Updates from February, 2005 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nyenius 6:49 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Kuduga, Dunia sedang Kiamat 

    Fajar membela gelap pekat
    Ketukan perut Bumi terdengar sampai ke darat
    Aku termenung pucat
    Mereka tertenun bak mayat

    Kuduga, Dunia sedang kiamat
    Karena air mengamuk dahsyat

    Mentari yang slalu murung
    Awan kelabu yang pura-pura hebat
    Bendungan yang sudah tak terbendung
    Hutan rimba pun sudah tak kuat

    Kuduga, Dunia sedang kiamat
    Karena tubuh dedaunan itu sudah tak kuat

    Sekarang Dunia hendak ke Barat
    Buta atas tipuan-tipuan yang memikat
    Pada Zionis itu kita berkiblat
    Karena perut pun, lapar amat sangat

    Kuduga, Dunia sedang kiamat
    Karena eksis nya si Barat

    Ayunan nafsu pun menjadi shahih
    Lantunan qalbu pun dianggap lampu merah
    Ukiran amar ma’ruf pun sudah tertatih
    Dunia sudah tak mengenal shahih
    Karna Ad-Din pun dilukis berdarah

    Kuduga, Dunia sedang kiamat
    Karena dosa kita yang kian berlipat

    MaMaT
    05:10
    28/02/05

     
  • Nyenius 6:46 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Sahabat-ku 

    Cemara, ceritakan daku tentang sahabat sejati
    Apalah arti bagi makhluk yang tak belulang
    Khianat, ingkar, bagi batu yang keras
    Itu bagimu, bukan bagiku

    Ku cari gerimis dengan kesakitan
    Tidak kan rapuh seperti kerupuk
    Itu lah dia yang bersinar bagaikan bulan
    Yang sabar bagaikan kura-kura di tepi pantai

    MaMaT
    2002

     
  • Nyenius 6:45 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Hari esok, esok, esoknya lagi 

    Pagi yakin kujelang
    Mata terbuka kulihat secarik sinar mentari
    Kesegaran pu masuk kamar kost-an ku

    Kesegaran inilah ku pergunakan…
    Untuk berfikir positif,
    Berfikir cerah,
    Berfikir kedepan,
    Berfikir esok, esok, esoknya lagi

    Banyak yang harus kulakukan hari ini
    Banyak yang harus kutuntaskan
    Hari ini harus jadi milik-ku
    Hari ini harus ku kuasai

    Apakah esok adalah hari?
    Bagaimana esok adalah “kematian”?
    Sudah cukup kah “amal”?
    Yang pasti, hari esok adalah kematian
    Yang penting, hari esok harus lebih baik dari hari ini

    Hari esok tidak identik dengan 24 jam kedepan
    Atau 360 hari kedepan
    Mungkin kah hari esok, mentari muncul dari barat

    Hari ini harus ku kuasai
    Dan aku tak takut lagi
    Menghadapi hari esok, esok, dan esoknya lagi

    MaMaT
    09/09/02

     
  • Nyenius 6:43 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Berfikir – bertindak 

    Sudahkah kau ingat pencipta mu
    Sudahkah kau bayangkan maut
    Sudahkah kau doa kan ibu bapak mu
    Sudahkah kau suruh tulis amal baik mu pada malaikat

    Sudahkah kau pelihara hubungan sosial mu
    Sudahkah kau hampiri masa depan mu
    Jangan sia-sia kan hari-hari mu
    Karena kau telah ada

    Jauhi dunia butamu
    Dan sambut dunia terang mu
    Jangan lari dari kejaran fakta
    Urus diri mu,
    Karena hanya kamu yang dapat mengubahnya

    MaMaT
    22/12/03

     
  • Nyenius 6:42 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Mawar 

    Ku ingin kau seperti mawar
    Yang cepat beradaptasi
    Yang duri nya bisa melarang
    Yang berdosa untuk menyentuh nya
    Yang harum nya,
    Bisa mengharumkan Bangsa dan Agama

    MaMaT
    2002

     
  • Nyenius 6:41 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Mencoba memaknai Cinta 

    Bagi ku, cinta adalah sepucuk bintang dilangit
    Yang cukup kupandangi
    Yang tak mungkin kugapai
    Yang tak tega ku sentuh

    Dan ku kan senang
    Pabila dia alami senang
    Dengan menampakkan tawa terang-menerang nya
    Dan ku kan sedih
    Pabila dia alami redup
    Dengan menampakkan cahaya cair di matanya
    Dan ku kan cukup senang
    Ketika dia menikmati kesenangan ini

    Birlah ku pandangi mu dari rawa yang berduri
    Asal kan kamu senang dan terang-menerang
    Kamu panutan ku
    Biarlah ku jadi kamu
    Dan mengerti kamu

    Apakah aku boleh berbisik
    Dan memberi masukan tuk mu
    Bahwa kamu akan terlihat lebih terang
    Pabila bergeser sedikit lebih ke arah pandangan ku

    MaMaT
    2002

     
  • Nyenius 12:22 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Tujuan 

    Ada apa dengan tujuan
    Dia bukan sesuatu yang acuh
    Seperti angin yang mampir
    Kemana tujuan arjuna?
    Otak bukan batu yang beku
    Pikirkan lah kemana tujuan arjuna

    Dedaunan bisa sintesis
    Kita bisa planning
    Kapal-kapal bisa berlabuh
    Pelatih bisa ber-strategi
    Gempa bisa gemuruh
    Kita bisa menyerang

    MaMaT
    29/07/02

     
  • Nyenius 12:21 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Trotoar – Trowongan 

    Mentari hilang entah kemana
    Diganti bulan
    Dibantu lampu-lampu kota
    Dua yang bernyawa berada di trotoar trowongan

    Ku rasa yang di rasa oleh nya
    Kedinginan, menggigil
    Suara jangkrik bersiul
    Binatang-binatang besar yang berisik

    Ku pandangi terus
    Kadang-kadang tampak mengabur
    Dimata ku yang tersapu angin

    Ku dekati dua yang bernyawa
    Ku ajak ber kata-kata
    Lapar sudah biasa
    Kenyang luar biasa
    Itulah lantunan yang terderai
    Dari dua yang bernyawa penerus Bangsa.

    MaMaT
    09/09/02

     
  • Nyenius 12:20 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Tangisan seorang anak, Yang menanti kasih Bunda 

    Lama kunanti kasih bunda
    Seperti menanti hujan di kemarau panjang
    Kemarau itu rantauan
    Dan hujan itu kasih sayang
    Serta penantian itu waktu yang panjang

    Lama kunanti kasih ibu
    Kasih sayang seorang bunda
    Yang tak dapat dikalahkan oleh siapa pun
    Walaupun oleh conglomerate sekalipun
    Atau saudara dekat, meskipun

    Kunanti kehadiran bunda disisi ku
    Yang dapat memberikan nasehat setiap saat
    Yang dapat menerangiku dengan kasih nya
    Sudah lama kunanti hampir enam decade

    Mengapa dulu ku dilepas begitu saja
    Mengapa harus di saat kecil ku
    Pada masa yang sangat memerlukan kasih sayang
    Kunanti kasih sayang bunda disisiku
    Biar ia tahu apa isi hati ku

    Aku tak ingin hidup istimewa
    Seperti putera keraton
    Aku tak ingin masa depan ku sukses
    Seperti banyak conglomerate sesat
    Tapi aku ingin hari esok ku lebih baik dari hari ini

    Aku tak ingin hidup ku tertekan
    Yang penuh ketakutan
    Karena aku tak ingin hidupku diatur oleh orang lain
    Aku hanya ingin semua orang menyayangi ku
    Seperti teman-teman ku yang kehilangan ku

    Tapi saat ini
    Aku ingin menanti kasih sayang seorang bunda
    Aku ingin dekat dengan ibuku
    Karena itulah cita-cita ku saat ini

    MaMaT
    15/03/03

     
    • galih 12:37 pm on December 30, 2009 Permalink | Reply

      haru biru buat yang satu ini mat hehehe…cimenk

  • Nyenius 12:18 pm on February 20, 2005 Permalink | Reply  

    Nyanyian se-ekor hati yang sakit, Kepada hati yang sehat 

    Aku bosan disini
    Sengketa disana-sini
    Biar pahit tetap madu – disana
    Biar manis tetap jengki – disini

    Kau buang aku kesini
    Untuk dicaci-maki
    Termenung, memejamkan mata
    Kadang menetes embun

    Aku tak tahan lagi
    Sengketa disana-sini
    Aku jalankan semua siksaan
    Tak tahan malu dihati
    Didepan semut aku dicambuk
    Semut pun tertawa-tawa

    Aku di caci-maki
    Benarkah induknya merasakan nya
    Jauh ku pergi
    Ke Negeri bisu
    Tak ada yang mau hati ku
    Jauh dari kasih dan sayang
    Ku ingin pergi ku ingin bebas yang tak terikat

    Aku bukan semut yang mau ditekan
    Atau anjing yang di caci-maki
    Atau monyet yang ditertawakan
    Atau burung yang ter kurung

    Lenyap, semua lenyap
    Hampa di hati
    Hancur luluh pikiran ku

    Aku bukan si peminta ulung
    Yang merengek-rengek seperti anjing
    Aku makhluk bodoh
    Yang malu terhadap yang lazim
    Semua pembohong
    Harta, jabatan, martabat itu lebih penting
    Pagi ini aku di caci
    Seperti anak tanpa induk
    Sore nanti aku di maki
    Seperti tubuh tanpa hati

    Tak ada seorang pun
    Yang mau membeli hati ku
    Ini lelangan terakhir hati ku
    Sebelum hancur luluh seketika

    MaMaT
    2003

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel