Updates from February, 2006 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 11:46 pm on February 28, 2006 Permalink | Reply  

    Aquarium Laut 

    Huah, akhirnya babe gue setuju akuariumnya yang di toko gue bawa pulang. Jadi begini, dulu bokap punya akuarium banyak, di toko ada dua ato tiga, di rumah satu. Biasa, dulu lagi hype banget soal Lou Han, nah makin kesini entah dia makin bosen ato alesan relasi bisnis dan keluarga tuh ikan pada dibagiin, bahkan sama akuariumnya. Singkat cerita akuarium tinggal 2 biji, di toko satu, di rumah satu, daaaan yang dirumah pun (yang berisi ikan arwana berusia 4 tahun), kemaren dijual ke uwak gue seharga 500 rebu (akuarium, ikan, mejanya), niatnya sih ga mo dikasihin, tapi uwak gue maksa beli. Nah tinggal satu yang di toko, hehehehehe gue dah ngebet dari lama pengen miara akuarium laut, dan gue dah ngincer tuh akuarium sisa B) .

    Tapi rada susah, abis dia gak percaya tuh akuarium bakal gue urus, soalnya pengalaman kemaren pas gue miara kura di rumah, gue rada males bersihin akuarium nya 😛 . Apalagi begitu gue bilang mo isi aer laut, blah, makin ogah dia ngasihnya. Yang kebayang ma die gimana nanti ganti aernya, akuarium aer tawar aja gue males gantinya, apalagi laut. Padahal sebenernya soal aer, akuarium laut (menurut gue) lebih gampang ngurusnya, ga perlu sering ganti aer (mungkin 6 bulan sekali, itu pun mungkin), kita cuma perlu nambahin aer pake aer biasa, kalo aernya dah mulai nyusut. Dan soal kebersihan dalemnya FYI, ‘ikan sapu-sapu’-nya laut lebih bersih dalam hal ngebersihin lumut, ketimbang sapu-sapu empang, gue dah liat sendiri hal ini di akuarium nya Bayu (temen share per-ikanan gue di bandung). Kasusnya, hari ini semua karang yang ada di akuarium lautnya bayu cokelat semua, pas udah ditarohin tuh ikan, besokanya karang nya dah putih lagi. Inilah ikan sapu-sapu yang kagak makan gaji buta 😆

    Sekarang bokap dah ok, tinggal besok gue jemput tuh akuarium beserta mejanya di toko. Tapi harus ngebersihin dulu kerak2 yang nempel di kacanya (pake cutter ato silet). Kemudian beli :

    • under gravel filter. 20.000
    • serabut filternya. 5.000
    • dinamo filter. Rp 60.000
    • keni2 (sambungan pipa) besert pipa-pipanya. 30.000
    • karang hidup (lupa namanya), karang mati. 40.000
    • aer lautnya. 20.000
    • Lampu uv. 25.000 (kalo sama dudukannya berarti 40.000)
    • ikannya (pasti lah) 50.000 (and growing)

    Ya itulah estimasi peralatan dan biaya dari apa yang gue inget dari 2 tahun yang lalu 😛 sekarang lagi pelajarin lagi kejelasannya gimana di http://www.o-fish.com. Kalo dah jadi, nanti gue posting foto dan mungkin sedikit artikel buat yang mao bikin juga 😉

     
    • Ady 3:47 pm on December 6, 2008 Permalink | Reply

      Jangan lupa filternya sering dibersihin, takutnya akan menyebabkan nitrat tinggi, air jangan melulu dtambah air biasa, bagusnya tu air RO, atau air AC.

    • nyenius 10:00 am on December 7, 2008 Permalink | Reply

      apa tuh air RO atau air AC?

  • Nyenius 9:20 pm on February 26, 2006 Permalink | Reply  

    Minta bikinin blog? 

    Kemaren-kemaren ada temen yang minta bikinin blog, tapi gue jawab dengan memberikan referensi ke blogspot. Bukannya males ato gak sempet bikinin, tepatnya kapok. Dari yang udah-udah, orang yang dibikinin blognya, malah nggak care sama blog itu, ogah ngurusin, jadi lebih baik, coba aja dulu bikin. Kan emang kalo kita ngerasain bikinnya bisa lebih menghargai apa yang udah dibikin itu.

    Gak berlaku pada blog aja sih, tapi hampir pada semua hal. Pernah gue ngalamin punya dua macam temen yang kontras abis. Yang satu rajin bebersih, yang satu sepertinya udah mati urat bebersihnya, dan kurang ‘ngeh’ sama kerjaan orang lain. Jadi si Rajin itu udah abis nyapu dan ngepel, ga lama temen gue yang satu lagi bertengger di tangga, dan dengan entengnya buang abu rokok sembarangan. Susah dibilanginnya, dia baru mengusulkan agar menjaga kebersihan, setelah dia suatu ketika berinisiatif ngajak yang laen bersih-bersih.

    Menghargai hasil karya -karya siapapun- adalah sesuatu yang indah dan baik, baik bagi orang lain maupun bagi diri sendiri. Menghargai / mengapresiasi karya orang laen bakal ngebuka wacana baru bagi kita, entah secara ilmu, wawasan, maupun pengalaman empiris.

    😉

     
  • Nyenius 8:34 pm on February 26, 2006 Permalink | Reply  

    New developer assigned 

    Welcome to our recently assigned official developer of Mustnews : Avesena!! 😆 😆 😆

    Current Official developer of Mustnews:

    • Toba (myself)
    • Avesena

    Some hardwork has already put on re-design the basic architecture of this script.

     
    • Avesena 8:34 pm on February 26, 2006 Permalink | Reply

      it’s a honor for me to join this team 😀

    • ndree 8:34 pm on February 26, 2006 Permalink | Reply

      saran: whitespace yang keanyakan ini membuat mataku sakit, guys

  • Nyenius 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply  

    Hobby – Pakan Kura-kura Brasil 

    Dewasa :
    Harus kita ketahui bahwa RES adalah binatang omnivora yang oportunistik, dan mau memakan berbagai macam pakan ketika mereka dewasa. RES kecil atau bayi lebih cenderung sebagai karnivora, dan mereka akan tumbuh dengan pesatnya apabila kadar pakan mereka 20-50% -nya mengandung protein. Tapi makanan yang diselingi tetap cara yang terbaik, usahakan jangan sampai satu jenis makanan mendominasi setengah dari jenis pakan mereka. Seiring mereka dewasa, makanan mereka pun berubah. RES muda lebih cenderung karnivora atau senang serangga, ikan kecil, dan enis daging lainya, waktu mereka dewasa/makin tua kecenderungan pakan mereka jadi herbivora (tapi tetap suka daging). RES muda bisa diberi makan setiap hari, dan yang tua bisa lebih jarang lagi (sekitar 5-7 hari).

    Memperkenalkan pakan baru pada RES
    Misalkan kita terlanjur ngasih makan satu jenis makanan untuk waktu yang agak lama, dan kita mau ganti /selingin pakannya, atau kalau kita baru beli RES itu dari toko. Biasanya mereka tidak langsung mau makan pakan yang kita kasih, karena mereka belum mengenalinya sebagai makanan. Hal yang harus dilakukan adalah, sodorkan pakan baru itu kepada mereka selama seminggu. Selama pengenalan ini, jangan berikan mereka pakan rutinnya kecuali sedikit. Pertama kali kita ngasih pakan baru itu jangan terlalu banyak, karena pakannya belum tentu dimakan dan hal itu Cuma bakal ngotorin air.

    Jadwal pemberian makan
    Kalau di alam liar, mereka punya jadwal alami untuk mencari makan, tapi di kolam/akuarium kita yang pegang kendali atas hal itu. Seperti saya sebutkan sebelumnya, RES kecil sebaiknya diberi makan setiap hari, sedangkan yang besar bisa dalam interval yang lebih lama. Nah saya pribadi waktu merawat RES saya yang kecil saya jadwalkan makan mereka itu dua kali sehari, pagi dan sore. Setiap sesi pemberian makan, saya suapi mereka dua anak ikan mas dan juga pakan kura-kura/ikan hias dari toko. Jadwal pemberian makan ini penting kiranya, karena berhubungan langsung dengan tingkat pertumbuhan mereka nantinya. Beri makan kura-kura Anda selama selama mereka masih mau makan selama sepuluh menit, lewat dari itu hentikan pemberian makan (walau mereka masih keliatan lapar dan meminta makanan).

    Jenis Pakan
    RES termasuk reptil Omnivora yang memakan baik itu daging maupun tumbuhan. Kecenderungan mereka adalah: Karnivora di waktu kecil, herbivora setelah mereka dewasa. Tidak semua makanan (baik sayuran maupun daging) baik buat mereka, maka dari itu saya coba me-list apa yang disarankan dan apa pantangannya beserta sebabnya.

    Daging:
    Binatang-binatang hidup sangat dianjurkan menjadi pakan RES kecil, karena itu bisa menjadi sumber protein yang baik, dan dapat menunjang pertumbuhan kura-kura yang baik dan sehat. Jangan jadikan daging sebagai pakan khusus, jadikanlah mereka sebagai salah variasi makanan seperti pakan yang lainnya.

    • Anak ikan mas
    • Anak lele
    • Himpun (gupy/cere)
    • Keong air
    • Cacing sutra
    • Cacing tanah
    • Jangkrik
    • Larva nyamuk (buat yang masih kecil)
    • Udang (dianjurkan sungut/kepalanya dibuang lebih dulu)
    • Cicak (gue selalu pengen nyoba, tapi gak tega)

    Jangan atau sebaiknya jangan :

    • Daging ayam, baik masak apalagi mentah. Karena ayam mengandung Salmonella, bakteri yang membuat RES anda sakit (dan kemungkinan menular pada manusia).
    • Daging sapi atau babi. Daging mahluk ini terlalu berlemak buat mereka
    • Cacing Tubifex atau ikan beku / mahluk hidup yang dibekukan lainnya. Kemungkinan pakan-pakan tersebut mengandung kadar Thiaminase yang tinggi dan bisa menyebabkan penyakit kekurangan thiamin (Thiamin deficiency).

    Sayuran :
    Untuk muatan vitaminnya, mereka butuh sayuran dan buah-buahan. Sering-seringlah beri makan mereka dengan sayuran atau buahan ini, agar mereka tumbuh menjadi RES yang sehat dan bahagia :. Berikan mereka campuran sayuran yang dipotong-potong seminggu sekali.

    Buah:

    • Anggur
    • Belewah
    • Blackberry (buat intermezzo)
    • Stroberi
    • Apel
    • Jeruk
    • Blueberi
    • Pisang

    Lalapan:

    • Daun lobak
    • Selada merah
    • Dandelion
    • Pucuk wortel
    • Daun ara
    • Daun anggur

    Sayuran:

    • Labu
    • Kentang manis
    • Kacang-kacangan
    • Potongan wortel
    • Tomat

    Tanaman air:

    • Water Hyacinth (sejenis bunga bakung air)
    • Water lilies
    • Elodea
    • Duckweed

    Jangan atau sebaiknya jangan :

    • Selada dan Seledri. Dua tanaman ini hanya mengandung sedikit nutrisi dan serat yang berguna. Beri ini hanya untuk sekedar iseng setelah mereka makan pakan utamanya.
    • Bayam, lobak, kelembak. Mereka mengandung kadar suatu zat (oxalic acid) -yang dapat menghalangi penyerapan kalsium- yang tinggi. Sayuran ini bisa menyebabkan RES kekurangan kalsium, bahkan jika mereka sudah diberi pakan yang mengandung kadar kalsium tinggi.
    • Kacang polong, kacang, dan jamur. Kacang-kacangan ini harus disajikan tidak terlalu banyak, karena bisa menimbulkan encok atau tersenggal bila diberikan terlalu banyak.
    • Cabai, taoge, brokoli. Dalam jumlah yang berlebihan, mereka dapat menimbulkan penyakit dibagian ginjal. Jangan terlalu sering diberikan.
    • Tanaman air biasa. Bila anda ingin mendekorasi kolam atau akuarium kura-kura anda dengan tanaman, pastikan bahwa tanaman tersebut tidak beracun. Karena kura-kura peliharaan tidak dapat membedakan tanaman yang bisa dimakan dan yang beracun.

    Makanan ‘kaleng’ (makanan peliharaan komersil) :
    Sekarang ini pakan kura-kura baru sedikit yang dijual dipasaran dalam negri. Ada dua model pakan kura-kura berdasarkan bentuknya, stick (bentuknya batangan) dan bulat biasa, baik yang baby size maupun adult size. Karena makanan komersil yang khusus buat kura-kura masih sangat jarang, bisa juga digunakan makanan/pelet untuk reptil lainnya (karena pada dasarnya kebutuhan vitamin mereka tidak jauh berbeda). Atau bisa juga Anda berikan pakan ikan hias biasa. Pakan-pakan tersebut telah memiliki kandungan nutrisi yang lumayan memadai untuk membesarkan RES. Makanan komersil ini harus memiliki sekurangnya 35% protein, kalsium, vit A. Makanan kering kucing atau anjing bisa juga dijadikan pakan RES. Tapi jangan jadikan ini sebagai sumber utama protein, karena terlalu berlemak.

    Hubungan makanan dan kesehatan:
    Apabila RES atau kura-kura Anda tidak mau makan sebagian / beberapa jenis makanan yang Anda sodorkan, tetapi masih makan yang lainnya, berarti RES Anda masih sehat-sehat saja, dia Cuma nggak suka makanannya. Tapi kalo RES tersebut tidak mau makan SEMUA jenis makanan yang disediakan buat dia (selama 3 / 4 hari) ada kemungkinan dia mengalami gangguan kesehatan alias sakit, segera periksa.

    Jangan hibernasi-kan (tidak dianjurkan bagi kita yang tinggal di daerah tropis) kura-kura yang kurang makan/kurang terawat, hal itu hanya menyebabkan kematian belaka.

    Hubungan makanan dan warna :
    Sudah umum, bahwa warna dari corak-corak RES yang dipelihara para hobiis cenderung memudar seiring menuanya RES. Hilangnya kecemerlangan warna ini, termasuk memudarnya pigmen kuning dan merah, adalah efek dari kurangnya pemberian pakan yang mengandung nutrisi untuk pigmen dalam makanan mereka. Mem-variasikan makanan pewarna ikan hias lainnya akan dapat membantu RES mempertahankan warna mereka. Memberikan jenis sayuran/tumbuhan yang mengandung pigmentasi warna kuning dan merah juga dapat membantu menjaga warna RES.

    Suplemen Vitamin :
    Jika RES anda telah diberikan pakan yang tepat, maka suplemen vitamin tidak begitu diperlukan lagi. Banyak ahli yang menyuplai tambahan suplemen kalsium dan vitamin D3 bagi RES kecil mereka (silahkan cari suplemen untuk reptil ini di petshop terdekat). Cukup berikan suplemen ini dua kali seminggu (RES kecil) dan sekali seminggu bagi RES yang sudah dewasa. Sangat dianjurkan untuk menambahkan suplemen kalsium atau Vit D3 bagi RES betina yang hendak bertelur, berikan sekali atau dua kali seminggu selama musim bertelur. Pemberian suplemen kalsium dan vit D3 yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan tempurung yang tidak normal dan masalah lainnya bagi yang dewasa.

    KALSIUM :
    Kura-kura memutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan tempurung yang sehat.

    VITAMIN D3 :
    RES dapat memproduksi D3 bila mendapatkan pancaran sinar UV-B (langsung berada/berjemur dibawah sinar matahari, tanpa pengahalang). Kandungan kalsium (baik dalam makanan maupun suplemen tambahan) tidak akan banyak manfaatnya jika RES kekurangan vitamin D3 ini. Dan kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan penyakit radang tulang / pertumbuhan tempurung dan tulang yang tidak sempurna.

    VITAMIN A :
    Jika kekurangan vitamin ini, akan menyebabkan hilangnya nafsu makan, mata yang menonjol dan berair. Gejala-gejala tadi masih bisa disembuhkan atau dicegah dengan memvariasikan makanannya. Apabila kelebihan vitamin A, akan menyebabkan kulitnya terkelupas sehingga daging bagian dalamnya terlihat (bukan seperti ganti kulit, jadi kulitnya mengelupas tanpa meninggalkan kulit baru, tidak jarang hal ini menyebabkan kematian pada kura-kura).

    Hal lain menyangkut pemberian makan RES :
    ” Jangan kelewat banyak ngasih makan mereka. Bisa terjadi ketidak-seimbangan antara pertumbuhan tubuh dan cangkangnya, kalau udah begitu, betapa tersiksanya mereka.
    ” Jangan beri mereka gorengan (seperti bala-bala, tahu isi dsb).
    ” Jangan beri mereka makanan yang terlalu berlemak, seperti ham, daging babi dll.
    ” Utamakan pakan alami, gunakan pakan ‘kalengan’ sebagai selingan.
    ” RES termasuk Kura-kura air, dan kura-kura air hanya bisa makan di dalam air. Jika mereka mendapatkan makanan di darat, mereka akan segera membawanya ke genangan air terdekat untuk kemudian memakannya.
    ” Bereksperimenlah dengan berbagai macam makanan. Entah itu dari jenis daging, sayuran makanan kaleng, tapi sebelumnya, pastikan dulu pakan-pakan tersebut tidak berbahaya bagi mereka. Be creatif!
    ” Indikasi kenyangnya RES. Mereka makannya mulai ogah-ogahan (makanan yang ada tidak disentuh).
    ” Untuk mengetahui apakah kura-kura Anda terlampau gemuk, lihat apakah daging/kulit kakinya menyembul keluar ketika dilipat, jika ya, berarti dia kelewat gemuk kawan, kurangi intensitas pemberian makannya. Kalau terlalu kurus? Lihat di daerah pipinya, seharusnya agak gembung (tembem), kalo cekung berarti dia kelewat kurus, nah perbaikin makannya dan juga jenis pakannya.
    ” Asyiknya makanan hidup. Selain bisa ngelatih mereka ‘berburu’, makanan hidup juga bisa lebih awet, mereka Cuma dimakan waktu si kura-kura lagi butuh. Dan kadang-kadang bisa jadi perangsang nafsu makan setelah mereka sakit/susah makan. Tapi jangan lengah, perhatikan ketika / sesudah mereka makan mahluk-mahluk hidup ini, RES itu makannya jorok, terkadang ikan mas Cuma dimakan sepotong dan sisanya dibiarin ngambang, terus mereka makan ikan yang laen lagi. Ini bisa ngotorin aer, sarannya, ambil potongan ikan itu dan sodorin ke depan moncongnya, biar dimakan lagi sama dia.
    ” Untuk RES yang masih kecil dianjurkan untuk diberikan pakan kaleng yang bentuknya bulat bukan stick. Karena hal itu memudahkan mereka untuk menelannya.

    —-
    *Diramu dari berbagai sumber di internet

     
    • putri 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      thx infonya ban, gw punya kura-kura dr 5 ekor, sekarang tinggal satu..
      hiks, sedih gw.. padahal kayakna gw dah mengurusnya dgn baik dan benar..!!

    • toba 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      kok bisa, diurusnya dimana?

    • putri 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      di aquarium kura2 gitu dueeh..
      tp sekarang gw dah beli 2 lagi,… jd kura2 gw ada tmennya dueeh..
      kapan2 silaturahmian yaa sm kura2 lo ban, huahahahaa.. 😀

    • nata 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      tolongs donks ada yang tau ga penyakit mata kura2? soalnya kura-kuraku matanya bengkak dan sering di usap2 saya kuranya thx Q

    • dika 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      ciri2 kuya2 mati gmn sih???

    • nyenius 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      kura2 gue pernah ada yang mati. Cirinya merem, kaki ngejuntai (atau semua badannya udah lemes, kalo kaku berarti koit nya dah lama). Yah gampangnya, dicolok2 gimana juga diem aja deh.

    • Samid 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      Kayanya Kura2 kura brazil di pasaran kebanyakan jantan semua deh…Terbukti yang gw beli n dirawat bae2, gedenya baru keliatan jantan…batangan semua boss… kan ga enak!!!

      Oh iye nernakinnye gimana ye…???

    • nyenius 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      Wah emang begitu. kura brasil emang susah dibedain kelaminnya waktu mereka masih ‘piyik’. Ya kalo mo nernakin belinya jangan satu-dua, saran gue, minimal 4 ekor belinya (itu juga sambil ditilik-tilik, ya usaha milih2 jenis kelaminnya gitu)…. hmmmm, cita-cita gue untuk membuat ‘surga kura’ belum tercapai…. hiks hiks hiks….

    • ipo3n666 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      wah thanks banget ya infonya…………
      doain yah biar kura2 gue bisa hidup terus n sehat2 ajhh……he…he..he

    • toba 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      Amieen 🙂

    • Dhede 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      sampai besar gimana sih kura2 berasil ini

    • Dhede 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      tempat kura2 yang bagus itu seperti apa yah

    • Dhede 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      bagai mana cara tau kura2 itu jantan atau betina

    • jarz 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      thanx bwt infonya….
      gw pengen nanya dunk,,,
      cara ngejemur kura2 kecil ntu gmn ya???
      soalnya pernah gw jemur pagi2 jm 10an tp dianya malah lari2,,meronta2,,stres,,resah,,dan gelisah gt kayanya…
      plizz djwb
      thanx b’4

    • Toba 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      Jar, lo gak usah maksain buat ngejemur mereka, mereka itu gak seperti anjing yang bisa nurut begitu aja. Mereka akan berjemur ketika mereka pengen berjemur, dan mereka bakal ngelakuin itu sendiri, gak akan bisa kita atur-atur.

      Caranya sediain aja ‘tempat hidup’ yang layak. kalau di akuarium, sediain daratannya, sediain lampu spot (harap perhatiin watt-nya, kalau gede, taruhnya jangan terlalu deket ke daratan), sediain lampu UV juga, dan ‘jalan’ buat naek ke daratannya.

      Kalo outdoor, ya minimal sediain aja daratannya (oh iya jangan lupa sedikit tempat berteduh).

      Awal2 mereka takut sama kita, tapi lama-lama mereka akan agak terbiasa. Tapi tetep aja kalo mereka lagi berjemur dan lo ngelakuin gerakan mendadak atau mencurigakan mereka, mereka bakal kabur ke kolam.

      Good luck bro!

    • dede 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      wahhhh uuyyy bertahanlahh …
      hiks..hikss ..
      lukan belum gede .. aaaaaahhhhhhhggg,,
      siappa yg akan menghiburku dalam kesedihan???
      semoga kalau tiba2 kamu harus pergi,,
      kamu masukk surrggaa ya beb,,
      coz kammu slalu buat kammi tertawaaa,,,
      i luv u u’uyy,,

    • ARDI 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      gimana kalo RESnya masih umur 2 bulan udah dikasih jangkrik atau ulet

    • Aldo 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      gimana kalo RESnya masih umur 2 bulan udah dikasih jangkrik atau ulet ??
      Trus Pets Home(bukan akuarium) di cuci dngan sabun cuci Piring ??

    • toba 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      Kalo jangkrik dengan umur kuya nya segitu gak tau juga ya…. mending jangan dulu deh (ato ada gak kawan2 lain yang dah ngalamin??). Kalo ulet silahkan..

    • Beni 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      Makanan pelet apa sich yang mereknya bagus untuk kuya – kura + harganya murah?

    • DoDi 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      kalo kura 2x nya di kasih nasi bakal sakit nggak ?

    • Dodi 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      tapi kura 2x nya masih kecil ?

    • Iceman 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      salam kenal smoa.
      klo boleh tau, ne ada yg tau kura2 duri gk?
      klo kura2 brazil gw dah ada 2.
      kebetulan gw bli yg betina n temen gw ngasih gw yg jantan.

      gini, klo jantan kuku kaki depan lbh panjang, lubang pembuangan kotoran hampir ke ujung ekor.
      klo betina kuku jari depan lbh pendek, lubang pembuangan kotoran jg lbh deket ke dalem.
      gampang kok.
      ngak usah kasih makan macam2, turtle sticks merek ORCA ato Hai Long jg bagus
      harganya murah, gk ampe 10rb/botol.
      yg ada kura2 duri tolong hubungi saya y^^

    • ruri 3:32 pm on February 22, 2006 Permalink | Reply

      Waduh tolong saya dong saya 2 hari yang tidak sengaja membanting kura -kura saya sekitar 80 cm lalu apkah dia akan mati ,namun nafsu makannya berkurang bisakah siapa saja menolong saya untuk meningkatkan nafsu makannya lagi ?

      saya sangat sedih sekali!!!!!!!!

    • Narinta is Fun 10:56 am on December 7, 2008 Permalink | Reply

      Kura-Kura Gue gk mau makan dan ngambang !
      gue takut dia mati ! tapi masih ada gerak sie
      Tolong ya jenis makanan apa yg baik buat kura-Kura gue plis jawabanya di percepat !

    • nyenius 4:15 pm on December 7, 2008 Permalink | Reply

      @ruri: Mudah2an kura-kuramu cuma shock, dan kurangnya nafsu makan itu akibat shock itu tadi.

      @Narinta: sebabnya kenapa? Ngambang gimana? gak berenang gitu? buat makanan coba liat jawaban bung Iceman, tapi bisa juga lo cobain ikan mas yang kecil2 itu dipotong, terus pas dia lagi di air (berenang atau ngambang) coba lo sodorin ke depan mulutnya. Hope it helps.

      @all : kok tanggal komen disini jadi februari 2006 semua ya????

    • yustin 7:31 am on December 16, 2008 Permalink | Reply

      hmmmmmm…

      q suka am kura2 brazil krN Lucu bgT… q udH ngRwat nya Lbh dari 5 bulan skrg udah gde…

      bulan juli 2008 q beli 3, eh tp satunya mati…

      hikz hikz sedih dech, nah skrg q udah beli lagi 2 kura2 brazil tanggal 23 nov 2008, nmanya shori dan conrad…

      sayangnya si conrad kyak sakit gtu, krn harinya hujan truz… nah doain yea supaya conrad baek2 aja…

    • putri 11:49 pm on January 1, 2009 Permalink | Reply

      ga nanya

    • Ripo Fitovang 1:38 pm on January 6, 2009 Permalink | Reply

      Aku kemarin baru beli kura kura hias dan kata teman ait tempat tinggalnya jangan dimasukan air PDAM.sebaiknya air sumur? benarkah kura kura akan mati kalau menggunakan media air PDAM?salam

    • nyenius 4:24 pm on January 6, 2009 Permalink | Reply

      Mati sih nggak, cuma nggak bagus buat kesehatan kura-kuranya dalam jangka waktu lama. Di air PDAM kan ada kimia nya (cari di google untuk tahu lebih lanjut). tapi kalau adanya cuma air PDAM, begini triknya, air PDAM yang mau dipake buat si kura, di taruh di ember, diamkan selama semaleman, ato 24 jam biar lebih afdol :p.

      Nah seterusnya begitu, kalo mao ganti aer pun jangan seluruhnya dibuang sisain kira-kira seperempat air akuarium/kolam yang lama, dan tambahkan yang baru.

    • angel shanty 9:12 am on October 31, 2010 Permalink | Reply

      tapi……kalo kura kuranya buta gimana dong bisa di sembuhin gga trus apa akibatnya??>>>……

    • Subhan Toba 11:48 am on October 31, 2010 Permalink | Reply

      @angel, coba ke dokter hewan deh kalo ada masalah sama mata res nya 🙂

  • Nyenius 10:21 am on February 21, 2006 Permalink | Reply  

    new index 

    Mulai sekarang, buat lo yang udah register member, nggak cuma bisa kirim puisi, tapi juga artikel. Temanya terserah apa…

     
  • Nyenius 7:24 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply  

    Log 2005: Terminal suara-suara 

    Kehangatan hembusan angin, nyamannya tempat berlindung, janganlah melupakan keharusan. Pekatnya suasana dan kebingungan, dipadu-tambal jadinya tawa! Bawa serta segelas kopi dan sebatang kretek pengusir flu, kita nongkrong disini, bicarakan yang-perlu-dan-tak-perlu. Sebab bicara adalah tuntutan jiwa, maka bicaralah. Disini saya sambut jiwamu dengan senyum dan warna-warna, bicaralah. Saya buatkan terminal kecil berwarna oranye, tak lupa beberapa tiang buat tempatmu menggantungkan mantel -walau itu bukan budaya kita-, agar kita bisa terus bicara, peduli nyambung-atau-tidak, bicaralah, jiwamu yang senyum dan merengut, saya akan tetap senang mendengarnya. Disini, terminal kecil berwarna oranye ini, adalah persembahan kecil dari jiwa -dan untuk jiwa- yang terus bertanya-tanya, yang penasaran akan rahasia atom, isi bumi, hingga urusan kadar gula dalam kopi tetangga.

    Selamat datang. Sebutlah terminal kecil berwarna oranye ini, milik kita.

    Note: Bila ada sudut yang mengganggu, katakan saja 🙂

     
    • nazla 7:24 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply

      ba, yang navigasi, forum terbaru, dedicated to, ga usah pake garis titik-titik dong. jelek begitcu..

    • tobse 7:24 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply

      ok ok… 😀

  • Nyenius 7:22 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply  

    A letter to someone… 

    Untuk kau nun-disana, yang kusayang dalam galau dan senang. perlu kautahu, dan perlu berulang kali kau tahu, bahwa kerinduan terhadapmu sudah menjadi makananku sehari-hari, bahkan terjadinya lebih sering dari kegiatan makanku yang kadang sehari sekali. Catatlah, dan catatlah lagi sebanyak perulangan yang mungkin kau lakukan, bahwa rasa sayangku padamu tidak sempit terpentok kepada baskom perak bernama nafsu -walau kuakui akupun membutuhkannya. Tentang rasa sayang ini pun terasa sedikit aneh. Ia terus tumbuh seperti tumbuhan menjalar, terus melilitku. Entah karena ‘ilham gaib’ yang kudapat dari kitab suci pada suatu subuh, waktu kuajukan kamu sebagai pilihan kepada-Nya -sepertinya kau jawabannya.

    Ya, ya agak rancu memang, disatu sisi aku bicarakan nafsu padamu, disisi lain kuungkit tentang kitab suci. Ini memang masalah pelik sayangku. Entah apa ‘return value’ dari perhitungan fungsi yang rumit -dengan variabel saling bertentangan- ini. Pembelaanku, salahkan kemudaan kita, tanyakan zaman yang kita tempati. Ah, sudahlah, tak habis kita omongkan yang itu. Adanya sekarang adalah begini: Kau disana dan aku disini, cukup aman untuk sementara waktu.

    Kepada Adinda yang hatinya kusayangi. Kuulang kembali apa yang sudah kautahu sejak kaum Nuh asik mancing diatas perahu raksasanya, bahwa kau telah menerima seorang lelaki bodoh, egois, labil, (sedikit) sukar dipercaya, dan sulit mengatur uang, adakah syarat seorang pendamping yang baik padaku? Entahlah, karena saat ini aku lebih pusing memikirkan logika fungsi search yang efektif dan aman dengan php, ketimbang memikirkan seperti apa tampang dan kelakuanku saat ini. Tapi kuyakini kau tak rugi sepenuhnya, bahwa kamu tak tidak rugi ‘bertemu’ aku, karena aku ingin mengatasi jarak yang selama ini kutakuti, aku ingin belajar menyayangimu dengan baik, menghancurkan apa yang terlalu tinggi dalam diri, aku ingin terus mengenal diri ini agar ia bisa memperlakukanmu lebih baik lagi, dan beberapa hal yang tak mungkin disebut disini hehehehe….

    Tapi sayangku, nampaknya harus ada yang kau tambah pada catatanmu, cukup sebuah notes kecil di pojok bawah: Aku pun takut. Mengenai angin yang menghembusi kita, mengenai awal bertolaknya pelayaran kita, dan tentu, arah-pelayaran kita. Tapi juga, seperti yang telah dibicarakan, ketakutan bukanlah alasan yang kuat untuk tidak mencoba dan berjuang bukan? 😀

    Catatlah, bila capai tanganmu, tuilskan sekali dan bacakan dalam infinit loop bahwa: “up time kerinduanku mampu bersaing dengan up time-nya google, rasa sayangku padamu memang (tidak boleh) melebihi sayangku pada Nabi, engkong, ayah dan ibuku, tapi diantara rasa sayang terhadap lawan-jenis, sayangku padamu menempati POSISI TERATAS. Dan bacakanlah dengan sayang dan syahdu, lelakimu punya ketakutan kecil di lubuk hatinya.

    Lumatlah aku, lumatkan dalam pelukmu.

     
    • reeko 7:22 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply

      cewek? udah cukup waktu sementara gw ga merasakan lagi geloranya.

    • reeko 7:22 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply

      cewek? udah cukup waktu sementara gw ga merasakan lagi geloranya.

    • someone 7:22 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply

      iya.. kita memang sedang mencoba dan berjuang sekarang.. tapi, bolehkan sesekali aku mengeluh..?? (hehehe gak sesekali ding..)
      aku cuma pengen kamu ngerasa aku ada disisimu (dan.. begitu juga sebaliknya :D)
      jangan khawatir.. udah kucatat kok semuanya.. 🙂

    • adjeng 7:22 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply

      ka urang mana yeuuuh… meni teu beja2 ^_^

  • Nyenius 7:20 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply  

    13 Februari 2005 

    Tak pelak wajah dan sikap yang menyebalkan dariku membayang pada wajah orang-orang saat ini. Kesadaran seperti batu menimpa kepala, saya telan sikap-sikap itu, sembari meminta maaf sebisanya dalam hati kepada mereka yang pernah kuperlakukan demikian.

    Maafkan,…

     
  • Nyenius 7:15 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply  

    10 Februari 2005 

    Untuk sastrawati manis

    Aku tak akan bertemu denganmu dan membicarakan hal itu, jika itu menimbulkan keangkuhan pada jiwa. Kekerdilan mungkin menjebak lidahku tempo hari, sehingga ada yang terjatuh tanpa kutahu -entah, terdengar seperti vas bunga kesayanganmu-. Tidak sayang, manisku, seseorang yang kucintai potensinya, aku tak ingin bertemu denganmu dalam keadaan bodoh itu, -kasarnya dalam kebodohan totalku akan kata-kata, dalam istilah-istilah omong-kosong yang kulontarkan-.

    Aku tak ingin bertemu, membicarakan itu, dan menjadi konyol -entah kau atau aku-.

     
  • Nyenius 7:13 pm on February 20, 2006 Permalink | Reply  

    09 Februari 2005 

    Mendongkel ‘kebenaran’ yang telah bercokol dikepala, menyakitkan. Buka terus referensi, bandingkan terus variabel yang membingungkan itu, cari pada kamus A, tengok pada ensiklopedi C, tanya ‘penganutnya’ -jangan lupa, kosongkan gelasmu dulu. Keadaan ‘antara’ adalah kondisi ideal dalam bertanya. Nol-kan kembali diri, anggap saja tidak tahu, anggap saja belum banyak diperbuat.

    Jangan lupa kau punya pagar, seperti fungsi yang meggelinding kesana-kemari dan tetap murni -tanpa melupakan kebenaran variabel yang diolah.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel