Updates from September, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 3:30 pm on September 27, 2010 Permalink | Reply
    Tags: KB, kontrasepsi, pil kb   

    Mitos Seputar Pil KB 

    Lagi-lagi posting artikel dari tempat lain :P.

    Sumbernya : http://id.news.yahoo.com/viva/20100924/tls-benarkah-pil-kb-picu-tumbuhnya-jeraw-34dae5e.html

    =======================

    VIVAnews –  Banyak wanita menganggap memakai kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, tergolong merepotkan. Selain harus teratur mengonsumsinya, ada efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan pil KB.

    Bahkan, ada mitos yang menyatakan, sejak diciptakan 50 tahun silam, pil KB bisa sebabkan timbulnya jerawat, berat badan melambung, hingga kanker. Benarkah?

    Menurut Prof. Dr.dr. Biran Affandi, SpOG (K), “Anda harus menelan pil KB pada waktu sama setiap hari. Hal yang perlu diingat adalah keteraturan, karena jika tidak teratur, keseimbangan hormon akan terganggu,” katanya saat ditemui di jumpa pers ‘World Contraception Day 2010’ di City Walk, Jakarta.

    Agar tak terjebak mitos, kenali fakta  seputar pil KB berikut ini:

    1. Mitos: Pil KB picu jerawat

    Fakta: Dengan berkembangnya dunia farmasi, pil KB kini telah diperbaharui. Dengan tambahan kandungan drospirenon dalam pil KB justru dapat membantu mengatasi masalah jerawat ringan.

    2. Mitos: Pil KB hanya berfungsi sebagai kontrasepsi

    Fakta: Selain sebagai kontrasepsi, pil KB juga bermanfaat mengurangi nyeri kram saat haid dan gejala PMS lainnya, siklus haid menjadi teratur serta menurunkan risiko animea ketika datang bulan.

    3. Mitos: Pil KB sebabkan kanker

    Fakta: Tidak benar. Pil KB dapat melindungi tubuh dari kanker ovarium dan rahim

    4. Mitos: Pil KB bikin badan gemuk

    Fakta: pil KB metode teranyar dengan progestin baru, seperti drospirenon mampu mencegah terjadinya penumpukan cairan (karena estrogen), sehingga tidak membuat berat badan melonjak.

    5. Mitos: Pil KB bisa sebabkan rahim kering

    Fakta: Tidak ada hubungan penggunaan pil KB dengan fertilitas atau kesuburan. Justru pada wanita muda, penggunaan pil KB mampu menurunkan risiko infertilitas primer.

     
    • agam 10:19 am on September 29, 2010 Permalink | Reply

      jadi lo pake yang mana ba? gw masih pake yang buat pria…..

    • Aves 6:39 pm on September 29, 2010 Permalink | Reply

      Masalahnya Dia kayanya bingung milih ukuran Gam… Pake yang ukurannya S aja masih longgar…
      Wakakaka 😛

    • nyenius 7:04 pm on September 29, 2010 Permalink | Reply

      maaf yah bapak-bapak sekalian, saya ini pecinta kebebasan. Saya gak akan biarkan ada karet menghalangi kehendak saya :)) :))

  • Nyenius 4:33 am on September 27, 2010 Permalink | Reply  

    Sedikit Politik Terkini: Nasihat Yusril Kepada Presiden SBY 

    Gak sengaja nemuin link berita ini waktu login ym dan kebuka Yahoo! Insider.

    Namun, Yusril menasihati Presiden SBY untuk menjadi pemimpin yang berani mengambil keputusan yang tepat pada waktu yang tepat pula.

    Menurut Yusril, semuanya hanyalah masalah waktu. “Penunjukan Darmono sebagai plt Jaksa Agung adalah langkah Presiden yang benar. Saya menghargai langkah Presiden SBY dan, kalau boleh menasihatkan kepada beliau, agar menjadi pemimpin itu selalu harus mampu mengambil keputusan yang tepat dan pada waktu yang tepat pula,” kata Yusril kepada Tribunnews.com, Sabtu (25/9/2010).

    Sering kali seorang pemimpin besar, lanjut Yusril, akhirnya jatuh dari kebesarannya karena ketika dia berhadapan dengan situasi yang sangat sulit, tiba-tiba dia mengambil langkah yang salah dan keliru yang berakibat fatal.

    “Persoalan seputar legalitas dan ilegalitas Jaksa Agung Hendarman Supandji bukanlah persoalan yang terlalu besar kalau disikapi dengan tenang, cepat, dan tepat. Tetapi kalau persoalan sederhana seperti itu dibikin menjadi ruwet, maka persoalannya menjadi melebar ke mana-mana, yang akhirnya menyulitkan Presiden sendiri,” paparnya.

    Yusril menambahkan, orang bijak mampu membuat persoalan ruwet menjadi sederhana. Sebaliknya, orang tidak bijak selalu membuat persoalan sederhana menjadi ruwet, seolah benang kusut yang sulit untuk diurai. (Tribunnews/Yulis)

    Hehehehehehehe 😀

     
  • Nyenius 7:33 pm on September 26, 2010 Permalink | Reply  

    Kepengen Ipad 

    Tiba-tiba saja gw pengen punya ipad. Padahal sebelum-sebelumnya gw masih bingung kenapa orang mesti pake ipad. Reaksi itu sepertinya dimotori oleh riuhnya berbagai macam gadget, dan begitu ipad keluar gw berpikir “apa-apaan ini??”

    Mungkin reaksi tadi adalah reaksi spontan banyak orang, terutama melihat harganya yang mahal. Reaksi itu didorong ‘rasa rakus’ kita akan tuntutan terhadap sebuah gadget komputer. Pertanyaan-pertanyaan standard nya: “Bisa muat lagu banyak gak?”, “kuat buat main game berat gak?”, “bisa muat lagu banyak gak?”, “bisa nyimpen film banyak gak?”, khusus buat desainer “bisa buat aplikasi cad atau 3D gak?” dan lain sebagainya. Yang sebetulnya itu cuma kasus-kasus diatas kertas, karena pada prakteknya, semua ketakutan itu tidak dilaksanakan juga.

    Menurut hemat gue, semakin lama orang menggunakan komputer, maka kebutuhan komputasinya akan semakin mengerucut. Yang paling umum ya browsing, liat dokumen, ngetik dokumen, chat, voice chat, web cam, denger lagu, dan nonton film. Yang paling berulang ya browsing, chat, dan denger lagu.

    Jadi Andaikan saya punya PC dan Laptop dengan spesifikasi tinggi, sedangkan kegiatan rutin saya adalah surfing, denger lagu dan olah dokumen (spread sheet atau word), betapa borosnya, juga tinggi effort nya (nekan tuts keyboard dan menggerakkan mouse untuk klik sesuatu di layar) :p. So I decided, I need Ipad.

    “Kalau mau jalan ke minimarket bisa pake motor, kenapa mesti bawa Humvee??” 😀

    ++Mobile

     
    • Aves 12:09 pm on September 27, 2010 Permalink | Reply

      Gua tambahin 1 lagi alasannya… Kalo udah punya 1 aja product Apple, lo akan bisa bilang,
      “Apple is Suck!”

      Wakaka…

    • fahdi 12:02 am on September 28, 2010 Permalink | Reply

      emang bagus sih Ba, gw juga kepengen. sayang 8 juta cuma buat begituan doang. Mending buat yang laen aja ;))

    • agam 10:31 am on September 29, 2010 Permalink | Reply

      gw nunggu mesin waktu aja deh…………

  • Nyenius 2:02 pm on September 21, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , puisi dan perkembangan usia penyair, tekad berpuisi   

    Puisi Akan Terus Berubah 

    Seiring dengan pendewasaan, tema puisi yang diangkat seseorang akan juga berubah. Karena puisi akan mengungkapkan apa yang menghimpit dan menyenangkan hati seseorang pada masa sekarang.

    Banyak yang merindukan ‘masa dulu’ ketika mereka aktif berpuisi. Banyak yang bertanya-tanya kenapa dulu gampang menulis puisi dan sekarang tidak.

    Itulah, rasa puitis berkembang bersama penyairnya. Banyak hal diperlukan untuk menulis puisi. Latihan, konsistensi, dan hasrat atau passion.

    Latihan akan mematangkan rasa puitis kita. Menyelaraskan antara passion dengan rasa puitis, dan menyelaraskan pendewasaan diri dengan konsistensi mencipta. Di saat semakin tua, semakin banyak aspek dipikirkan ketika menulis, sehingga seringkali tulisan gagal bahkan sebelum mulai ditulis.

    Saya mengerti, bahwa dunia puisi bagi sebagian besar orang, hanyalah satu dunia persinggahan kecil di masa muda yang penuh gejolak. Karena itulah saya berhenti menanyakan teman-teman lama apakah mereka masih menulis, dan lebih memilih menyodorkan mereka puisi terbaru saya untuk meminta pendapat.

    Semoga saya terus berpuisi hingga mati.

    ***btw, gak sengaja nemuin posting lama yang bertolak belakang dengan posting ini "Sick of It All" :p

    ++Mobile

     
  • Nyenius 3:00 pm on September 20, 2010 Permalink | Reply  

    Lao Tse dan Ilmu Padi 

    Sewaktu iseng jalan-jalan di kaskus, gue nemuin satu thread berjudul 7 penyakit seniman bela diri. Yang akan gue kutip disini cuma beberapa paragraf dari isi tulisannya yang gue anggap menarik. Satu bagian yang membahas penyakit sok bijak dan sok misterius dari seorang pendekar bela diri. Tapi bukan itu juga yang mau gue kutip :p , tapi yang ini:

    HE WHO SPEAK DOES NOT KNOW
    HE WHO KNOW DOES NOT SPEAK

    Petuah itu seakan ditaati sepenuh hati oleh para ahli seni beladiri. Semakin sedikit berbagi ilmu, semakin sedikit menjelaskan, semakin misterius, maka semakin menggambarkan ketinggian ilmu yg bersangkutan.

    Tentunya jangan disamakan tindakan berusaha terlihat bijak dengan ilmu padi. Ilmu padi menekankan untuk bertindak bijak dengan rendah hati, bukan terlihat bijak dengan menutupi informasi.

    Petuah di atas sebenarnya ditulis oleh Lao Tze dalam kitab Tao Teh Cing. Ajaibnya, sang penulis petuah sendiri gemar berbicara dan menulis buku berisi lebih dari 5000 kata tentang ajaran-ajarannya. Lao Tze telah bertindak bijak, ia membagi ilmunya, menjelaskan, dan memberikan arahan yg jelas dalam filsafat-nya.

    Bertindaklah bijak, jangan berusaha terlihat bijak

     
  • Nyenius 6:20 am on September 20, 2010 Permalink | Reply  

    Which Reality? 

    Apakah realitas itu? Apakah realitas hanya ada satu? Apakah realitas yang benar untuk satu orang, juga benar bagi yang lain? Apakah realitas itu hidup yang keras penuh perjuangan? Apakah realitas itu hidup yang senang, penuh liburan dan hiburan? Apakah realitas itu kehidupan yang penuh dengan mimpi yang sulit diraih? Apakah realitas itu berarti hidup dimana semua keinginan pasti didapat? Dan apakah realitas Anda valid untuk saya? Ataukah realitas saya valid 100% untuk Anda?

    ++Mobile

     
  • Nyenius 2:57 pm on September 15, 2010 Permalink | Reply  

    Sarkasme 

    Memang ada banyak karakter orang dengan segala macam latar belakang sosial yang berhubungan dengan kita; sopan, menghargai, sarkastik, tidak peduli dan lain sebagainya. Berikut berbagai macam hobby dan kesenangan juga.  Sebagian orang sadar dunianya unik, dan sebagian lainnya tidak, atau tidak peduli. Dengan itu beragam pula tingkat ‘update’ tidak nya seseorang akan satu dan lain hal. Seseorang tahu tentang komputer luar-dalam, hardware dan software, ada yang bahkan takut untuk sekedar menyalakan. Ada yang baru belajar metode A, dan ada yang sudah melewati metode A, B, C, D, E… Dan apa yang terjadi ketika yang tidak tahu komputer coba masuk ke dunia ‘sang ahli’? Apa yang terjadi ketika orang yang baru mendapat pencerahan dalam ‘Metode A’ menyatakan kegembiraannya kepada yang sudah melewati metode A, B, C, D, E??? Hehehehehe sangat-sangat beragam, dan gw akan bahas salah satu jenis respons; Sarkastik.

    Dulu ada mahasiswi UNISBA yang datang ke kampus gue di STSI Bandung, dengan maksud mencari informasi tentang dunia teater untuk bahan tugas kuliahnya. Pertama dia ketemu dengan senior jurusan teater (yang kebetulan room mate kosan gw), setelah nya baru ketemu gue dengan wajah kesal. Apa sebab? Ternyata dia mendapat ‘sambutan’ yang tidak menyenangkan dari senior gw. Dia ditanya-tanya sejauh mana pengetahuannya tentang teater dan terakhir senior saya bilang: “Jadi kalau Anda tidak tahu soal teater, kenapa mau menulis tentang teater???” …… Jelas dia datang ke kampus teater untuk cari info agar tahu, tapi justru jawaban sarkastis bodoh yang didapat.

    Kasus lain, gw tidak begitu hobi sepak bola, baik untuk memainkannya maupun nonton pertandingan liga. But when it comes to world cup, gue akan ikut menyambut senang dan ikut menyimak jalannya pertandingan. Gue senang melihat persaingan antar negara, dan suasana yang terbangun karena adanya World Cup. Satu hari gak sengaja gue nonton bareng temen-temen yang memang suka bola. Kita bertiga, dua orang penggemar asli bola, dan gw ‘penggemar World Cup’. Mereka terlihat diam tanpa antusias, sementara gw rame gak jelas kalau wasit terlihat gak adil atau hampir gol. Dan pada tiap reaksi gue, mereka bereaksi mengejek. Mereka menutup sarkasme itu dengan sempurna, mereka bilang: “Kayak ngerti aja lo.” World Cup baru berjalan setengahnya, dan gw udah kehilangan antusiasme sama sekali untuk nonton setelah peristiwa itu.

    Ada juga peristiwa kecil ketika gue bertanya kepada seorang kawan “Lo dah nonton film ini blum?” dan dijawab “Basi lo…” That’s just terrific, entah mengapa all of the fun of the movie menguap begitu saja.

    Gw gak begitu ngerti apa yang ada di benak mereka dalam perilaku tersebut. Padahal jelas mereka goblok dalam hal lain, dan hehehehe gue atau orang selain mereka bisa menjawab hal itu dengan gampang. Apakah ini merupakan bentuk dari defense mereka?? Atau sikap ini didorong dari ekslusifisme tiap golongan? Atau dari rasa superior? Atau memang dasarnya orang-orang itu brengsek? Atau sebetulnya merekalah definisi sejati dari ‘orang bodoh’.

    Gw punya sikap sarkasme sendiri, dan hanya akan gue gunakan pada waktu dan orang dengan perilaku tertentu saja, and I’m using it right now...

     
    • fahdi 7:58 am on September 16, 2010 Permalink | Reply

      anjrit 🙂 ka aing ieu teh 🙂

      come on dude, it was a joke

    • nyenius 2:03 pm on September 16, 2010 Permalink | Reply

      yeah it’s a joke, and only you have all the fun 🙁
      nah, it’s also for everybody else out there, which have similarity with you :p

    • Aves 5:42 pm on September 17, 2010 Permalink | Reply

      NAJIS, Udah pake BB masih Sensi aja sih!!

  • Nyenius 2:51 am on September 14, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , puisi sayang, puisi untuk pacar   

    Aku Akan Memelukmu Dalam Kuasa Tanganku 

    aku akan memelukmu
    dalam kuasa tanganku
    membelaimu sebaik mungkin
    menyembunyikan kepalamu di dadaku
    melindunginya dari terik kehidupan

    lepaskanlah segala drama
    bersama kita lucuti topeng
    menjadi kemurnian yang bergumul mesra

    akan kususuri
    harum rambutmu
    helai demi helai
    meresapi angin hidup yang menerpamu
    akan kukecup keningmu
    demi meringkas bahasa
    menadahi segala luka

    aku menyayangimu gadisku
    mencintaimu dengan segala kekurangannya
    menopangmu dalam segala rapuh

    masuklah, sembunyi dalam diriku
    jadikan aku tempurung yang hangat
    bergelunglah di dalamnya
    seperti bayi dalam rahim bunda

    cahaya mataku
    kawan batinku
    jantung hidupku
    kemarilah,
    hilangkan gundahmu

     
  • Nyenius 12:15 am on September 5, 2010 Permalink | Reply  

    Berfikir Skeptis 

    Masih ingat betul, dalam sebuah stadium general seorang guru SMU saya berkata (berteriak lebih tepatnya); “Dalam urusan keimanan, paling pertama kita harus yakin dan percaya, tapi dalam mencari kebenaran kita harus ragu!” Saya tidak menyukai ucapannya saat itu, walau dalam hati mengakui kebenarannya, karena saya tahu ada maksud lain dibalik ucapannya. Itulah pertama kalinya saya bersentuhan dengan filosofi skeptis.

    Sebelumnya coba kita lihat sedikit definisi dan sejarah dari skeptisisme tersebut.

    skepticism (skĕp`tĭsĭzəm) [Gr.,=to reflect], philosophic position holding that the possibility of knowledge is limited either because of the limitations of the mind or because of the inaccessibility of its object.

    It is more loosely used to denote any questioning attitude.

    Extreme skepticism holds that no knowledge is possible, but this is logically untenable since the statement contradicts itself.

    The first important skeptical view was held by Democritus, who saw sense perception as no certain guide to objective reality.

    The Sophists were the earliest group of skeptics. Protagoras taught the relativity of knowledge, andGorgias held that either nothing could be known, or if anything were known, it could not be communicated.

    Pyrrho, regarded as the father of skepticism, later held a similarly extreme position, seeing reality as inaccessible.

    Arcesilaus taught that certitude is impossible and only probable knowledge is attainable. In the Renaissance, skepticism is seen in the writings of Michel de Montaigne, Pierre Charron, and Blaise Pascal. For René Descartes skepticism was a methodology that allowed him to arrive at certain incontrovertible truths.

    At the end of the 17th cent., Pierre Bayle skeptically challenged philosophical and theological theories. David Hume, a leading modern skeptic, challenged established assumptions about the self, substance, and causality.

    The skeptical aspect of Immanuel Kant’s philosophy is exemplified by his agnosticism; his antinomies of reason demonstrate that certain problems are insoluble by reason.

    To some degree skepticism manifests itself in the scientific method, which demands that all things assumed as facts be questioned. But the positivism of many scientists, whether latent or open, is incompatible with skepticism, for it accepts without question the assumption that material effect is impossible without material cause.

    http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Skeptikoi

    lkhsdflksd

    Wikipedia

    Contemporary skepticism (or scepticism) is loosely used to denote any questioning attitude,[1] or some degree of doubt regarding claims that are elsewhere taken for granted.[2]

    The word skepticism can characterise a position on a single claim, but in scholastic circles more frequently describes a lasting mind-set. Skepticism is an approach to accepting, rejecting, or suspending judgment on new information that requires the new information to be well supported by evidence.[3] Individuals who proclaim to have a skeptical outlook are frequently called skeptics, often without regard to whether it is philosophical skepticism or empirical skepticism that they profess.[4]

    http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism

    Dan semenjak membaca buku Black Swan, soalan skeptisisme ini kembali mengisi pikiran saya. Dari situ juga, ada bagian yang saya garisbawahi dari kutipan diatas, yaitu; Skepticism is an approach to accepting, rejecting, or suspending judgment on new information that requires the new information to be well supported by evidence.

    Pembuktian apa yang harus diaplikasikan terlebih dahulu untuk mengujinya? Pembuktian bahwa hal tersebut salah, atau pembuktian kebenarannya. Seperti istilah END ‘Evidence of No Disease’ dalam dunia kedokteran, bukannya NED ‘No Evidence of Disease’.

    Kendati demikian, ada pengecualian. Di antara mereka ada pemain catur papan atas, yang, seperti telah dibuktikan, sesungguhnya berfokus pada apakah sebuah langkah spekulatif akan menghasilkan posisi yang lemah, sebagai perbandingan, para pemain pemula cenderung mencari pembuktian-pembuktian kebenaran, alih-alih pembuktian kesalahan. Namun jangan bermain catur untuk mempraktikkan skeptisisme. Kalangan ilmuwan percaya bahwa pencarian kelemahan itulah yang telah menjadikan mereka pemain catur papan atas, bukan kebiasaan bermain catur yang mengubah mereka menjadi orang skeptik. Begitu pula, spekulator George Soros, ketika melakukan pertaruhan finansialnya, terus memperhatikan kejadian-kejadian yang akan membuktikan bahwa teori awalnya salah. Barangkali inilah yang disebut percaya diri sejati: kemampuan memandang dunia tanpa perlu mencari sesuatu untuk menyanjung diri sendiri.

    Buku Black Swan terjemahan Indonesia–bab Konfirmasi Informasi Halaman 79

    Jadi, setelah tertarik mengenai skeptisisme, metode pembuktian mana yang kita pilih?

    ++Mobile

     
    • fahdi 3:47 am on September 5, 2010 Permalink | Reply

      reductio ad absurdum, teknik skeptisism begini kalo ga salah juga disukai oleh Galileo ketika menentang gereja.

    • Aves 10:46 pm on September 7, 2010 Permalink | Reply

      maaf, saya coba bersikap Skeptis dengan tulisan ini…

  • Nyenius 6:35 am on September 4, 2010 Permalink | Reply  

    Apa Artinya Kamu dan Mereka, Bagimu dan Bagi Mereka 

    Masih berhubungan dengan posting sebelumnya “You are a puzzle piece“, kita akan membahas sisi manusia yang berubah, dan apa yang memantik perubahan tersebut.

    Kelebihan manusia sebagai mahluk yang dapat memilih adalah dapat belajar dari interaksi-interaksinya dengan lingkungan sekitar. Yang kemudian menjadikan interaksi tersebut sebuah pengetahuan empirik yang tersimpan di otak dan dalam setiap urat darahnya. Contoh, ketika seseorang memegang api dan tangannya terbakar, dia akan memiliki pengetahuan empiris bahwa api itu panas dan bisa melukai dirinya, setelah itu dia akan bersikap lain menghadapi api. Manusia bereaksi terhadap tantangan lingkungannya, baik yang negatif atau positif.

    Kehadiran seseorang dalam hidup orang yang lain, dapat saling mempengaruhi perilaku dan cara pengambilan keputusan dalam banyak hal. Sama halnya dengan hilangnya orang lain dari lingkup kehidupan seseorang. Sebenci apapun sesuka apapun, tetap akan ada yang hilang, dan tetap akan memberikan efek perubahan perilaku.

    Juga keluar-masuknya seseorang dalam suatu komunitas, tim kerja, masyarakat, akan saling memberi perubahan. Mungkin itu yang disebut orang sekarang ‘chemistry’. Jadi jangan pernah merasa bahwa Anda atau orang lain itu tidak penting, karena Anda menjadi Anda karena mereka juga, begitu juga sebaliknya.

    =========
    Tulisan ini disertakan dalam:

     
    • Indahjuli 11:21 am on September 27, 2010 Permalink | Reply

      Terima kasih untuk keikutsertaannya di Writing Contest Pb+ 2010
      Maaf, mas, banner Pesta Blogger 2010 mohon dipasang ya, sebagai salah satu kelengkapan lomba.

      Terima kasih.

    • agam 11:51 am on September 29, 2010 Permalink | Reply

      agak loncat gak sih. atau gw nya aja

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel