Updates from May, 2007 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 11:52 am on May 28, 2007 Permalink | Reply  

    Cinta yang terbuang 

    Cinta Yang Terbuang

    saat malam menggantikan siang
    hati ini tak tenang memikirkan kau di sana
    Namun apa yang ku dapat saat itu
    Kau bersanding bersamanya

    Hancurnya hatiku
    Perihnya luka hatiku
    Bagai ombak yang menerpa karang
    Menghancurkan karang yang kokoh

    Bunga cinta yang slama ini ku bina
    ternyata tak kau tanggapi
    Buih cinta yang kuberikan padamu
    Kau buang begitu saja ke semak penderitaanku….

     
    • adhiedeath 11:52 am on May 28, 2007 Permalink | Reply

      Dist,,,ni kisah nyata U ya.?Dalem bgt ci,,,,,,

  • Nyenius 3:47 pm on May 25, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Asosiasi Tipe File di Eclipse 

     
  • Nyenius 11:27 am on May 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Menyimpulkan Roscoe Pond 

    sudahlah, jadi mahluk pragmatis saja
    tak perlu pusing-pusing dengan yang absurd
    yang paling kongkrit dari yang absurd itu hanya “cinta”
    dan yang paling kongkrit dari cinta itu “nafsu”

     
  • Nyenius 11:19 am on May 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Jadilah 

    jadilah seniman, nak!orang yang memberi arti pada pemaknaan dan pengetahuan.jadi apa sajalah!yang penting seniman.tapi sebentar…jangan jadi polisi  juga, ya!polisi itu,filsuf bukan,ilmuwan  bukan.�

     
  • Nyenius 11:07 am on May 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Percayalah 

    Here i am , This is me ,
    I come to this world
    so wild and free…
    Here i am , so young
    and strong , right here
    in the place where i belong(Here I Am, Bryan Adams)Suatu hari nanti,akan kau rasakan gurihnya krupuk.Suatu hari nanti,akan kau rasakan begitu menyenangkannya tertawa.Suatu hari nanti …tangismu adalah penyuciansakitmu adalah obatkecewa itu sampahkepuasan itu perangkap.Suatu hari nanti,akan kau alami terus berlari,mengarungi bulan memadamkan matahari.Suatu hari nanti,percayalah,aku akan selalu adasebagai detak jantungmu,yang tak pernah kau mengerti cara kerjanya

     
  • Nyenius 3:48 am on May 22, 2007 Permalink | Reply  

    puisi Cinta 

    Tarian Cinta ‘Utada Hikaru’

    huh… dimana cahyamu yang kau janjikan
    dua masa kumenanti kehadiran seseorang
    seseorang yang mau mengerti tentang asaku
    menari dalam tarian Misteri Cinta
    rasanya enggan tuk pergi dari Jiwamu
    aku ingin menjadi angin saja
    yang slalu membangkitkan Gelora
    dan mengantarmu pada keabadian
    setiap detik…
    mengapa kau slalu membayangi kesendirianku.?
    Kenapa langkah ini ingin berhenti dihadapmu.?
    Aku malu dengan malam yang mengejekku
    dalam rentan waktu ku masih mengikutimu
    dan mencoba berjalan senada denganmu
    semua ini kuturuti rasa hati

    maka izinkanlah aku bersandar di bahumu
    membuat rona yang berbunga
    ku harap kau akan menyukai ini
    menjadi kenyataan…

     
  • Nyenius 12:17 pm on May 21, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    BASED ON TRUE STORY 

    kemarin… kulihat seorang pria,
    memang hanya pria… pria biasa…
    ia tertawa lepas tanpa beban diatas motor,
    motor biasa… tak istimewa….

    dengan satu tangan ia membawa
    bukan karena sengaja.. memang tak punya

    lengan baju kiri mengayun tertiup angin…
    melangkah ke dalam masjid
    membasuh muka penuh hikmat meski kurang nikmat
    mengangkat tangan dan berucap
    “ALLAHHUAKBAR”

    tanpa tangan kiri ia tertawa……
    tanpa lengan kiri ia berdoa….

    mengapa kita tidak….
    2 tangan kita punya….
    kendaraan mewah kita punya….
    hidup hampir sempurna

    lihat….
    seorang pria sederhana, bertampang biasa, dan
    …. tanpa lengan kiri…..
    masih bisa berdoa kepadaNYA,
    masih bisa bersykur kepadaNYA,

    mengapa kita tidak bisa seperti dia????
    haruskah ALLAH mencabut 1 lengan agar kamu berdoa????

     
  • Nyenius 10:25 pm on May 14, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Captcha 

    Sekarang diharapkan penangkal spam sudah lebih solid lagi. Dalam tiap form yang ‘bebas lepas’ gue pasangin captcha. spam lama sudah dibersihkan. Sayang, sepertinya beberapa posting di forum terhapus. Nanti dicari cara untuk mengembalikannya.

     
  • Nyenius 5:19 pm on May 11, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Air Beriak Tanda Tak Dalam 

    Ketika sesuatu memasuki tahap serius, banyak hal-hal kecil yang sebelumnya terlewati muncul. Celakanya ia sering kali menjadi masalah. Mungkin sebetulnya bukan masalah, hanya saja ia perlu diperhitungkan kembali, dan diambil tindakan untuk mengatasinya, menghapusnya dari checklist atas hal-hal yang memang seharusnya dilakukan.

    Ketika berpikir masalah tujuan, strategi, kita bicara tentang hal yang global. Ketika strategi dan tujuan itu dijabarkan, dijalankan, kita berhadapan dengan hal-hal kecil dan detail. Ini kesadaran yang harus diterima, supaya muncul tindakan mencegah detail-detail tersebut tidak menjadi masalah.

    Waktu jalan semakin meruncing ke satu arah, ada prioritas-priritas yang harus dipilih. Pilihan ada banyak, ia akan selalu banyak, begitu juga kesempatan. Tapi mereka hadir bukan untuk dijalani semuanya, ia memberitahu tentang keterbatasan manusia dan mengajarkan bahwa kita harus memilih. Mengutip suatu tajuk rencana koran kompas yang tanggalnya saya lupa, tulisan itu berkata: “…memilih tidak selalu antara yang baik dan yang buruk, tidak jarang kita harus memilih antara yang buruk dan yang lebih buruk…”

     
  • Nyenius 4:56 pm on May 11, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Kesempatan; terseret atau menyeret 

    Suatu hari pada tahun 2001, gue lagi duduk di tangga SMA gue (saat itu gue baru beberapa bulan lulus) sambil ngobrol-ngobrol sama guru matematika gue yang pikiranya cukup idealis (setidaknya gue pikir demikian). Dia bicara tentang kesempatan, dia bilang; “Kesempatan itu Cuma datang sekali, selebihnya kita yang harus bekerja keras membuat kesempatan itu.”

    Gue tercenung mendengar paparan itu, dari awal ngedengernya, ada sesuatu yang rasanya ngganjel di kuping. Gue bertanya beberapa kali tentang pernyataannya itu, dan jawabannya selalu membenarkan pernyataannya tentang kesempatan. Gue berhenti nanyain hal itu, tapi dikepala, kalimat itu terus muter-muter, pertanyaan terbesarnya adalah “BENARKAH BEGITU???” Selalu, gue kalo denger kalimat atau pernyataan dari seseorang yang umur dan pengalamannya jauh diatas gue, gue akan lebih banyak diem ngerenungin omongannya, ketimbang membantah. Pertimbangannya adalah, pasti ada suatu pengetahuan, terutama yang sifatnya empirik, yang membuat dia mengeluarkan pernyataan tersebut. Ini salah satu masalah yang kalau diomongin aja gak akan selesai-selesai, dia harus dibuktiin dengan pengalaman.

    Bertahun-tahun lewat sampai hari ini, selama itu gue gak pernah mengambil sikap setuju atau tidak terhadap pernyataan itu. Sisi percaya dan ragu sama kuatnya, walaupun munculnya bergantian (masak barengan 50-50, gak mungkin lah hehehehehe). Pada beberapa sisi, sikap ‘golput’ gue ini agak mengganggu pengambilan keputusan gue terhadap situasi atau kesempatan yang sedang gue hadepin pada masa-masa itu. Berkali-kali hal ini dipertanyakan dengan keras oleh kepala gue, tapi tetep gak ketemu jawabannya. Mungkin karena

    Sekarang gue sadari bahwa pernyataan itu tidak lengkap. Ya sebagai sebuah kalimat pernyataan dia sudah selesai, tapi untuk aplikasinya tidak seperti itu tampaknya. Setiap orang memiliki banyak kesempatan, bahkan terkadang dia dihadapkan dengan berbagai kesempatan pada waktu yang nyaris bersamaan. Mending kalau kesempatan itu seragam, bisa dibuat tingkat-tingkat prioritas atau tingkat profitnya. Nah, kalau kesempatan itu beragam bentuknya? Pada akhirnya yang menentukan bukan banyaknya pilihan atau kita mengambil semua kesempatan itu, tapi; mengambil keputusan!

    Hidup ini isinya pilihan-pilihan. Kenapa gue bilang begitu??? Gue melihat dari ‘fitur gacoan’ yang dianugerahi Tuhan buat manusia yaitu; akal; kemampuan untuk memilih – ini yang berulang kali ditekankan sebagai pembeda manusia dari mahluk lainnya. Dari situ timbul pertanyaan, kenapa kemampuan memilih yang dianugerahi kepada manusia? Bukannya kemampuan bisa terbang atau indera yang super tajam misalnya. Segala sesuatu dipersiapkan untuk menghadapi masalah atau environment (lingkung hidup) yang akan dihadapi. Malaikat dibuat tanpa cela dan tidak berpikir karena ia memang bakal ditugaskan untuk mengerjakan perintah Tuhan tanpa membantah. Disamping argumentasi tersebut, coba tengok keseharian kita. Pagi, kita memilih baju yang akan dipakai, baju dan celana ada banyak dilemari kita, tetap pada akhirnya kita harus pilih salah satu dari jenis-jenis pakaian tersebut (celana dalem sama celana jeans kan beda kikiki), begitu berangkat, kita pilih pakai angkot yang ana, misalkan gue di ciputat mau ke Terminal Lebak Bulus Jakarta, bisa aja gue naik angkot Parung-Bogor, terus sambung Bogor-Bandung, baru dari Bandung naik bis yang ke Terminal Lebak Bulus (info, aslinya dari ciputat ke lebak bulus cukup naik satu angkot kecil ajah). Pilihan itu bola liar yang memungkinkan untuk dipilih, dan setiap pilihan satu paket dengan konsekuensi yang dibawanya.

    Teman saya, seorang programmer komputer yang cerdas pernah berkata; “Di dunia ini Cuma ada dua hal 1 (satu) dan 0 (nol). Jadi intinya, ya atau tidak.”

     
    • si ganteng 4:56 pm on May 11, 2007 Permalink | Reply

      toba sayang,

      we’re human not a machine, we think there’s something between 0 and 1, such as 0.75 or 0.13

    • nyenius 4:56 pm on May 11, 2007 Permalink | Reply

      fahdi manis,

      natakallamu ‘anil ushuul, laisal furuu’

      we’re talking about the basics, not the branches. It’s like, originally you’re only a sperm (basic), and then became an embryo (branch) and so on so on. khekhekhekhe

    • Mr.Logic 4:56 pm on May 11, 2007 Permalink | Reply

      kesempatan itu hanya milik orang yang siap, kesempatan tidak seperti barang yang tergeletak di jalan lantas dgn mudah kita memungutnya, kesempatan itu seperti di permainan caturlah, kita sendiri yang merencanakan strategy untuk mematikan lawan, semakin canggih kita berstrategy semakin banyak peluang untuk mematikan raja …klo kita sering blunder kayaknya kita bakal kalah melulu, pendeknya kesempatan itu kita ciptakan! bukan kesempatan namanya klo ada lowongan kerja jadi guru matematika tapi kita ngga bisa n ngga pernah ngerti matematika he he. O ya klo di teori peluang, kesempatan itu nilainya antara 0 dan 1. nol ngga mungkin terjadi dan satu pasti terjadi. klo ngambil dari teori ‘fuzzy logic’ kayaknya bukan true or false lagi. tapi ada yang samar-samar. di antara yang panas dan dinginkan ada yang anget, di antara hitam dan putih pasti ada abu-abu. Ngga akan ada kulkas, AC dan lain-lain klo hanya kenal angka 1 dan 0.

    • toba 4:56 pm on May 11, 2007 Permalink | Reply

      a lot of thanks to Mr. Logic =)

    • hades 4:56 pm on May 11, 2007 Permalink | Reply

      kalo menurut ajaran budha, isi adalah kosong, kosong adalah isi, semua hal itu saling terhubung satu sama lain, semua hal itu saling membantu, dan tiap-tiap hal itu ada bermacam jenis kemungkinan… so gak ada yang salah dari statement “guru lw, si ganteng, Mr.logic, and lw sendiri”
      begini aja deh tiap2 hal itu punya keunikkan dan kekhassannya sendiri, jadi tiap2 individu punya role modenya sendiri2, dan mungkin aja suatu individu itu menemukan kasus yang hampir mirip dari sebelumnya tapi di lantas menyelesaikannya dengan cara yang sama atau berbeda…
      Setelah daku pikir2…..Ngomong opo sih gw ini….?!hehehehe
      Tapi gw serius loh bo…jangan saling mempengaruhi yang cenderung memojokkan yang lainnya..(eh, tapi gak juga yah ?!hehehe)tiap orangkan punya pendekatannya masing2.(maaf yah kalo salah omong..Peace!!)
      Dipikir2 ini semua kok filosofis sekali sih…bakakaka…..

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel