Updates from May, 2006 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 6:12 pm on May 31, 2006 Permalink | Reply  

    Kecil Hati 

    Saat ini aku bimbang,
    bimbang tak perlu yang kucari sendiri
    Mulai takut pada usiaku yang bertambah
    Mulai ragu pada diriku yang belum bisa apa-apa
    Belum pernah kurasakan kesusahan mencari rejeki
    Belum pernah kurasakan sakitnya melahirkan jiwa
    Belum pernah pula kurasakan sulitnya membina keluarga

    Sudah dewasakah aku?
    Masih terlalu mudakah aku?
    Apakah aku sudah siap membela hak milikku?
    Apakah aku sudah berani memiliki sesuatu?

    Bahkan jalanku belum lurus
    Bahkan aku tidak bisa teriak kesal
    Bahkan aku tidak dapat memilih musuh
    Bahkan aku belum bisa mengasihi dengan sungguh-sungguh

    Aku malu…
    Pada usia dan jalan yang selama ini kulalui
    Pada keluarga yang menyokong punggungku
    Pada teman-teman yang selalu mendukungku
    Karena ternyata,
    Aku belum menjadi siapa-siapa

    πŸ™

     
    • Toba 6:12 pm on May 31, 2006 Permalink | Reply

      ayo semangat dong ndro!!! hoya!

    • ndree 6:12 pm on May 31, 2006 Permalink | Reply

      ndro? heh Toha!! nyolot lo ya? Ngajak gelut sia?

  • Nyenius 4:28 am on May 31, 2006 Permalink | Reply  

    Choosing color; pelajaran hari ini 

    Udah lama gue meraba-raba tentang bagaimana sebenernya cara untuk memadukan warna, udah dua tahun mempelajari interior, tapi tetep aja sucks dalam hal mewarnai dan juga memilih warna. masalah teknik mewarnai (dengan dan atas berbagai media) mungkiin sebenernya masih bisa diatasi dengan pengetahuan akan perpaduan warna-warna yang baik. Selama ini gue hanya bisa kagum dan (masih juga) keheranan ketika melihat orang (misalnya) memadukan warna ungu dan hijau tapi tetap kelihatan klop, and end up in twilight zone.

    marker
    marker

    Pagi ini, gue mulai membiasakan diri gue (kembali) dengan alat-alat pewarna, khususnya marker. Mencoba mengenali karakter warna yang dihasilkan sampai menyapukan marker dengan baik. Sasaran medianya adalah sketsa-sketsa yang udah gue bikin di buku skets A3 gue (jenis kertas sketsa tentu). Setelah mulai terbiasa, gue pun mulai coba-coba membuka buku ‘Teknik Pembuatan Gambar Berwarna‘ yang disusun oleh Michael E. Doyle. Dari situ gue mulai mencari beberapa sampel, baca-baca sedikit, dan kembali lagi ke buku sketsa. Gue warnain sebuah sketsa meja rias yang gue bikin beberapa waktu lalu. Didasari dengan marker berwarna Naples Yellow, target warna yang tergambar di benak gue adalah warna perpaduan antara kuning dan cokelat. Dua kali sapuan untuk bagian-bagian yang terkena cahaya, dan 4-5 kali lebih sapuan untuk daerah shade. Setelah selesai, gue perhatiin gambar itu dari jauh dan dekat, yup, the color works, gambarnya jadi keliatan lebih hidup dari sebelumnya. Gue lanjutin dengan meniban semua warna dasar itu dengan pensil warna murahan merk Lyra. Gue pilih warna oranye, gue coba sebentar, dan gue beralih ke warna cokelat standar. gue tiban semuanya, dengan penekanan yang berbeda pada tiap bagiannya, ringan pada bagian yang terkena cahaya, dan agak keras pada bagian shade. Hasilnya, BURUK. Gue nyesel nambahin warna itu. Terngiang kembali komentar-komentar dosen atas gambar-gambar berwarna gue. Mereka cuma berkomentar ringan, “kamu kurang berani ngewarnainnya”.

    c-wheels
    Color Wheel

    Shit, they’re right, seringkali gue ‘ngerusak’ gambar yang udah gue bikin begitu tangan ini menyentuh pewarna dan menyapukannya pada gambar tersebut. Sedikit desperate terbit dalem ati. Ow, it’s 3 am, harus tidur, tapi iseng buka buku Michael E. Doyle lagi, dan disitu ada sedikit kalimat diantara tutorialnya masalah perpaduan warna. Di gambarnya terlihat warna Mauve (ungu muda) hasil marker, ditimpa dengan Celadon Green. Kalimat selanjutnya berbunyi; “Warna yang hampir-berkomplemen ini menghasilkan kelabu yang hidup.” Ber-KOMPLEMEN, ah bodoh sekali gue ini, yup, tentu saja warna nggak bisa sembarangan di gabungin begitu aja, buat apa ada teori warna, Color Scheme, broer! Geblek sekali gue. Selama ini gue kurang menyadari dan mengerti fungsi dari color-scheme tersebut, tapi hari ini gue dapet sedikit gambaran tentang fungsi mereka. Mungkin.

     
  • Nyenius 11:03 pm on May 29, 2006 Permalink | Reply
    Tags:   

    Tunggu Aku 

    Tempat yang bukan barat dan timur
    dihatimukah?

    Kalau begitu, tunggu aku
    pelayaran ini terasa lambat
    tapi jelas, pelabuhan berikutnya
    kamu

    aku harap ini pelayaran terakhir
    hingga jiwa ini dapat
    bersemayam pada pantainya

    lambai ombak yang kau kirim
    datang bersama senyummu
    menguatkan jiwa sampai kesana

    ragu masih menderak juga
    tanya-tanya timbul bagai
    percik gelepar ikan

    senyummu, pelukmu, belai hatimu
    rumah yang aku nanti
    atap yang aku cari
    kita harus isi-mengisi
    jegal juga keraguan yang buta

    – tak tahu hatimu seperti apa –

    entah kapan tiba
    peta sudah kubalik-balik
    menetapkan kebenaran titik koordinat
    menilik angin, apakah mengantarku kesana?

    Sinar yang menggelorakan itu
    matamu kah?

    itulah api titik pusat
    navigasiku. Hampir sampai?
    Duhai kelasi, topang kaptenmu ini
    sambutan yang tak tentu
    melahirkan mabuk laut yang jarang

    rapihkan semua yang di kapal
    biar bagaimana
    dia harus tahu

    =================
    Toba.
    23:56 16/10/2004

     
  • Nyenius 8:44 pm on May 29, 2006 Permalink | Reply  

    Jogja… 

    Deepest Sympathy buat orang-orang Yogyakarta
    Semoga semua urusan mereka dimudahkan
    Semoga bumi yang menggeliat memberikan keberkahan yang lebih di masa datang
    Semoga yang kehilangan sanak saudara dikuatkan dan ditabahkan
    Semoga mereka yang tiada, mendapat rahmat dan ampunan dari Tuhan
    Semoga yang kehilangan rumah diganti dengan yang lebih baik,
    Semoga semua urusan mereka dimudahkan

     
  • Nyenius 8:24 pm on May 29, 2006 Permalink | Reply
    Tags:   

    Ternyata Memang Kamu 

    ternyata
    padamulah hatiku bercokol nyaman
    pada belaimu kepalaku tunduk syahdu

    pada pengertianmu
    pada marahmu

    aku sadar
    cinta telah menjadi bahasa keseharian kita
    bukan lagi bunga, bukan lagi bahasa verbal

    makin hari, hati makin saling mengunci
    semakin terlibat, semakin ketergantungan

    ternyata
    hatimulah yang bersenyawa dengan hatiku
    saling mengisi kondisi-kondisi
    dan variabel-variabel baru

    kaulah orang yang ingin kulindungi
    dan berbagi keriput wajah suatu hari nanti

    14:32 07/05/2006

     
    • debby 8:24 pm on May 29, 2006 Permalink | Reply

      it’s just like
      . . .growing old withyou . . .
      so, sweet

  • Nyenius 1:58 am on May 29, 2006 Permalink | Reply  

    Buah dada itu…. 

    Aku harus sadar sesadar-sadarnya, harus terbebas dari ruang dan waktu yang sekarang menjebak. Karena luasnya langit baru terdeteksi begitu jiwa berada diatas ‘peta-peta’. Ketakutan-ketakutan dramatis dapat segera dijadikan bahan tertawaan ringan – jika saja dapat terbebas dari ruang dan waktu -.

    Ruang, petak ini, naungan ini, kamar ini, desa ini, taman ini, kota ini, pulau ini, negara ini, dunia ini, planet ini, harus bisa diatasi dengan jiwa yang lebih luas dari mereka. Muatan nuansa, memori, emosi, intelegensia, kekuatan yang mereka kandung, harus bisa diatasi. Manusia dipaksa terus berjalan oleh waktu. Walau mereka diam, hakikatnya tetap berjalan. Sehingga pikiran-pikiran, perilaku, karakter massa atau personal ter-pattern ke dalam warna dan kotak-kotak. Ya, manusia cenderung terkondisikan oleh ruang dan waktu yang membungkus mereka, dan -sedikit- manusia yang ‘bisa keluar’ dari sana dianggap wali atau orang gila. Gila itu sehat, karena disana ada denyut kehidupan yang sebenarnya, bukan kehidupan yang seharusnya. Gila adalah upaya radikal untuk bebas dari ruang dan waktu.

    Dengan kekuatan, aku harus berkelana, selemah-lemahnya, setidaknya jiwaku. Harus meringkas makrokosmos ke dalam jagat inti dalam jiwa, lantas me-replay mereka sesuai kehendak. Untuk memperjelas ‘jalan’ yang sudah menjadi ‘seharusnya’ ini, aku harus terbebas dari ruang dan waktu, memandang dari segala sudut, menemukan inti dari ‘jalan’. Dalam apapun, dalam ruang dan waktu yang bagaimana pun, aku harus terbebas dari mereka, supaya dapat melihat inti-nya. Karena ruang dan waktu adalah kulit yang membungkus hakikat dari peristiwa-peristiwa hidup, nukleus yang berpendar dalam rahasia.

    Aku harus terbebas dari ruang dan waktu, agar tangan ini mampu mewarnai dengan baik.

     
    • aves 1:58 am on May 29, 2006 Permalink | Reply

      adoh… ini judul, bikin ngeres otak gua aja pas mau baca πŸ˜€ udah pilm-pilm di bioskop 21 Plus huahahahahhaha:D

  • Nyenius 7:36 pm on May 24, 2006 Permalink | Reply  

    Saya tak suka tulisan ini 

    Seorang bocah yang rapuh, mencoba mengatakan pada dunia bahwa dirinya ada. Setitik sinyal dolontarkannya ke langit dan selalu hilang ditelan malam. Seorang bocah yang selalu jatuh (seperti bocah-bocah lainnya), dan bangkit dengan beragam tangisan, mencoba untuk tetap berjalan. Terkadang ia takut kepada esok, tak jarang ia tantang mentari pagi, dan ada kalanya tak dipikirkan sama sekali.

    Seorang bocah lusuh yang berusaha tampil serapih mungkin, tetap saja berhiaskan noda-noda cipratan dari tempat-tempat ia bermain. Selama ini telah menjadi bocah bengal yang tak memperhatikan waktu, ingin bermain selama mungkin dengan sebanyak mungkin peralatan yang bisa/akan diraihnya, dan tiba-tiba waktu menampakkan dirinya. Teman-teman yang menghilang/dihilangkan, lapangan bermain yang digusur, dan tali-tali yang tak terlihat bernama tanggung jawab melilitnya makin erat, sehingga kakinya tak dapat berlari sejauh yang pernah ia bisa. Ia merasa hanya dapat berjalan lurus-lurus, sebab waktu yang terus berjalan mengantarkan dunia disekelilingnya membangun jalan layang tinggi melalui dirinya, melaju beberapa tahun melewati dirinya. Dia menyadari, dirinya masih dikubangan lumpur yang lama, dengan jenis mainan yang sama. Dengan bodoh, ia masih penasaran dengan lumpur-lumpur yang sulit digenggam, kental, liat dan menggemaskan.

    Begitu waktu menampak dengan jelas, dengan tangan belepotan ia berdiri terperangah melihat bagaimana semuanya telah berubah. Ia berlari mengejar sekuat yang dibisa, tapi waktu tak pernah berhenti, dan ia telah (dan terus) berlari mendahuluinya. Sia-sia, tak mungkin dikejar dalam cara bodoh begitu. Terpekur, melihat ke depan, ke belakang, dan pada dirinya sendiri, lantas pada lumpur ditangannya. Digenggam sisa lumpur itu dan berkata; Lumpur ini harus bisa membayar atas apa yang telah kuhabiskan atasnya, sebatas lumpur biasa atau modal.

    Perasaan bodoh, bocah yang paling bodoh, menekan kepalanya keras-keras ke tanah, menyakitkan hatinya. Hanya Tuhan semata yang boleh sombong di jagat raya – atau apapun namanya-. Ia lanjut berjalan, tidak berlari, ia harus menata semuanya dan terus melaju. Tak ada yang bisa disalahkan, dan dalam urusan menjalani hidup memang tidak ada yang dapat disalahkan, karena sepenuhnya pilihan pribadi, dan dia tahu dengan sadar bahwa melakukan sebuah kebodohan sama dengan menciptakan sebuah perangkap yang kelak menjepit kakinya di satu ketika, dan dia dipaksa untuk tahu, bahwa bodoh itu mahal, lebih mahal ketimbang menjadi cerdas.

    Dia pernah berambisi menjadi sesuatu yang berarti di jagat raya, ah dunia pun masih terlalu besar tampaknya, sedang jagat dihatinya pun masih belum terkendali, seorang bocah yang benar-benar rapuh, hampir mendekati keledai.

    Di Jakarta, kota ambisi dan persaingan.

     
    • ray 7:36 pm on May 24, 2006 Permalink | Reply

      cm pengen tau apa ini merupakan pic of ur life. bagus juga isinya tapi sbg saran bisa dibuat dengan sedikit diberi bahasa puitis biar lebih cakep!!!!

    • toba 7:36 pm on May 24, 2006 Permalink | Reply

      hmmm betul juga ya..

  • Nyenius 4:41 pm on May 19, 2006 Permalink | Reply  

    Me, sucks… 

    My scripts, Mustang Forum, MustNews, are SUCKS!!!! My php knowledge are SUCKS!!! It’s useless you know…

     
    • nazla 4:41 pm on May 19, 2006 Permalink | Reply

      he?? useles?? gw kan pake mustnews lu???

    • aves 4:41 pm on May 19, 2006 Permalink | Reply

      wah kenapa nih, ko tiba” ngomong gitu πŸ˜€

    • Toba 4:41 pm on May 19, 2006 Permalink | Reply

      Nazla: tenang lu, I’ll try to keep your mustnews up to date and runs well…

      Depresi…

  • Nyenius 7:22 pm on May 11, 2006 Permalink | Reply  

    wyswyg 

    Ohohoho, saat ini editor teks di user panel udah pake WYSIWYG (What You See Is What You Get). Ini gue lakukan setelah sekian waktu mencari skrip teks editor WYSIWYG yang ringan dan simple, gue temuinΒ  OpenWysiwyg memenuhi kriteria tersebut. Apa itu WysiwyG? nggg, singkatnya ketika lo bikin posting, suasananya kayak ngetik di word, gitu aja, silahkan coba di sini.

    (news ends here)

     
  • Nyenius 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply  

    Change my mind…. 

    Sepertinya untuk saat ini, gue berubah pikiran soal pengen buru-buru nikah…. :ph34r:

     
    • aves 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply

      walaupun gua ngga tau kenapa, cuman menurut gua, segala sesuatu yang ingin dilakukan buru” biasanya berdampak kurang baik πŸ™‚ yah, gua doakan yang terbaik aja buat lo… apa pun itu…:)

    • TOba 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply

      amiin.

    • beep 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply

      walah, jangan-jangan karena si pantat

    • TOba 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply

      vino, ehm…

    • nazla 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply

      Bagus. Tante mendukungmu…

    • ndree 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply

      bukan gara2 seorang pria kan ba?

    • TOba 2:27 am on May 10, 2006 Permalink | Reply

      Muke gile lo ndri, hahahahaha kagak lah

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel