Updates from February, 2008 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 2:19 pm on February 26, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Subdomain konflik dengan mod_rewrite 

    Apakah Anda menggunakan fasilitas mod_rewrite dari apache untuk menghasilkan ‘nice url’. Alias url yang katanya lebih ‘search engine friendly’. Dan disaat yang sama Anda punya satu atau lebih subdomain di server anda? Daaan mod_rewrite itu mengganggu atau lebih tepatnya lagi bikin subdomain anda error dan tidak bisa diakses.

    Baru-baru ini, gue ngalamin hal itu. Di domain root nya http://www.indexdisk.com gue pake script yang menggunakan mod_rewrite, dan gue juga bikin subdomain. Gue heran kenapa subdomain gue gak bisa diakses, alih2 nampilin root folder subdomain tersebut, dia malah mengarah ke direktori yang nggak ada. Tepatnya begini gambar errornya :

    Konsultasi kesana kesini, akhirnya ada orang di sebuah forum yang ngasih tau bahwa itu error akibat kesalahan di dalam rewrite_rule nya, katanya penyelesaiannya adalah dengan meng-exclude direktori subdomain tersebut. Saya pun searching ke internet, dan menemukan setumpuk posting yang tidak begitu membantu, sampai akhirnya ketemu. Caranya adalah dengan menambahkan kondisi dan rewrite_rule yang menghentikan proses rewrite apabila yang dipanggil adalah sebuah subdomain. Begini kode nya:

    # Stop mod_rewrite processing if subdomain requested
    RewriteCond %{HTTP_HOST} ^(.*).indexdisk.com
    RewriteRule .* – [L]

    Rewrite_rule diatas harus diletakkan tepat setelah kode RewriteEngine on yang berada di file .htaccess didalam root direktori server anda.

    Semoga bisa membantu kawan yang lain yang menghadapi masalah serupa.

     
  • Nyenius 11:14 pm on February 10, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Ketika Menonton Rambo IV 

    Barusan nonton Rambo bedua bini gue di bioskop. Begitu film itu dimulai, rada kaget juga dengan adegan-adegan pembantaiannya -genosida tentara pemerintah terhadap etnis Karen-. Yang kepikiran di kepala gue: “Mmm, eksplisit juga ya aktion nya…” Ya mungkin buat para penggemar genre sadism, itu semua belum seberapa, tapi lumayan nyentak buat kaum dramais dan komedis adamSandleris seperti saya. Adegan pembantaian dengan semena-mena dan sadis yang ditampilkan memang tidak sampai membuat perut saya mual, seperti biasanya kalau saya liat video ato foto korban pembunuhan yang suka berkeliaran di internet. Tapi cukup membuat miris ngeliatnya.

    Itu bagian pertama, ketika urutan dramatik sebuah film pada umumnya baru sampai pada penjabaran tentang kekuatan, kejahatan, kemenangan pihak antagonis. Nah, pada ‘babak’ berikutnya, tatkala pihak ‘jagoan’ mulai beraksi, dengan kata lain, Rambo mulai membantai pihak ‘musuh’, perasaan nyaris-mual yang saya rasakan itu hilang, berganti dengan perasaan senang dan lega. Malah terkadang tertawa gregetan dan berteriak seru seperti homer yang nonton tim bisbol nya menang (“woohooo”), ketika layar menampilkan kepala prajurit musuh hancur ditembak rambo, atau bergumam ‘mampus!’ tatkala Rambo perlahan-lahan merobek tenggorokan musuhnya dengan tangan kosong. Juga sewaktu Rambo Cs. membantai pasukan musuh dengan senapan mesin kaliber gede (yang biasanya ditongkrongin di mobil tentara dan pelurunya segede batere) seperti membunuh sekawanan nyamuk, saya tidak merasa miris apalagi mual. Padahal cara matinya sama mengenaskan dengan adegan rakyat kecil yang dibantai, bahkan sebagian tampaknya lebih brutal.

    Film hampir habis dan saya menyadari ‘perubahan rasa’ itu. Saya jadi bertanya-tanya sendiri; “Kenapa ya?”

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel