Reply  

    Monty Phyton’s The Meaning of Life 

    MONTY PHYTON, gue nemuin film-film dari grup komedi ini secara gak sengaja. Katanya mereka punya serial tv yang sukses sejak taun 70-74, dan setelah itu bikin film.

    Salah satunya film ini : Monty Phyton’s The Meaning of Life. Film yang disajikan dengan cukup unik. Bahkan sepengetahuan gue, penyajiannya mirip konsep teater populer di Indonesia tahun 50-an ke bawah. Ada pembukaan, dibagi dalam babak-babak, diiringi sedikit nyanyian dan tarian, dan di tengah-tengah ada pertunjukan selingan untuk istirahat.

    Penyajian film ini dibagi ke dalam bab, kayak buku. Bab kelahiran sampai kematian. Berikut resensi filmnya dalam bentuk gambar (keterangan gambar, coba letakkan mouse anda diatas gambar) :

     

     

    The Crimson Permanent Assurance

     Judul yang bikin orang ngerasa salah nonton film Para akuntan yang dipaksa kerja keras seolah seperti ini mereka memberontak jadi bajak laut kompleks ekonomi yang subur beginihancur lebur setelah mereka serang

    Opening Song

    animasi dan lagu yang riang tapi dalem 

    Part I : The Miracle of Birth.

     stupid doctors terlalu banyak anak, karena agama melarangnya pake kontrasepsi. Dan berniat menjual semua anaknya ke lab eksperimen ilmiahsemuanya anak2 itu nyanyi lagu itu.

    Part II: Growth and Learning

    penerapan dogma-dogmapertandingan rugby anak sd lawan sma, dan guru2nya masih belain yang sma  pelajaran seks live

    Part III : Fighting Each Other

    Prajurit yang maksa komandannya nerima hadiah di medan pertempuran, karena khawatir nggak bisa ketemu lagi.Penjelasan mengapa tentara mesti adakomandan inggris yang santai sementara prajuritnya bertempur dengan suku Zulu   demokrasi di ketentaraan inggris

    THE MIDDLE OF FILM –

    Kuis gak jelas di tengah film. yang naratornya menyuruh audience bioskop untuk nyari ikan yang tersembunyi, dan kalau nemuin diminta untuk teriak yang keras biar satu bioskop denger.

    it's surrealist, love it!

    Part IV : Middle Age

    pasangan paruh bayaKafe yang menu-nya tema obrolan 

    Part V : Live Organs Transplants

    cara yang sarap untuk mengambil organ seseorangpenjelasan tentang alam semesta 

    Gangguan gak jelas

    gangguan gak jelas dari adegan Crimson Permanent Insurrance

    Part VI : The Autumn Years

    a nice song in a luxurious cafeorang yang kelewat gemuk yang selalu muntah dan makan  si gendut yang akhirnya meledakYou have to please everyone, so I became waitress memilih cara mati: dikejar segerombolan cewek telanjang dada 

    Part VI b : The Meaning of Life

    sang kematian sang kematian berkunjungresepsionis surga pertunjukan aneh di surga (again, surrealist) 

    End of The Film

    akhir film yang kasaroh, flying tivi! 

    Gak nyesel download (*cough* projectw.org..*) film sebesar 700 MB ini :D. Sekarang lagi cari seri Monty Phyton and The Holy Grails (wikipeedia indo).

    Review lain Monty Phyton and The Holy Grails.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel